Doa Melembutkan Hati dalam Islam, Bolehkah Diamalkan untuk Jodoh?

Doa Melembutkan Hati dalam Islam, Bolehkah Diamalkan untuk Jodoh?

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 10 Okt 2026 08:00 WIB
Ilustrasi wanita muslim berdoa
Ilustrasi wanita muslim berdoa. Foto: Getty Images/varniccha kajai
Jakarta -

Menaruh harapan pada seseorang agar menjadi pasangan hidup merupakan fitrah manusia. Namun, tak jarang proses menuju pelaminan menemui jalan terjal, mulai dari keraguan calon pasangan, penolakan, hingga kerasnya restu keluarga.

Dalam situasi batin yang gundah tersebut, banyak umat Islam terdorong untuk mengamalkan doa melembutkan hati. Lantas, doa tersebut bolehkah diamalkan untuk jodoh? Bagaimana bacaan doanya?

Kumpulan Doa Melembutkan Hati

1. Doa Meluluhkan Hati Sebagaimana Mukjizat Nabi Daud AS

Mengutip buku Bagaikan Khadijah di Hati Rasulullah karya Zamri Mohammad, hendaklah ketika membaca doa melembutkan hati diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah satu kali serta Surah Al-Hasyr ayat 21-24 satu kali. Setelah itu dilanjutkan dengan melafalkan doa:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

اَللَّهُمَّ لَيِّنْ قَلْبِ... بِنْ/بِنْتِ... كَمَا لَيَّنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيْدَ

Allahumma layyin qalbi [Sebut Nama Orang] bin/binti [Sebut Nama Ayahnya] kama layyanta li Dawudal hadiid.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hati (Sebut Nama) bin/binti (Sebut Nama Ayahnya) sebagaimana Engkau telah melunakkan besi untuk Nabi Daud."

2. Doa Memohon Kemudahan Urusan yang Sulit

Mengutip buku Doa Rindu Jodoh dan Momongan susunan Mohammad Irsyad, doa ini diamalkan agar mudah meluluhkan hati calon pendamping:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa.

Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah."

3. Doa Menyatukan Dua Insan

Merujuk Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, seorang muslim dapat mengamalkan doa penyatu hati dengan menyebut nama orang yang dituju beserta nama ayahnya:

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنِي وَبَيْنَ ... بن / بنت ... اللَّهُمَّ أَلِّفْ قَلْبَ ... بن / بنت ... كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَحَوَاءَ وَكَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَسَارَةَ وَهَاجَرَ وَكَمَا أَلَّفْتَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَطُورِ سَيْنَاءَ وَكَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَّتِهِ رَحِمَكُمُ اللهُ وَكَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ يُوسُفَ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Allahumma allif bainii wa baina (nama yang dituju) bin/binti (nama ayahnya). Allahumma allif qalba (nama yang dituju) bin/binti (nama ayahnya). Kamaallafta baina aadama 'alaihis salaamu wa hawwaa wa kamaa allafta baina ibraahiima 'alaihis salaamu wa saarata wa haajara. Wa kamaallafta baina muusaa 'alaihis salaamu wa thuuri sai-naa-a wa kamaa allafta baina muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama wa ummatihi rahimakumullaahu wa kamaa allafta baina yuusufa qad syaghafahaa hubban innaa lanaraahaa fii dhalaalim mubiin.

"Ya Allah, satukanlah di antaraku dan (nama yang dituju) bin/binti (nama ayahnya). Ya Allah, satukanlah hatinya sebagaimana Engkau satukan Adam dan Hawa, Ibrahim bersama Sarah dan Hajar, Musa dengan Tursina, Nabi Muhammad SAW dan umatnya, serta sebagaimana Engkau menyatukan Yusuf (dan Zulaikha)."

4. Doa Penenteram Hati dari Al-Qur'an

Dalam buku Kumpulan Lengkap Doa Sehari-Hari karya Annisa Salsabilla mencatat bacaan Surah Al-Anfal ayat 45 untuk memperkokoh keteguhan hati di saat jiwa bimbang:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītum fi'atan faṡbutū ważkurullāha kaṡīral la'allakum tufliḥūn.

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

5. Doa agar Dijauhkan dari Kekerasan Hati

Dalam buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat karya Mahmud asy-Syafrowi terdapat doa untuk menjauhkan batin dari kekerasan hati yang berlandaskan surah Ali Imran ayat 200:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Yaa ayyuhaalladziina aamanuush-biruu washaabiruu warabithuu wattaqullaaha la'allakum tuflihuuna. Afaman syaarahallaahu shadrahu lil-islaami fahuwa 'alaa nuurimmin rabbihi, fawailullilqaasiyati quluubuhummin dzikrillaahi uulaaika fiidhalaalimmubiin.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. Maka, apakah orang yang Allah bukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka, celakalah mereka yang hatinya membatu dari mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

Hukum Meluluhkan Hati Calon Pasangan Lewat Doa

Berdoa memohon agar hati seseorang dilembutkan untuk tujuan pernikahan yang sah hukumnya adalah mubah (boleh) sepanjang ditujukan untuk membangun mahligai rumah tangga yang diridai Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash RA. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

"Sesungguhnya hati semua anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Tuhan Yang Maha Penyayang seperti satu hati. Dia mengubahnya ke arah mana saja yang Dia kehendaki. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: 'Ya Allah, Pembolak-balik hati, bolak-balikkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.'" (HR. Muslim)



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads