Kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah terus berlangsung secara bertahap sejak kloter pertama tiba pada Rabu (22/4/2026). Salah satu tujuan utama jemaah selama di kota ini adalah mengunjungi Raudhah, tempat istimewa di Masjid Nabawi yang dikenal sebagai salah satu lokasi mustajab untuk berdoa.
Raudhah atau Raudhatul Jannah berada di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar, yang ditandai dengan tiang-tiang putih. Meski tidak terlalu luas, tempat ini memiliki keutamaan yang sangat besar di mata umat Islam.
Namun, tidak semua jemaah memahami cara untuk bisa masuk ke area tersebut. Untuk itu, petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) di Sektor Bir Ali, Agususanto, membagikan sejumlah tips agar jemaah Indonesia dapat mengunjungi Raudhah dengan tertib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia memfasilitasi jemaah melalui sistem pendaftaran kolektif. Dalam skema ini, petugas bimbingan ibadah akan menginput data jemaah untuk mendapatkan tasreh atau izin masuk ke Raudhah.
"Kami memfasilitasi pendaftaran kolektif. Jadi Bimbad yang bertanggung jawab menginput data agar jemaah mendapatkan tasreh masuk Raudhah," ujar Agus, Jumat (24/4/2026).
Dalam satu dokumen tasreh, biasanya tercantum puluhan nama jemaah, dengan jumlah maksimal sekitar 50 orang, tergantung kuota yang tersedia. Karena itu, peran ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) menjadi penting untuk memastikan seluruh anggota kloter terdata dengan baik.
Agus menambahkan, setiap jemaah haji Indonesia minimal akan mendapatkan kesempatan satu kali untuk masuk ke Raudhah. Jadwal kunjungan ini akan diatur oleh masing-masing sektor agar tidak berbenturan dengan agenda lain, seperti ziarah di Kota Madinah.
"Jadi jemaah tinggal menunggu jadwal dan bersabar. Insyaallah semua akan diatur agar bisa menikmati ziarah dengan baik," katanya.
Daftar Mandiri
Selain melalui jalur kolektif, jemaah juga bisa mendaftar secara mandiri menggunakan aplikasi Nusuk yang diunduh di ponsel.
Langkah-langkah pendaftaran aplikasi Nusuk:
- Kunjungi aplikasi PlayStore atau AppStore, lalu pilih Install (download). Setelah pengunduhan selesai, buka aplikasi tersebut
- Setelah masuk halaman utama, aplikasi akan meminta izin untuk akses lokasi dan kalender
- Secara default aplikasi ini akan menggunakan bahasa Arab, namun ada pilihan bahasa Inggris bagi yang tidak fasih berbahasa Arab. Akan tampil pilihan 'Login' dan 'New User'.
- Jika baru pertama kali menggunakannya, pilih 'New User'
- Masuk ke pengisian data, pilih opsi paling kanan atas sebagai 'Visitor'
- Selanjutnya isi nomor visa, paspor, kebangsaan, nomor telepon, email dan password akun Nusuk
- Jika sudah lengkap, centang semua pernyataan di bawahnya, dan nyalakan tombol jika jemaah membutuhkan pendampingan khusus (Special Assistance), lalu pilih 'Register'
- Sistem kemudian akan mengirim empat nomor pin via email sebagai aktivasi aplikasi Nusuk. Jadi, pastikan email yang diberikan adalah alamat email aktif
Setelah berhasil, saat kita akan log in ke aplikasi, sistem kembali mengirim kode verifikasi via email - Setelah selesai di menu utama, ada pilihan aktivitas. Pilih menu ke Raudhah sesuai dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki
- Akan muncul pilihan lagi untuk menentukan tanggal dan jam berkunjung
- Jika sudah, aplikasi akan mengirim jadwal kunjungan sesuai pilihan
Nah, jadwal kunjungan ini yang nantinya digunakan sebagai bukti yang ditunjukkan pada ke askar (petugas) saat berkunjung ke Raudhah. Semoga bermanfaat, selamat menunaikan ibadah haji dan umrah.
(rns/kri)

Komentar Terbanyak
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM