Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr Enny Nuryanti mengatakan jumlah pasien demensia meningkat. Ini menjadi penyakit terbanyak kedua yang diderita jemaah.
Hingga Selasa pagi (28/5/2024) waktu Arab Saudi (WAS), dari 57 pasien yang dirawat di klinik KKHI, pasien kejiwaan mencapai 18 jemaah, sementara pasien yang menderita demensia 12 jemaah.
Menurut Enny, demensia merupakan penyakit terbanyak kedua setelah pneumonia. "Pneumonia terbanyak yang dirawat, setelah itu demensia lalu dispepsia (keluhan lambung)," ujar Enny kepada tim Media Center Haji 2024 di Kantor KKHI, Makkah, Selasa (28/5/2024).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enny menyebut mayoritas pasien adalah lansia. "Untuk yang demensia di atas 60 tahun, ada yang 70 tahun dan 80 tahun," ujarnya.
Pasien demensia yang mandiri akan dikembalikan ke kloternya. Namun, lanjutnya, ada kasus kloternya menolak. "Teman sekamarnya enggak mau, ya mau gimana lagi, kami rawat dulu sambil edukasi pada jemaah oleh tim kesehatan kloter," kata Enny.
Untuk penyakit demensia, kata dia, sulit untuk melakukan pencegahannya karena ini faktor usia. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah support dari lingkungan.
Sejak klinik KKHI beroperasi, sebanyak 78 pasien telah dirawat inap dan 137 jemaah rawat jalan. "Untuk jemaah yang dirujuk ke RS Arab Saudi sebanyak 85 orang, sebagian sudah pulang," katanya.
Seperti diketahui pada penyelenggaraan haji tahun ini, sekitar 45 ribu jemaah usianya di atas 60 tahun atau kategori lansia.
(kri/kri)
Komentar Terbanyak
Ketum PBNU Gus Yahya Minta Maaf Undang Peter Berkowitz Akademisi Pro-Israel
Kelaparan di Gaza Kian Memburuk, Korban Anak Meningkat
Turki Desak Negara Islam Kompak Boikot Israel di Sidang PBB