Kisah Orang yang Bertanya kepada Rasulullah tentang Dosa yang Paling Besar

Kisah Orang yang Bertanya kepada Rasulullah tentang Dosa yang Paling Besar

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 10 Okt 2026 05:00 WIB
Ilustrasi percobaan bunuh diri.
Ilustrasi dosa besar. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT dengan fitrah yang seimbang. Di balik ibadah yang dilakukan, manusia juga tidak luput dari salah dan dosa. Perbuatan dosa inilah yang membuat manusia takut akan tergelincir ke dalam neraka. Ada suatu kisah orang yang bertanya kepada Rasulullah tentang dosa yang paling besar. Apa sajakah dosa tersebut?

Kisah tentang Dosa yang Paling Besar

Mengutip Sunan At-Tirmidzi Jilid 4 karya Imam At-Tirmidzi terdapat sebuah hadits hasan dari Abdullah bin Mas'ud. Ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dosa apa yang paling besar.

Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

"Yaitu menjadikan sekutu untuk Allah, padahal Dia telah menciptakanmu."

ADVERTISEMENT

Mendengar jawaban tersebut, Abdullah bin Mas'ud bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?"

Rasulullah SAW menjawab:

أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ

"Membunuh anakmu karena takut ia ikut makan bersamamu."

Jiwa manusia begitu berharga, terlebih darah daging sendiri. Namun Abdullah bin Mas'ud masih kembali bertanya, "Kemudian apa lagi?"

Nabi SAW menjawab:

أَنْ تَزْنِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ

"Berzina dengan istri tetanggamu."

Terkait tiga dosa ini juga tercantum dalam firman Allah SWT QS. Al-Furqan ayat 68:

وَالَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُوْنَۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًا ۙ

"Dan, orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Siapa yang melakukan demikian itu niscaya mendapat dosa."

Menyelami Tiga Dosa yang Menghancurkan Manusia

Selain kisah tersebut, ada hadits lain yang menjelaskan tiga dosa yang dapat menghancurkan manusia. Berikut bunyi haditsnya:

1. Syirik

Mengutip Kitab Al-Kaba'ir karya Imam Adz-Dzahabi, syirik menduduki puncak dosa karena merusak pondasi iman. Allah SWT menegaskan bahwa siapa pun yang mempersekutukan-Nya, maka surga diharamkan baginya dan tempat kembalinya adalah neraka (QS. Al-Ma'idah: 72).

Rasulullah SAW turut menjelaskan, masih di dalam kitab yang sama, beliau bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar? Yaitu syirik kepada Allah" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Menghilangkan Nyawa Seseorang

Dalam Kitab Al-Kaba'ir, Imam Adz-Dzahabi membawakan hadits dari Ibnu Buraidah bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Sungguh, membunuh seorang Mukmin lebih besar (dosanya) di sisi Allah daripada lenyapnya dunia" (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah).

Larangan membunuh anak karena takut miskin memperlihatkan bagaimana kekhawatiran akan harta mengalahkan kasih sayang orang tua. Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, ayat tersebut merangkai tiga prinsip hidup seorang muslim. Kalimat tauhid mengajarkan bahwa setiap makhluk memiliki hak hidup yang diberikan Allah..

Kita tidak berhak menghilangkan nyawa orang lain maupun diri sendiri. Hukum Islam melindungi harta, nyawa, dan ketertiban masyarakat. Penghilangan nyawa hanya dibenarkan melalui putusan hakim yang sah berdasarkan hukum qishash.

3. Berzina

Dosa ketiga adalah zina, terutama jika dilakukan dengan istri atau pasangan tetangga. Allah SWT melarang perbuatan tersebut dalam QS Al-Isra' ayat 32 yang artinya, "Janganlah kamu dekati zina; sungguh zina itu adalah suatu perbuatan keji. Suatu jalan yang buruk."

Bahkan dalam Kitab Al-Kaba'ir dijelaskan, keimanan seseorang dapat tercabut ketika ia berzina. Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Apabila seorang hamba berzina, maka keimanannya keluar darinya seolah seperti awan yang menaunginya. Jika ia meninggalkannya (bertaubat), maka keimanan akan kembali kepadanya." (HR. Bukhari & Muslim)

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menambahkan bahwa syariat Islam mengatur hubungan laki-laki dan perempuan melalui ikatan pernikahan demi menjaga kejelasan nasab dan kehormatan keluarga. Zina bukan hanya merusak moral jiwa, melainkan mengacaukan keturunan dan menimbulkan kekacauan sosial yang melipatgandakan siksaan di akhirat kelak.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads