Hari Jumat (Sayyidul Ayyam) adalah hari yang penuh keberkahan dan keutamaan bagi umat Islam. Selain diwajibkan menunaikan salat Jumat bagi kaum laki-laki, hari istimewa ini juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT.
Merujuk pada riwayat para ulama, terdapat beberapa bacaan doa dan zikir khusus yang sunnah dibaca seusai melaksanakan salat Jumat untuk memohon perlindungan, kecukupan rezeki, serta keselamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 Doa dan Zikir Hari Jumat Setelah Salat Jumat
Berikut adalah bacaan doa dan zikir yang bisa dibaca setelah salat Jumat:
1. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (7 Kali)
Dalam kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi, diriwayatkan dari Ibnu Sunni melalui Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa sesudah salat Jumat membaca qul huwallahu ahad, qul a'udzu birabbil falaq, dan qul a'udzu birabbinnas sebanyak 7 kali, niscaya Allah SWT akan melindunginya berkat bacaan itu dari keburukan hingga (salat) Jumat berikutnya."
Namun, hadits tersebut dinilai dhaif. Dianjurkan mengamalkannya dengan zikir lain yang berasal dari hadits shahih.
2. Membaca Doa Ya Ghaniyyu (4 Kali)
Sulaiman al-Bujairimi dalam kitabnya Tuhfatul Habib 'ala Syarhil Khatib menganjurkan untuk membaca doa ya ghaniyyu sebanyak empat kali. Adapun bacaannya, yaitu:
يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِىءُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ ، أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Ya ghaniyyu ya hamid, ya mubdi`u ya mu'id, ya rahimu ya wadudu, aghnini bi halalika 'an haramika wa bi tha'athika 'an ma'shiyatika wa bi fadhlika 'amman siwaka
Artinya: "Ya Tuhanku yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, yang Maha Memulai lagi Maha Kuasa Mengembalikan, yang Maha Penyayang lagi Maha Kasih, cukupkan aku oleh pemberian-Mu yang halal, bukan yang haram. Dan puaskan aku oleh kemurahan-Mu, bukan selain-Mu."
3. Membaca Doa Kebaikan dan Keselamatan
Merujuk hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah, doa ini dapat dipanjatkan untuk memohon ketentraman hati dan keselamatan dari segala mara bahaya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awraatii wa aamin raw'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhamatik an ughtala min tahtii
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh)."
4. Membaca Doa Memohon Keberkahan
أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة
Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuran, jumatan mubarakah
Artinya : "Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi."
5. Mengamalkan Doa Ampunan (Sayyidul Istighfar)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu." (HR Bukhari)
Rahasia Waktu Mustajab Doa di Hari Jumat
Mengutip kitab Zadul Ma'ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hari Jumat memiliki satu waktu istimewa (sa'atun ijabah) di mana setiap doa yang dipanjatkan seorang muslim tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Ibnu Qayyim menjelaskan dua pendapat terkuat mengenai waktu mustajab tersebut berdasarkan hadits shahih:
Pertama, antara duduknya imam hingga selesai salat. Waktu ini bertepatan saat khatib naik ke mimbar dan duduk di antara dua khutbah hingga salat Jumat selesai (HR Muslim).
Kedua, setelah salat Ashar sampai terbenam matahari. Menurut hadits, waktu di akhir siang hari Jumat, khususnya menjelang waktu magrib (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i).

Komentar Terbanyak
Makna Gunung Meletus dalam Islam, Benarkah Tanda Murka Allah?
Ramai Isu Larangan Hijab di Unhan, Ini Klarifikasi Kemhan
Kiai Sepuh NU Minta Semua Pihak Menjaga AHWA dari Pengondisian Politik