6 Hadits Perintah Menutup Aib Sesama Muslim dan Penjelasannya

6 Hadits Perintah Menutup Aib Sesama Muslim dan Penjelasannya

Tia Kamilla - detikHikmah
Jumat, 10 Apr 2026 17:45 WIB
Ilustrasi diam
Ilustrasi menutup aib. Foto: Getty Images/iStockphoto/AaronAmat
Jakarta -

Menutup aib sesama muslim adalah sikap yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits.

Ada sejumlah hadits yang menjelaskan perintah menutup aib orang lain. Selain itu, dijelaskan juga keutamaan bagi orang yang menjaga aib sesama muslim. Berikut hadits perintah menutup aib beserta penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadits Perintah Menutup Aib Sesama Muslim

Setiap muslim dianjurkan menutup aib orang lain, bahkan jika kesalahan itu besar, kecuali dalam beberapa kondisi. Pertama, jika perbuatan dosa dilakukan secara terang-terangan dan pelaku membanggakan perilaku buruknya.

Kedua, pelaku mengerjakan dosa di depan orang banyak dan mereka tahu. Terakhir, perbuatan dosa sudah menyebar luas di masyarakat. Hal ini dijelaskan dalam buku As-Suluk Al-Ijtima'i (Fikih Sosial): Membangun Masyarakat Berperadaban Islami oleh Syaikh Hasan Ayyub.

ADVERTISEMENT

Adapun beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang pentingnya menutup aib sesama muslim sebagai berikut:

Hadits Pertama

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR Muslim)

Hadits Kedua

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa saja yang melihat satu aib lalu ia menyembunyikannya, maka ia sama dengan menghidupkan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup." (HR Muslim)

Hadits Ketiga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Jika seseorang budak wanita berzina dan zinanya itu terbukti, maka hendaklah ia didera sebagai hadd, dan janganlah ia diolok-olok. Kemudian jika ia berzina untuk kedua kalinya maka hendaknya ia didera sebagai hadd, dan janganlah ia diolok-olok. Kemudian jika ia berzina untuk ketiga kalinya, maka hendaklah ia dijual sekalipun dengan harga sebanding dengan seutas tali dri rambut." (Muttafaq'alaih)

Hadits Keempat

Selain itu, terdapat juga riwayat lain, dari Abu Hurairah RA, ia berkata:

"Nabi SAW didatangi para sahabatnya dengan membawa seorang laki-laki yang telah minum arak. Kemudian beliau bersabda, 'Pukullah ia!' Abu Hurairah berkata, 'Di antara kami ada yang memukul orang itu dengan tangannya, ada pula yang memukulnya dengan terompahnya, bahkan ada yang memukulnya dengan pakaiannya. Setelah orang itu pergi, maka di antara kaum itu berkata, 'Semoga engkau dihinakan oleh Allah'. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah berkata demikian! Janganlah kalian memberikan pertolongan kepada setan untuk menggodanya'." (HR Bukhari)

Hadits Kelima

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Ia tidak boleh menzaliminya dan membiarkannya celaka. Siapa yang menanggung kebutuhan saudaranya, Allah menanggung kebutuhannya. Siapa yang meringankan kesulitan seorang muslim, Allah memudahkan baginya satu kesulitan pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah menutupi aibnya pada hari kiamat." (HR Muslim)

Hadits Keenam

Dalam Riyadhus Shalihin Imam An-Nawawi terdapat hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap umatku dimaafkan, kecuali orang-orang yang menampak-nampakkan kejahatannya sendiri. Di antara perbuatan menampakkan keburukan sendiri adalah melakukan suatu perbuatan di waktu malam, kemudian di pagi harinya Allah telah menutupi keburukannya itu, namun ia berkata, 'Hai fulan, aku tadi malam berbuat demikian dan demikian.' Di malam harinya Allah telah menutupi celanya, namun di pagi harinya ia membuka tabir Allah padanya." (Muttafaq 'Alaih)

Perintah Menutup Aib dalam Al-Qur'an

Salah satu dalil perintah untuk menutup aib orang lain ada di dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 19, Allah SWT berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan larangan menyebarkan berita yang tidak patut disebarkan. Orang-orang yang menyebarkan perbuatan keji dan memalukan, seperti zina, di kalangan orang-orang mukmin muhsan baik laki-laki maupun perempuan akan mendapat hukuman di dunia dan di akhirat.

Alasan Harus Menutupi Aib Orang Lain

Syaikh Abu Abdurrahman Ridha dalam Adabus Salaf fi At-Ta'amul ma'a An-Nas menjelaskan, menyebarkan kabar buruk tentang orang beriman sama dengan menyakiti hati mereka dan menyingkap aib mereka.

Ia juga menukil Ibnul Jauzi dalam Adz-Dzail ala Thabaqah Al-Hanabilah yang menceritakan, Ibnu Hurairah pernah berkata kepada sebagian dai:

"Bersungguh-sungguhlah menutupi aib orang yang bermaksiat, karena menampakkan maksiat mereka di hadapan publik adalah cacat dan dosa bagi kaum muslimin. Sedangkan hal yang paling diutamakan adalah menutupi kekurangan-kekurangan itu."

Doa agar Allah SWT Menutup Aib

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيةَ في الدُّنْيَا وَالآخرةِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْراتي وَآمِنْ رَوْعَاي، اللهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمَنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awraatii wa aamin raw'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhamatik an ughtala min tahtii.

Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu afiat di dunia dan akhirat, Ya Allah, aku mohon ampunan dan afiat dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah aibku dan berilah aku keamanan dari segala rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari arah keamanan dari segala rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari arah depanku, di belakangku, dari kanan dan kiriku serta di atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari dibenamkan ke dalam bumi. (HR Ahmad dan lainnya.)




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads