Dalam Islam, terdapat anjuran melaksanakan sholat sunnah bagi pasangan pengantin setelah melangsungkan prosesi akad nikah dan sebelum melakukan hubungan suami istri. Sholat sunnah ini berjumlah dua rakaat.
Sholat sunnah setelah akad nikah dilakukan untuk memohon keberkahan dan keharmonisan dalam berkeluarga dan berumah tangga. Sholat ini juga ditujukan untuk memohon perlindungan agar terhindar dari keburukan pernikahan dan gangguan setan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil Anjuran Sholat Sunnah Setelah Akad Nikah
Anjuran melaksanakan sholat sunnah setelah akad nikah bersumber dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abu Syaibah. Mengutip buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim, berikut adalah hadits yang dijadikan sandaran anjuran sholat sunnah setelah akad nikah.
"Dari Abu Usaid berkata, 'Saya menikah ketika saya masih menjadi budak. Saya undang beberapa orang sahabat Nabi SAW, di antara Ibn Mas'ud, Abu Dzar, dan Huzaifah. Aku melakukan sholat lalu Abu Dzar berjalan untuk maju kemudian mereka berkata engkau sajalah, apakah mesti begitu mereka menyahut, 'Ya. Lalu saya maju mengimami mereka padahal saya seorang budak. Mereka mengajariku lalu berkata apabila engkau masuk ke tempat istrimu sholatlah dua rakaat kemudian memohon kepada Allah dari orang yang engkau masuki dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukan yang terdapat pada dirinya, seterusnya adalah urusanmu dan istrimu." (HR Abu Bakar bin Abu Saibah)
Bacaan Niat Sholat Sunnah Setelah Akad Nikah
Seperti sholat pada umumnya, sholat sunnah setelah akad nikah juga harus diawali dengan membaca niat sebagai berikut.
أَصَلَّى سُنَّةَ النِّكَاحِ رَكْنَ بَعْدِينَ اللَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnatannikaahi rak'ataini ba'diatan lillahi ta'allaa
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah setelah nikah dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Sunnah Setelah Akad Nikah
Berikut adalah tata cara melaksanakan sholat sunnah setelah akad nikah yang dijelaskan dalam buku Rahasia Keluarga Sakinah oleh Muhammad Khailid.
1. Niat
Niat dibaca masing-masing sebelum memulai sholat.
2. Menunaikan Sholat Dua Rakaat
Sholat dua rakaat dari takbir hingga salam seperti sholat pada umumnya dengan suami menjadi imam dan istri menjadi makmum di belakangnya.
3. Berdoa Memohon Kebaikan
Setelah sholat selesai, suami dianjurkan membaca doa memohon kebaikan, sebagai berikut ini.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Arab-latin: Allahumma innî as'aluka khairaha wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a'ûdzubika min syarriha wa syarrimâ jabaltahâ alaih.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya."
4. Berdoa Berlindung dari Godaan Setan
Pasangan suami istri dianjurkan berdoa sebelum melakukan hubungan intim agar dijauhkan dari godaan dan gangguan setan. Doa ini juga ditujukan untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Berikut bacaannya.
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنَّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Arab-latin: Bismillaah, Allaahumma jannibnash-Shaytaana, wa jannibish-Shaytaana maa razaqtanaa.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Doa ini didasarkan langsung pada sebuah hadits dari Ibnu 'Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca doa, 'dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami', kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan boleh mencelakakan anak tersebut selamanya." (HR Bukhari dan Muslim)
