Ini Daftar Penyakit yang Bisa Bikin Calon Jemaah Gagal Dapat Izin Haji 2026

Ini Daftar Penyakit yang Bisa Bikin Calon Jemaah Gagal Dapat Izin Haji 2026

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 30 Apr 2026 18:30 WIB
Kaaba in mecca during hajj season
Ilustrasi ibadah haji (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dian Widyatmoko)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan merilis daftar kondisi kesehatan yang bisa menghalangi seseorang gagal mendapat izin haji 2026. Dalam daftar tersebut, ada sejumlah penyakit serius yang dinilai berisiko tinggi jika tetap memaksakan diri menunaikan haji.

Dilansir dari Saudi Gazette, penyakit-penyakit tersebut antara lain:

  1. Gagal ginjal tahap lanjut yang membutuhkan cuci darah
  2. Gagal jantung berat
  3. Sirosis hati
  4. Gangguan mental berat
  5. Demensia
  6. Usia lanjut dengan kondisi lemah
  7. Kehamilan pada tiga bulan terakhir

Otoritas kesehatan Saudi menegaskan setiap jemaah harus memenuhi syarat kesehatan agar bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman tanpa risiko yang bisa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Kemudian pemerintah juga menetapkan sejumlah vaksinasi wajib bagi calon jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vaksin wajib itu salah satunya meningitis meningokokus yang harus diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan dengan satu dosis vaksin quadrivalent. Vaksin lain yang direkomendasikan dan menjadi wajib bagi kelompok rentan yaitu vaksin COVID-19.

Jemaah haji dianjurkan menerima dosis terbaru setelah 1 Januari 2025, utamanya bagi lansia berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti jantung, gangguan pernapasan, gagal ginjal dan diabetes.

ADVERTISEMENT

Kemudian, vaksin influenza musiman juga menjadi syarat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Jemaah disarankan menggunakan versi vaksin terbaru, khususnya jika vaksin terakhir diterima sebelum 1 September 2025.

Langkah tersebut menjadi upaya Arab Saudi memastikan pelaksanaan haji berjalan aman, sehat dan terhindar dari risiko penyebaran penyakit di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara.




(aeb/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads