Doa Masuk Kamar Mandi Lengkap dengan Adab dan Larangan di Dalamnya

Doa Masuk Kamar Mandi Lengkap dengan Adab dan Larangan di Dalamnya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 11:45 WIB
hand open toilet door bathroom.People with diarrhea problem concept
Ilustrasi kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/myibean
Jakarta -

Kamar mandi menjadi tempat yang sering dikunjungi dalam aktivitas harian untuk memenuhi hajat sekaligus menjaga kebersihan diri.

Namun, di balik fungsinya, Islam memandang bahwa kamar mandi merupakan tempat yang penuh dengan kotoran dan najis, sehingga menjadi tempat berkumpulnya setan.

Memanjatkan doa dan menjaga adab ketika di dalam kamar mandi bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud ikhtiar untuk membentengi diri dari gangguan setan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, berikut bacaan doa masuk kamar mandi lengkap dengan adab dan hal-hal yang dilarang di dalamnya.

Doa Masuk Kamar Mandi dan Artinya

Dikutip dari Buku Induk Doa & Zikir karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, dalam kitab Shahihain disebutkan sebuah hadits dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW ketika memasuki kamar mandi, ia membaca doa berikut:

ADVERTISEMENT

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبْثِ وَالخَبَائِثِ

Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā'its.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW apabila masuk kamar mandi ia membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الرِّجْسِ النَّجِسِ الخَبِيثِ المُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ

Allāhumma innī a'ūdzu bika minar-rijsin-najisil-khabīṡil-mukhbiṡisy-syaiṭānir-rajīm.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kotoran, najis, yang menjijikkan, dan yang menyebabkan kejijikan, yaitu setan yang terkutuk." (HR Ibnu Sinni, Ibnu Majah, Thabrani, dan Al-Hafizh)

Larangan Berzikir dan Berbicara di Kamar Mandi

Masih mengutip dari sumber yang sama, makruh hukumnya jika seseorang berzikir dan berbicara ketika sedang dalam keadaan buang hajat, baik di luar ruangan maupun di dalam kamar mandi.

Hal ini dilarang untuk semua zikir dan pembicaraan, terkecuali pembicaraan yang bersifat darurat.

Diriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar RA, ia bercerita:

مَرَّ رَجُلٌ بِالنَّبِيِّ وَهُوَ يَبُوْلُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Marra rajulun bin-nabiyyi wa huwa yabūlu fasallama 'alaihi, falam yarudda 'alaih.

Artinya: "Seorang lelaki yang lewat di dekat Nabi yang saat itu sedang buang air kecil, lalu lelaki itu mengucapkan salam kepadanya, maka beliau tidak menjawab salamnya itu." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Al-Muhtyir Ibnu Qunfudz RA, menceritakan hadits berikut:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُوْلُ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَلَمْ يَرُدَّ حَتَّى تَوَضَّأَ ، ثُمَّ اعْتَذَرَ إِلَيَّ وَقَالَ: إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ تَعَالَى إِلا عَلَى طُهْرٍ أَوْ قَالَ عَلَى طَهَارَةٍ

Ataitun-nabiyya ṣallallāhu 'alaihi wa sallama wa huwa yabūlu, fasallamtu 'alaihi, falam yarudda ḥattā tawaḍḍa'a, ṡumma'tażara ilayya wa qāla: Innī karihtu an ażkurallāha ta'ālā illā 'alā ṭuhrin, au qāla 'alā ṭahāratin.

Artinya: "Aku datang kepada Nabi ketika beliau sedang buang air kecil, lalu aku mengucapkan salam kepadanya, beliau tidak menjawab hingga selesai dari wudhunya, kemudian beliau meminta maaf kepadaku dan bersabda, 'Sesungguhnya aku tidak suka bila menyebut asma Allah melainkan dalam keadaan suci,' atau beliau bersabda, 'Berada dalam keadaan suci'." (HR Abu Daud, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Doa Istinja

Setelah selesai membuang hajat dan membersihkan kubul atau dubur dari najis, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa istinja. Dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut bacaan doa istinja:

اللَّهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِي مِنَ الْفَوَاحِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ

Allāhumma ḥassin farjī minal-fawāḥisy, wa ṭahhir qalbī minan-nifāq.

Artinya: "Ya Allah bersihkan farjiku dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq (kemunafikan)."

Adab Ketika di Dalam Kamar Mandi

Dalam buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, disebutkan beberapa adab ketika di dalam kamar mandi, antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca doa ketika masuk kamar mandi
  2. Mendahulukan kaki kiri
  3. Tidak menjawab salam ketika berada dalam kamar mandi
  4. Tidak berbicara, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, dan mengucapkan kalimat zikir, atau membawa lafadz Al-Qur'an
  5. Beristinja dengan menggunakan tangan kiri
  6. Ketika membuang hajat sebaiknya tidak menghadap kiblat
  7. Menghemat air (tidak mubazir)




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads