Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan penerjemahan khotbah Arafah akan mencakup 50 bahasa. Ini adalah yang terbesar dalam sejarah Arab Saudi.
"Inisiatif ini, yang dipelopori oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menandai proyek terbesar di dunia," lapor kantor berita Saudi, SPA, Rabu (12/6/2024).
Proyek penerjemahan khotbah Arafah pertama kali diluncurkan pada 2018. Pada waktu itu, tersedia lima bahasa yang bisa diakses oleh jemaah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang dari satu dekade, Kerajaan Arab Saudi memperluas penerjemahan khotbah dan saat ini akan mencakup 50 bahasa. "Ini mencerminkan dedikasi Kerajaan Arab Saudi dalam menyebarkan pesan moderasi dan nilai-nilai Islam dalam skala global," lanjut laporan itu.
Kepresidenan menyebut bercita-cita menjangkau satu miliar pendengar di seluruh dunia, memupuk pemahaman yang lebih besar, dan mengkampanyekan perdamaian melalui pesan khotbah Arafah.
Khotbah Arafah tahun ini berlangsung pada Sabtu, 15 Juni 2024. Kepresidenan Urusan Agama menunjuk Syekh Maher bin Hamad Al-Muaiqly sebagai khatib wukuf di Arafah. Penunjukan ini telah mendapat persetujuan dari Kerajaan Arab Saudi.
Syekh Maher sendiri adalah salah satu imam Masjidil Haram. Ia juga pernah ditunjuk sebagai khatib Masjidil Haram pada Ramadan 1437 H/2016 M. Khotbah pertamanya tercatat pada 15 Juli 2016.
Arab News melaporkan beberapa waktu lalu, khotbah Arafah akan disampaikan Syekh Maher di Masjid Nabira, masjid terbesar kedua di wilayah Makkah setelah Masjidil Haram. Masjid ini dibangun di lokasi Rasulullah SAW menyampaikan khotbah Arafah saat haji wada.
(kri/erd)
Komentar Terbanyak
Ketum PBNU Gus Yahya Minta Maaf Undang Peter Berkowitz Akademisi Pro-Israel
MUI Serukan Setop Penjarahan: Itu Bentuk Pelanggaran Hukum
Negara Arab Kompak Katakan Israel Lakukan Genosida di Gaza