4 Cara Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dalam Islam

4 Cara Minta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dalam Islam

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 04 Apr 2026 07:00 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa. Foto: Freepik
Jakarta -

Cara minta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal menjadi hal yang sering dipertanyakan oleh umat Islam, terutama bagi mereka yang merasa belum sempat berbakti atau meminta maaf semasa orang tua masih hidup.

Dalam ajaran Islam, hubungan anak dan orang tua tidak terputus meskipun telah meninggal dunia. Hal ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

"Masih tetap ada bentuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia. Berdoa kepada Allah SWT agar diampuni keduanya (orang tua). Memenuhi janji mereka, menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarga orang tua yang pernah terjalin, dan memuliakan teman-teman dekat kedua orang tua kita." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Minta Maaf Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Berikut beberapa cara meminta maaf kepada orang tua yang telah meninggal dunia sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama RI.

1. Mendoakan Orang Tua

Dalam ajaran Islam, doa memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, seorang anak dianjurkan untuk terus memanjatkan doa bagi orang tua yang telah wafat agar mereka memperoleh keselamatan dan kebaikan di sisi Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Melalui doa tersebut, seorang anak dapat memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang tua semasa hidup. Doa juga menjadi bentuk penyesalan serta harapan agar Allah mengampuni dosa-dosa orang tua yang kini berada di alam barzakh.

Dalam kitab Tuhfatul Habib ala Khatib diceritakan kisah seorang anak yang merasa menyesal setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena semasa hidup belum sepenuhnya berbakti. Anak tersebut kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal yang dapat ia lakukan. Rasulullah SAW menyarankan agar ia senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.

Sebagai balasan atas ketulusannya, Allah SWT mencatatnya sebagai anak yang berbakti.

وَرُوِيَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنَ الْبَارِّينَ

Artinya: "Diceritakan bahwa ada seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya, padahal sebelumnya ia pernah berbuat durhaka terhadap keduanya. Setelah kehilangan mereka, ia berdoa kepada Allah, dan dengan itu, Allah menuliskannya sebagai anak yang berbakti."

2. Berusaha Menjadi Anak Saleh

Menjadi anak yang saleh juga termasuk salah satu cara untuk memohon maaf kepada orang tua yang telah wafat.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW

"Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim)

Anak yang saleh adalah mereka yang berupaya menjalankan ajaran agama dengan baik, menaati nasihat orang tua, serta menjalani kehidupan sesuai dengan jalan yang diridhai Allah SWT.

Kesalehan tersebut tidak berhenti meskipun orang tua telah meninggal dunia. Seorang anak tetap dapat menunjukkan bakti dengan terus mendoakan, melaksanakan pesan yang pernah disampaikan, serta menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sahabat orang tua.

3. Bersedekah atas Nama Orang Tua

Amalan lain yang dianjurkan adalah bersedekah atas nama orang tua yang telah wafat. Sedekah ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membantu pembangunan fasilitas umum, menyediakan sumber air, mendirikan lembaga pendidikan, atau menyumbangkan mushaf Al-Qur'an.

Sedekah yang diniatkan untuk orang tua dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi mereka. Amalan ini diharapkan dapat meringankan hisab di akhirat sekaligus menjadi ungkapan permohonan maaf seorang anak.

Dalam kitab Irsyadul 'Ibad, Syekh Zainuddin Al Malibari menjelaskan perkataan Ibnu Umar bahwa menghadiahkan pahala kepada orang tua melalui sedekah, baik saat mereka masih hidup maupun setelah wafat, diperbolehkan dalam Islam. Pahala tersebut tetap sampai kepada mereka meskipun yang melakukannya adalah anaknya.

"Tidak ada kendala bagi kalian untuk memberikan sedekah sunnah karena Allah SWT dengan tujuan membagikan pahala sedekah tersebut kepada kedua orang tua, asalkan keduanya beragama Islam. Dengan demikian, pahala dari sedekah tersebut akan menjadi milik kedua orang tua, dan si pemberi sedekah akan memperoleh pahala sebagaimana kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala yang diperoleh kedua orang tuanya."

4. Melakukan Ziarah Kubur

Ziarah kubur juga termasuk amalan yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk mengenang sekaligus memohonkan ampun bagi orang tua yang telah meninggal dunia.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Barang siapa yang menjenguk makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, pasti Allah mengampuni dosanya. Ia juga dianggap sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya."

Melalui ziarah kubur, seorang anak dapat mendoakan orang tua secara langsung di makam sekaligus mengingatkan diri tentang kehidupan akhirat.

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dikutip dari buku Keajaiban Doa & Ridho Ibu karya Mutia Mutmainnah, terdapat doa yang dapat diamalkan untuk kedua orang tua yang telah meninggal dunia sebagai bentuk bakti dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Pendek

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin: Allahummaghfir lī dzunūbī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua ibu ayahku dan limpahkan kasih sayang-Mu kepada keduanya, sebagaimana mereka berdua dulu menyayangiku sewaktu masih kecil."

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal Versi Panjang

Selain doa singkat, terdapat pula doa yang lebih panjang yang dapat dipanjatkan untuk kedua orang tua sekaligus kaum muslimin dan muslimat secara umum.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi 'alaynā.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."

Doa tersebut kemudian dapat dilanjutkan dengan permohonan ampunan dan rahmat bagi ahli kubur.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رسُولُ اللهِ

Latin: Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa 'afihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli la ilaha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."

Sebagai penutup, umat Islam dapat melengkapi doa tersebut dengan membaca doa sapu jagat, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta membaca surah Al-Fatihah.



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads