Niat merupakan rukun pertama dalam ibadah haji maupun umrah. Tanpa niat yang benar, ibadah yang dilakukan di Tanah Suci bisa menjadi tidak sah.
Namun, sebelum melafalkan niat, jemaah perlu memahami bahwa ada beberapa jenis cara pelaksanaan haji yang masing-masing memiliki bacaan niat berbeda.
Bagi jemaah yang sedang bersiap memenuhi panggilan Allah SWT, berikut adalah panduan lengkap mengenai jenis-jenis haji beserta bacaan niat haji dan umrah yang dirangkum oleh detikHikmah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Jenis-Jenis Haji
Sebelum mengetahui bacaan niat haji dan umrah, jemaah perlu memahami terlebih dahulu jenis-jenis ibadah haji. Dikutip dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenhaj RI, haji terbagi menjadi tiga jenis. Antara lain sebagai berikut:
1. Haji Tamattu
Saat mengerjakan ibadah haji tamattu', jemaah mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan haji, baru kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan ibadah haji. Dengan cara ini, maka jemaah diwajibkan untuk membayar dam (denda).
2. Haji Ifrad
Berbeda dengan haji tamattu', haji ifrad hanya melaksanakan ibadah haji saja tanpa umrah. Dengan cara ini, maka jemaah haji tidak diwajibkan membayar dam. Jemaah yang melaksanakan ibadah haji dengan cara ini, dapat datang pada saat mendekati waktu wukuf, sekitar lima hari sebelumnya.
3. Haji Qiran
Haji qiran adalah proses mengerjakan ibadah haji dan umrah dalam satu niat dan waktu bersamaan. Jemaah yang melaksanakan ibadah haji jenis ini, wajib membayar dam Nusuk atau satu ekor kambing.
Haji jenis ini dapat dipilih dikarenakan suatu hal, seperti seorang jemaah yang tidak dapat melaksanakan umrah, baik sebelum maupun sesudah haji, termasuk jemaah haji yang masa tinggalnya di Makkah sangat terbatas.
Bacaan Niat Haji dan Umrah
Niat haji dan umrah dilakukan bersamaan pada saat jemaah haji melakukan ihram di miqat. Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat haji dan umrah:
1. Niat Haji
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجَّا
Labbaikallāhumma ḥajjan.
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji."
Atau bisa juga membaca niat berikut:
تَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تعالى
Nawaitul-ḥajja wa aḥramtu bihī lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat haji dengan berihram karena Allah Ta'ala."
2. Niat Umrah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaikallāhumma 'umratan.
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah."
Atau bisa juga membaca niat berikut:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تعالى
Nawaitul-'umrata wa aḥramtu bihā lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat umrah dengan ber-ihram karena Allah Ta'ala."
3. Niat Haji dan Umrah Bersamaan
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجَّا وَعُمْرَةٌ
Labbaikallāhumma ḥajjan wa 'umratan.
Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji dan berumrah."
Atau bisa juga membaca niat berikut:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِمَا لِلَّهِ تعالى
Nawaitul-ḥajja wal-'umrata wa aḥramtu bihimā lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat haji dan umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026