Pada pelaksanaan haji 2026, konsep haji ramah perempuan bukan sekadar penambahan petugas, tetapi memerlukan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Hal ini disampaikan anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024, Alissa Wahid.
Ia menyebut kebijakan menaikkan persentase petugas perempuan hingga 30% merupakan respons atas kebutuhan jemaah perempuan yang selama ini belum sepenuhnya terlayani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2022, ketika saya terlibat dalam tim monitoring dan evaluasi, jumlah pembimbing ibadah dan petugas perempuan masih sangat terbatas, padahal kebutuhan jamaah perempuan berbeda dengan jamaah laki-laki," ungkapnya, ditemui media usai memberi materi dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Aula Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa, (20/1).
Lebih dari itu, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia ini menekankan bahwa fasilitas yang ada juga harus disesuaikan secara sistematis. Ia memberikan contoh di lapangan ketika petugas harus mengalihkan sebagian kamar mandi laki-laki untuk digunakan jamaah perempuan pada waktu tertentu karena keterbatasan fasilitas.
"Kebijakan improvisatif seperti ini seharusnya direspons secara sistematis, bukan sekadar solusi darurat," tegasnya.
Putri sulung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid itu menegaskan bahwa perubahan cara pandang adalah kunci untuk mewujudkan haji ramah perempuan. Menurutnya, selama sistem pelayanan haji masih didominasi perspektif laki-laki, kebutuhan jemaah perempuan berisiko tidak terakomodasi secara utuh.
"Pelayanan bagi perempuan harus tersedia secara memadai, mulai dari fasilitas sanitasi, perlengkapan, hingga pembimbing ibadah perempuan," jelasnya.
Alissa juga menyebutkan bahwa pengalaman penanganan jemaah haji perempuan pada 2022 melahirkan rekomendasi peningkatan jumlah pembimbing ibadah perempuan. Kesadaran tersebut menjadi dasar bagi kebijakan menghadirkan Amirul Hajj perempuan, agar kebutuhan jemaah perempuan dapat dipahami lebih komprehensif.
(dvs/dvs)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026