7 Peristiwa Bulan Safar dalam Sejarah Islam

7 Peristiwa Bulan Safar dalam Sejarah Islam

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Kamis, 16 Jul 2026 08:45 WIB
Ilustrasi bulan Muharram.
Ilustrasi bulan Safar. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram. Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa bulan ini membawa kesialan.

Padahal, Rasulullah SAW telah menolak keyakinan tersebut. Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA, disebutkan sabda Rasulullah SAW:

"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sesuatu membawa sial hingga menghalangi seseorang beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah juga mencatat banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan Safar. Berikut beberapa di antaranya.

Peristiwa Penting pada Bulan Safar

1. Rasulullah SAW Menikah dengan Sayyidah Khadijah RA

Dalam buku Bekal Dai Kontemporer dari Al-Quran dan As-Sunnah As-Shahihah karya Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. al-Hafizh, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Khadijah RA pada bulan Safar.

ADVERTISEMENT

Peristiwa ini menjadi salah satu bukti bahwa bulan Safar bukan bulan yang harus dihindari untuk melangsungkan pernikahan. Pernikahan tersebut justru menjadi awal kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama istri yang selalu mendampingi perjuangan dakwah beliau.

2. Rasulullah SAW Menikahkan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib

Selain pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah RA, bulan Safar juga menjadi waktu berlangsungnya pernikahan Sayyidah Fatimah Az-Zahra dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Pernikahan putri Rasulullah SAW ini kembali memperlihatkan bahwa tidak ada larangan melangsungkan akad nikah pada bulan Safar.

3. Awal Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah

Tidak hanya menjadi saksi peristiwa pernikahan, bulan Safar juga menandai awal hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Para ulama menjelaskan bahwa beliau memulai perjalanan tersebut pada akhir bulan Safar. Bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, Rasulullah SAW singgah di Gua Tsur untuk menghindari kejaran kaum Quraisy sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

4. Perang Abwa, Perang Pertama dalam Islam

Pada bulan Safar pula, Rasulullah SAW memimpin Perang Abwa atau Waddan. Peristiwa ini tercatat sebagai perang pertama yang dipimpin langsung oleh beliau.

Meskipun tidak terjadi pertempuran besar, Perang Abwa menjadi awal berbagai ekspedisi kaum muslimin dalam menghadapi ancaman Quraisy.

5. Perang Khaibar

Beberapa tahun kemudian, bulan Safar kembali menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Perang Khaibar.

Dikutip dari buku Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, setelah kembali dari Hudaibiyah pada bulan Dzulhijjah, Rasulullah SAW menetap di Madinah selama beberapa hari pada bulan Muharram. Selanjutnya, pada bulan Safar tahun ketujuh Hijriah, beliau berangkat menuju Khaibar bersama sekitar 1.400 pasukan dan 200 pasukan berkuda.

Dalam peperangan tersebut, kaum muslimin berhasil menaklukkan sejumlah benteng terkenal, antara lain Benteng Naim, Qumush, Syiq, dan Nithah.

6. Ekspedisi Qutbah bin Amir bin Hadidah

Memasuki tahun kesembilan Hijriah, Rasulullah SAW kembali mengirim pasukan pada bulan Safar. Kali ini, beliau mengutus Qutbah bin Amir bin Hadidah, seorang sahabat dari kaum Anshar, menuju wilayah yang dihuni Suku Khats'am di dekat Bisyah dan Turabah.

Qutbah bin Amir memimpin 20 orang pasukan untuk menjalankan misi yang diperintahkan Rasulullah SAW.

7. Masuk Islamnya Amr bin Ash

Bulan Safar juga menjadi momen penting bagi Amr bin Ash. Pada bulan inilah ia menerima hidayah Allah SWT dan memeluk Islam.

Setelah menjadi muslim, Amr bin Ash dikenal sebagai salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang cerdas, pemberani, serta memiliki kemampuan memimpin pasukan dalam berbagai perjuangan Islam.



(inf/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads