Ternyata Hasil Sholat Istikharah Tak Selalu Datang Lewat Mimpi

Ternyata Hasil Sholat Istikharah Tak Selalu Datang Lewat Mimpi

Kristina - detikHikmah
Selasa, 14 Jul 2026 11:45 WIB
berdoa
Ilustrasi sholat istikharah. Foto: Getty Images/Rifka Hayati
Jakarta -

Pendapat populer di kalangan awam menyebut jawaban sholat istikharah akan datang lewat mimpi. Ternyata, menurut para ulama, hasil sholat istikharah tak selalu datang melalui media tersebut.

Dalam Islam, sholat istikharah adalah ibadah yang dilakukan untuk mohon petunjuk Allah SWT ketika dihadapkan pada kebimbangan. Menurut Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i susunan Syekh Alauddin Za'tari, sholat istikharah hukumnya sunnah bagi orang yang menginginkan suatu urusan.

Cara Mengetahui Jawaban Sholat Istikharah

Ada banyak tanda ketika sholat istikharah dijawab Allah SWT. Dijelaskan dalam Ar-Ru'ya: Misteri Mimpi-Mimpi dan Kaitannya dengan Akhirat oleh Brilly El-Rasheed, mimpi bukan satu-satunya jawaban Allah SWT sebagai hasil sholat istikharah kita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syekh Masyhur Hasan Salman dalam fatwanya, tidak ada hubungan antara sholat istikharah dengan mimpi. Mimpi tidak menjadi syarat dalam hasil sholat istikharah. Hanya saja, jika orang yang istikharah kemudian tidur dan bermimpi baik, bisa jadi ini adalah tanda baik baginya. Namun, ini bukanlah sebuah kepastian.

Para ulama menyebut tidak ada kaitannya antara istikharah dengan mimpi. Sehingga, seorang muslim tidak perlu galau jika sudah sholat istikharah tapi tidak mendapat mimpi apa pun.

ADVERTISEMENT

Jawaban sholat istikharah tidak terbatas pada mimpi. Bisa saja jawaban itu muncul melalui kemudahan dalam urusan terkait yang kita minta.

Imam an-Nawawi Al-Bantani berpendapat jawaban sholat istikharah bisa saja dengan melalui dibukakan hatinya untuk menerima atau melakukan hal yang diistikharahi. Sehingga dianjurkan memilih sesuatu yang condong pada hatinya. Jawaban sholat istikharah juga bisa datang lewat nasihat orang lain. Demikian seperti dijelaskan dalam buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim.

Tata Cara Sholat Istikharah

Sholat istikharah dilakukan sebanyak dua rakaat dengan niat istikharah atau mohon pilihan terbaik. Tata caranya sama seperti sholat pada umumnya. Kemudian, setelah selesai sholat dianjurkan membaca doa berikut sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. Dari Jabir RA, Nabi SAW bersabda:

"Apabila salah seorang kalian dirundung suatu masalah yang rumit, maka sholatlah dua rakaat, bukan sholat fardhu. Kemudian hendaklah ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku mohon kekuatan kepada-Mu berkat kekuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu berupa anugerah-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkaulah yang kuasa, dan aku tidak kuasa. Dan, sesungguhnya Engkau yang mengetahui, dan aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika menurut Engkau urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan berakibat baik, sekarang maupun nanti, maka tentukanlah ini bagiku, beri aku kemudahan padanya, kemudian berkahilah untukku. Dan, jika menurut Engkau urusan ini buruk untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan berakibat buruk, sekarang maupun nanti, maka palingkanlah ia dariku dan palingkan aku darinya. Tentukan untukku yang baik di mana pun hal itu berada, kemudian ridhailah aku." Jabir berkata; Sambil menyebutkan keperluannya." (Shahih Al-Bukhari, riwayat dari Jabir RA)

Doa Setelah Sholat Istikharah

Berikut bacaan doa sholat istikharah yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits di atas:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي

Allahumma inniy astakhiiruka bi 'ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal 'azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta'lamu wa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairul liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa 'aaqibati amriy" atau- 'Aajili amriy wa aajilihi -faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma'aasyiy wa 'aqibati amriy" atau- fiy 'aajili amriy wa aajilihi- fashrifhu 'anniy washrifniy 'anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsumm ar dhiniy.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku mohon kekuatan kepada-Mu berkat kekuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu berupa anugerah-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkaulah yang kuasa, dan aku tidak kuasa. Dan, sesungguhnya Engkau yang mengetahui, dan aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika menurut Engkau urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan berakibat baik, sekarang maupun nanti, maka tentukanlah ini bagiku, beri aku kemudahan padanya, kemudian berkahilah untukku. Dan, jika menurut Engkau urusan ini buruk untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan berakibat buruk, sekarang maupun nanti, maka palingkanlah ia dariku dan palingkan aku darinya. Tentukan untukku yang baik di mana pun hal itu berada, kemudian ridhailah aku."



(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads