Nama Lamine Yamal semakin dikenal setelah tampil memukau bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Di usia yang masih sangat muda, pemain Barcelona itu berhasil menunjukkan kualitasnya di panggung sepak bola terbesar dunia dan ikut membawa Spanyol meraih gelar juara setelah menang 1-0 atas Argentina di final.
Meski baru berusia 19 tahun, ia telah mencatat berbagai prestasi dan memecahkan sejumlah rekor bersama FC Barcelona dan Timnas Spanyol. Di samping prestasinya yang gemilang, Yamal juga dikenal sebagai sosok seorang muslim yang taat. Yuk, simak profil selengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdarah Maroko dan Diasuh Secara Islam
Lamine Yamal bernama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana. Ia lahir di Esplugues de Llobregat, Spanyol, pada 13 Juli 2007.
Mengutip Town and Country Mag, ibu Yamal bernama Sheila Ebana, berasal dari Bata, Guinea Ekuatorial. Sementara ayahnya bernama Mounir Nasraoui, berasal dari Larache, Maroko. Setelah menikah, kedua orang tua Yamal sempat hidup terpisah ketika ia masih berusia sekitar tiga tahun.
Kesibukan kedua orang tuanya membuat Yamal sering kali diasuh oleh sang nenek dari pihak ayah, Fatima Romani. Yamal kemudian dibesarkan sesuai ajaran agama Islam melalui asuhan sang nenek yang dikenal taat beragama.
Arti Nama Lamine Yamal dalam Bahasa Arab
Di balik kesuksesannya, nama Lamine Yamal menyimpan cerita menarik. Dilansir Gulf News, nama "Lamine Yamal" yang tercetak di jersey Barcelona dan Timnas Spanyol bukanlah nama keluarga, melainkan nama depannya.
Yamal memiliki darah Maroko dari sang ayah dan tumbuh sebagai seorang muslim. Nama Lamine berasal dari bahasa Arab "Al-Amin" yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Sementara Yamal merupakan variasi dari bahasa Arab "Jamal" yang memiliki arti keindahan.
Terdapat kisah dari nama tersebut. Saat Yamal lahir, kedua orang tuanya masih berusia remaja. Mereka mendapat bantuan dari dua sahabat dekat keluarganya, sehingga nama putra mereka diambil dari kedua nama orang tersebut.
Yamal Taat Menjalankan Ajaran Islam
Sebagai seorang muslim, Yamal tetap menjalankan ajaran agamanya di tengah kariernya sebagai pesepak bola profesional. Ia kerap terlihat melakukan sujud syukur saat merayakan gol, serta berdoa sebelum dan sesudah pertandingan.
Selain itu, di tengah tuntutan sebagai pesepak bola profesional, Yamal juga tetap menjalankan ibadah wajib, seperti berpuasa meski harus tampil bersama Barcelona dan Timnas Spanyol.
Yamal Aktif Membela Palestina
Selain kemampuannya di lapangan, Yamal juga mendapat perhatian karena sikapnya dalam krisis kemanusiaan di Palestina. Laporan Al Jazeera, Selasa (12/5/2026), ia mengibarkan bendera Palestina saat parade kemenangan Barcelona usai meraih gelar La Liga. Aksi itu mendapat pujian dari warga Palestina di Gaza, penggemar sepak bola, hingga aktivis di berbagai negara.
Yamal sebelumnya juga pernah menyampaikan penolakannya terhadap rasisme dan islamofobia dalam sepak bola Spanyol. Ia mengkritik nyanyian bernada anti-muslim yang terdengar dalam laga persahabatan Spanyol melawan Mesir.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup