Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengumumkan jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) dan diproyeksikan berangkat pada musim haji 2027.
Saat ini, daftar nama jemaah tersebut masih dalam tahap verifikasi di tingkat kabupaten/kota guna memastikan seluruh proses persiapan berjalan lebih tertib, terukur, dan berkualitas.
"Jemaah yang masuk waiting list dan akan berangkat pada 2027 sudah kami umumkan. Semuanya sudah diumumkan," kata Dahnil kepada detikHikmah pada Senin (20/07/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahnil, pengumuman daftar jemaah dilakukan lebih awal agar para calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Di sisi lain, Kemenhaj juga dapat menyusun berbagai kebutuhan operasional secara lebih matang tanpa harus terburu-buru.
Ia menegaskan, persiapan haji tidak hanya menyangkut aspek teknis dan administrasi, tetapi juga membangun hubungan yang erat antara petugas dengan jemaah sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Karena itu, Dahnil meminta seluruh aparatur di lingkungan Kemenhaj, mulai dari Kepala Kantor Wilayah, petugas haji, hingga pihak yang terlibat dalam layanan haji, untuk aktif menjalin komunikasi dan kedekatan dengan jemaah.
"Yang pertama harus dipersiapkan adalah engagement yang kuat dengan jemaah. Mulai dari ASN, Kakanwil, petugas haji, semuanya harus memiliki kedekatan dengan jemaah," ujarnya.
Dahnil menjelaskan, dalam tradisi Islam, kedekatan tersebut dikenal dengan istilah ta'liful qulub atau tautan hati. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui silaturahmi akan melahirkan ikatan emosional yang kuat antara petugas dan jemaah.
Lebih lanjut, Dahnil menekankan bahwa Kemenhaj tidak semata-mata berperan sebagai penyelenggara perjalanan yang hanya mengurus keberangkatan dan kepulangan jemaah. Sebagai institusi yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mengemban amanah untuk menghadirkan transformasi nilai melalui penyelenggaraan ibadah haji.
"Transformasi itu meliputi nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, dan nilai keadaban yang kami rumuskan dalam konsep Tri Sukses, yaitu Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, serta Sukses Peradaban dan Keadaban," jelasnya.
Dahnil meminta jajaran Kemenhaj di daerah untuk segera bergerak membangun komunikasi dengan para calon jemaah haji 2027.
"Segera dekati dan bangun komunikasi dengan jemaah," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Konflik Iran-AS Memanas, Gus Yahya Serukan Perdamaian
Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dulu Sebelum Orang Kaya
Kisah Nabi Musa Protes ke Nabi Adam Sebabkan Manusia Hidup di Bumi