Sistem buka tutup pintu di Terminal Ajyad, Masjidil Haram, mulai menjadi perhatian sebagian jemaah haji Indonesia. Di media sosial ramai beredar situasi kepadatan di Terminal Ajyad yang membuat jemaah harus mengantre dan berdesakan saat hendak naik bus Shalawat usai jam salat fardhu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan sistem buka tutup diterapkan demi menjaga keselamatan jemaah.
"Setiap menjelang kepulangan jemaah haji Indonesia dari Masjidil Haram pada saat salat fardhu, terutama salat Isya, salat Subuh dan salat Jumat, di Terminal Ajyad itu memang dilakukan sistem buka tutup pintu," ujarnya kepada tim Media Center Haji di Terminal Ajyad, Sabtu (9/5/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif yang ditemui usai menangani kepadatan terminal selepas waktu salat Isya menyebutkan, kebijakan ini diterapkan setelah melihat pengalaman pada musim haji sebelumnya. Saat itu belum ada pembatas antara jalur pejalan kaki jemaah dan area bus Shalawat sehingga kondisi di terminal kerap semrawut.
"Tahun-tahun sebelumnya itu memang belum ada pagarnya yang membatasi antara koridor jemaah dengan bus sehingga jemaah itu bisa langsung naik bus tetapi kemudian tidak beraturan," katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut sempat membahayakan jemaah. Ada jemaah yang jatuh tersungkur, rawan tertabrak bus, dan sulit ditertibkan. Kini, Terminal Ajyad sudah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki dan pintu masuk menuju area bus Shalawat. Bus juga diatur sesuai nomor rute sebelum jemaah dipersilakan naik.
"Bus itu kita tata sedemikian rupa sesuai dengan urutan nomor rute, baru jemaah suruh naik," kata Syarif.
Saat seluruh kursi bus sudah penuh, pintu terminal akan ditutup sementara hingga bus berikutnya datang dan siap diberangkatkan. "Ketika bus itu semuanya sudah penuh, bus diberangkatkan maka pintu ditutup supaya jemaah kemudian menunggu sebentar supaya kemudian yang kosong datang ditata lagi," ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut masih belum sepenuhnya dipahami jemaah sehingga muncul anggapan bahwa pintu sengaja ditutup terlalu lama. Karena itu, PPIH meminta ketua regu, ketua rombongan, hingga ketua kloter ikut memberikan pemahaman kepada jemaah agar tidak panik saat antre bus Shalawat di Terminal Ajyad, terutama saat jam padat.
Kepadatan di Terminal Ajyad selepas waktu salat Isya, Sabtu (9/5/2026) malam. Foto: Rachmatunnisa/detikcom-Media Center Haji 2026 |
Berdasarkan pemantauan tim Media Center Haji bersama Syarif di lapangan, proses pengosongan antrean jemaah usai salat Isya berlangsung kurang dari satu jam.
"Saya amati ini bongkaran salat Isya tadi 58 menit bersih untuk seluruh jemaah yang di Misfalah," ujarnya.
Ke depan, PPIH akan terus berkoordinasi dengan petugas bimbingan ibadah, sektor, dan petugas haji lainnya untuk mengatur pola kepulangan jemaah dari Masjidil Haram agar tidak menumpuk di waktu bersamaan. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan penambahan akses pintu keluar di terminal.
"Kita akan usahakan dua pintu mudah-mudahan bisa terbuka sehingga dengan demikian bisa tertib," pungkasnya.
(rns/kri)













































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara