Kumandang azan merupakan panggilan kemenangan sekaligus penanda masuknya waktu salat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjawab seruannya, kita dianjurkan untuk membaca doa setelah azan.
Pentingnya azan ditegaskan dalam sebuah hadis dari Malik bin Al Huwairits, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila waktu salat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian azan (untuk salat waktu itu). Dan hendaklah yang tertua di antara kalian yang bertindak sebagai imam bagi kalian." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai bacaan doa setelah azan beserta dalilnya.
Bacaan Doa Setelah Azan
Merujuk pada buku Dahsyatnya Adzan karya M. Syukron Maksum, berikut adalah bacaan doa setelah azan lengkap dengan latin dan artinya.
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Arab latin: "Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtah, innaka la tukhliful mi'ad."
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."
Jaminan Syafaat bagi yang Membacanya
Mengamalkan doa ini memiliki ganjaran yang luar biasa. Dalam hadis yang dikabarkan oleh Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW menjanjikan syafaat bagi siapa saja yang membacanya:
"Barangsiapa setelah mendengar azan mengucapkan doa: 'Al-loohumma robba haadzihid da'watit taammah, wash sholaatil khoo imah, aati sayyidana Muhammadanil wasiilata wal fadlilah, wasy syarofa wadd- arojatal 'aaliyatar rofii'ah, wab'atshu maqoomal mahmuudanil ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful mii'aad' (Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini dan pemilik salat yang didirikan, berilah junjungan kami Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, derajat yang tinggi, dan tempatkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan. Sesungguhnya Engkaulah ya Allah, Dzat yang tidak akan mengubah janji), maka wajib baginya syafa'at pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud).
Keistimewaan Berdoa di Antara Azan dan Iqamat
Waktu di antara azan dan iqamat adalah salah satu waktu paling mustajab (dikabulkan doa). Mengutip buku Fikih Sunnah - Jilid 1 karya Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW memberikan motivasi kepada umatnya untuk memperbanyak permohonan di jeda waktu tersebut.
"Doa yang dipanjatkan di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.." (HR Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi).
Dia mengatakan bahwa hadis di atas hasan dan shahih. Anas menambahkan, para sahabat bertanya, apa yang mesti kami ucapkan, wahai Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab, "Mintalah kepada Allah kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
Dari Abdulah bin Umar, bahwasanya seseorang berkata kepada Rasulullah, sesungguhnya orang yang mengumandangkan azan memiliki kelebihan daripada antara kami. Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Ucapkan sebagaimana yang dia ucapkan. Dan jika telah selesai, mintalah, maka permintaanmu akan dikabulkan." (HR Ahmad dan Abu Daud).
Sahal bin Sa'ad berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Ada dua perkara yang tidak akan ditolak; doa ketika (selesai) azan, dan doa dalam keadaan terjepit, yaitu ketika sebagian orang saling menyerang antara yang satu dengan yang lain." (HR Abu Daud dengan sanad yang shahih).
Dengan demikian, membaca doa setelah azan adalah amalan ringan dengan pahala yang besar, termasuk jaminan syafaat dari Rasulullah SAW. Ketika memahami makna dan menjaga adab saat azan berkumandang, kita membuka pintu keberkahan dalam ibadah salat kita.
Wallahu a'lam.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi