Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 Lengkap dengan Terjemahan

Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 Lengkap dengan Terjemahan

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 04 Agu 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Al-Quran.
Foto: Freepik
Jakarta -

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membaca Surat Al-Kahfi. Selain mendatangkan pahala, membaca Surat Al-Kahfi juga diyakini menjadi salah satu amalan yang dapat memberikan cahaya bagi seorang muslim serta menjadi perlindungan dari berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal.

Dalam hadits dari Abu Darda' RA, bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: "(sepuluh ayat terakhir) dari Surat Al-Kahfi." (HR Muslim dan Ahmad)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat Al-Kahfi sendiri merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 110 ayat dan tergolong sebagai surat Makkiyah. Sepuluh ayat pertamanya berisi pujian kepada Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, peringatan bagi orang-orang yang ingkar, kabar gembira bagi orang beriman, serta kisah para pemuda penghuni gua (Ashabul Kahfi) yang menjadi teladan dalam menjaga keimanan.

Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

Berikut bacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-10 lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

ADVERTISEMENT

1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Latin: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

2. قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

3. مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Latin: mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

5. مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Latin: mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Latin: fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Latin: innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

8. وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Latin: wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Artinya; Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering

9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi

Dirangkum dari buku Jum'ah Berkah Amalan-Amalan Dahsyat di Hari Jum'ah untuk Kemakmuran dan Keberkahan Hidup yang disusun M. Wildan Auliya, berikut beberapa keutamaan membaca Surat Al-Kahfi:

1. Dilindungi dari Dajjal

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan Surat Al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal." (HR Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan, "Barang siapa di antara kalian yang mendapatinya (Dajjal), hendaklah dia membacakan ayat-ayat pembuka Surat Al-Kahfi kepadanya, karena bacaan itu melindungi kalian dari fitnahnya (Dajjal tersebut)." (HR Abu Dawud)

2. Menjadi Cahaya di Hari Kiamat

Dari hadits Umar RA, disebutkan, "Siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat dan diampuni dosanya antara dua Jumat." (HR Abu Bakar bin Mardawaih)

3. Menjadi Cahaya

"Siapa yang membaca Surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi." (HR Ahmad)

Namun, hadits tersebut dinilai dhaif (lemah).

4. Diampuni Dosanya

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, dan akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan akan diampuni dosanya antara dua Jumat." (HR Abu Bakar bin Mardawaih)

Al-Mundziri mengatakan hadits tersebut sanadnya laa ba'sa bihi (tidak mengapa/boleh diterima). Namun, pendapat lain terutama pada redaksi "memancar cahaya dari bawah kaki sampai langit" dinilai lemah dan yang shahih dalam hal ini adalah riwayat "disinari cahaya di antara dua Jumat".

Wallahu a'lam.



(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads