Doa Surat Yasin untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Doa Surat Yasin untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Jumat, 10 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi membaca doa surat Yasin untuk orang yang sudah meninggal. Foto: Getty Images/Tassii
Jakarta -

Membaca surat Yasin untuk orang tua yang sudah meninggal menjadi tradisi yang dilakukan banyak muslim Indonesia. Hal ini merupakan bakti seorang anak kepada orang tua, sekalipun dia telah meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, amalan ini sering kali diawali dengan doa sebelum membaca Yasin, kemudian dilanjutkan membaca surat Yasin, dan ditutup dengan doa setelah membacanya. Berikut panduan selengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Doa Surat Yasin

Dalam buku Dzikir Agung Para Wali Allah karya M.N. Ibad, sebelum membaca surat Yasin, umat Islam dianjurkan untuk tawasul terlebih dahulu. Tawasul dapat menjadikan wasilah memiliki kedudukan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Umumnya, bacaan tawasul berisi surah Al-Fatihah, zikir, wirid, hingga sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut bacaan selengkapnya:

ADVERTISEMENT

1. Pembukaan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Bismillahirahmanirrahim. Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu 'alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi syaiun lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

2. Bacaan Tawasul untuk Nabi, Sahabat, dan Orang-Orang Saleh

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِينَ وَجَمِيعِ المَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ خُصُوصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ الْفَاتِحَة

Tsumma ilaa hadhrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash-shalihina wash-shahabati wattaa bi'ina wal 'ulamaa-i wal mushannifina wa jami'il malaa ikatil muqarrabin khushushan sayyidnaa assyaikhi i'bdilqadir aljailani radhiyallahu 'anhu Al-Fatihah...

Artinya: "Selanjutnya, kami berdoa untuk seluruh sahabat dan keluarga Nabi, para wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat-sahabat Nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan yang terutama, kami menghaturkan doa Al-Fatihah untuk penghulu kami, Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Al-Fatihah..."

3. Bacaan Tawasul untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُورِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا أَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِحْ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ ...وَخُصُوصًا

Tsumma ilaa jamii'i ahlil-qubuuri minal-muslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati min masyaariqil-ardhi ilaa maghaaribihaa barrihaa wa bahrihaa khushushan abaa-inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikhi masyaayikhinaa wa limanij tama'naa hahunaa bisababihi wa khushusan (sebutkan nama orang tua yang sudah meninggal) Al-Fatihah...

Artinya: "Selanjutnya, kepada semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, doa ini kami tujukan untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk arwah (sebutkan nama orang tua yang sudah meninggal) Al-Fatihah..."

Setelah membaca kedua tawasul di atas, umat Islam dapat melanjutkannya dengan membaca surat Yasin ayat 1-83.

Doa Setelah Membaca Surat Yasin

Setelah selesai membaca surat Yasin, umat Islam dapat menutupnya dengan membaca doa. Dinukil dari buku Surat Yasin dan Tahlil karya Muhammad Abdul Karim, berikut teks bacaannya:

سُبْحْنَ الْمُفَرِّجِ عَنْ كُلِّ مَهْمُوْمٍ سُبْحْنَ الْمُنَفْسِ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ مَدْيُوْنٍ سُبْحَنَ مَنْ جَعَلَ خَزَائِنَهُ بَيْنَ الْكَافِ وَالنُّوْنِ إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ . فَسُبْحْنَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ. يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ فَرِّجْ يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ فَرِّجْ يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ فَرِّجْ فَرِّجْ عَنِّي هَمِّي وَغَمِّي فَرَجًا عَاجِلاً بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ . وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Subhaanal mufarriji 'an kulli mahmuum. Subhaanal munaffisi 'an kulli makruubin madyuun. Subhaana man ja'ala khazaa-inahu baynal kaafi wan nuun. Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. Fa subhaanal ladzii biyadihii malakuutu kulli syai-iw wa ilaihi turja'uun. Yaa mufarrijal hammi farrij, yaa mufarrijal hammi farrij, yaa mufarrijal hammi farrij. Farrij 'annii hammii wa ghammii farajan 'aajilan birahmatika yaa arhamar raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya: "Maha Suci Allah yang melapangkan setiap orang yang kesulitan, Maha Suci Allah yang menolong setiap orang yang kesusahan dan terlilit hutang, Maha Suci Allah yang telah menjadikan simpanan-Nya antara Kaaf dan Nuun -- "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."- Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Wahai yang melapangkan kesulitan, lapangkanlah! Lapangkanlah kesulitanku, kesusahanku dari diriku dengan kelapangan yang seketika dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara yang Mahakasih. Sholawat Allah dan kesejahteraan semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan sahabatnya."



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads