Adzan merupakan panggilan yang menandai masuknya waktu salat fardhu bagi umat Islam. Di balik lantunan adzan yang berkumandang lima kali sehari, terdapat adab dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya membaca doa sebelum adzan.
Meski tidak sepopuler doa setelah adzan, doa sebelum adzan memiliki keutamaan tersendiri sebagai bentuk persiapan hati dalam menyambut ibadah salat.
Lantas, adakah doa khusus sebelum adzan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Doa Sebelum Adzan
Dalam literatur fikih dan hadits, tidak ditemukan satu doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan sebagai doa sebelum adzan dengan redaksi tertentu. Namun, waktu menjelang adzan termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.
Para ulama menjelaskan sebelum adzan adalah momen transisi dari kesibukan dunia menuju panggilan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara spiritual dengan memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT.
Merujuk buku Terbakar Kumandang Azan karya Tusni A. Ghazali, disebutkan sebuah riwayat dari Sunan Abu Dawud yang menjelaskan praktik membaca doa sebelum adzan pada masa Rasulullah SAW.
Riwayat tersebut menceritakan Ummu Zaid bin Tsabit, seorang perempuan dari suku Bani Najjar, yang memiliki rumah tertinggi di sekitar Masjid Nabawi. Setiap menjelang subuh, Bilal bin Rabah RA naik ke rumah tersebut untuk menunggu terbitnya fajar.
Setelah fajar terlihat, Bilal RA terlebih dahulu membaca doa, "Ya Allah, saya memuji-Mu dan memohon pertolongan-Mu agar orang-orang Quraisy dapat menegakkan agama-Mu," sebelum mengumandangkan adzan Subuh. Doa ini disebut selalu dibaca dan tidak pernah ditinggalkan oleh Bilal RA.
Imam Abu Dawud menilai hadits ini sebagai hadits shahih. Para ulama hadits menjadikannya sebagai dalil kebolehan membaca doa sebelum adzan. Sebab, Rasulullah SAW tidak menegur atau melarang Bilal RA atas amalan tersebut, yang menunjukkan bahwa praktik itu dibenarkan.
Doa Sebelum Adzan dalam Arab, Latin, dan Artinya
Dikutip dari buku Panduan Praktik Ibadah karya Yudi Irfan Daniel dan Shabri Shaleh Anwar, berikut doa yang dapat diamalkan sebelum adzan:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلهَ إلا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللهُ يَا كَرِيم.
Arab-latin: Subhanallah walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim. Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammadin. Allahumma ya Karim.
Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad. Ya Allah, wahai Yang Maha Mulia."
Doa Setelah Adzan
Berbeda dengan doa sebelum adzan, maka doa setelah adzan termasuk dalam ibadah sunnah. Setiap muslim yang mendengar kumandang adzan, disunnahkan mengucapkan atau menjawab adzan tersebut.
Mengutip buku Fiqih Bacaan Shalat: Disertai dengan Faedah-faedah Penting yang Berhubungan Dengannya karya Abu Khaira Sumarna, berikut bacaan doa setelah adzan:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد
Arab-latin: Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."
Ada doa khusus yang dibacakan saat adzan Maghrib dan Subuh. Berikut ini adalah tambahan bacaan untuk adzan Maghrib:
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ
Arab-latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du'aika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku."
Sementara itu, bacaan doa adzan Subuh berbunyi:
اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي
Arab-latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du'aaika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan