- Apa Itu Doa Sebelum Salam?
- Dalil Anjuran Doa Sebelum Salam
- Doa Sebelum Salam yang Dianjurkan Rasulullah SAW 1. Doa Sebelum Salam agar Terhindar dari Fitnah Dajjal 2. Doa Sebelum Salam agar Terbebas dari Utang 3. Doa Sebelum Salam Mohon Diampuni Segala Dosa 4. Doa Sebelum Salam untuk Tobat dan Mohon Rahmat 5. Doa Sebelum Salam Memohon Perlindungan di Masa Tua
- Bacaan Tahiyat Akhir Sebelum Salam
Doa sebelum salam adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam salat. Waktu ini dilakukan setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum mengucapkan salam sebagai penutup salat.
Dalam ajaran Islam, momen sebelum salam disebut sebagai waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu ini untuk memohon ampunan, kebaikan hidup, serta harapan dunia dan akhirat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa itu doa sebelum salam dan bagaimana bacaan doanya? Berikut ulasannya.
Apa Itu Doa Sebelum Salam?
Doa sebelum salam adalah doa yang dibaca menjelang akhir salat, tepat setelah tasyahud akhir dan sebelum salam ke kanan dan kiri. Pada momen ini, seseorang masih berada dalam keadaan salat sehingga doa yang dipanjatkan dianjurkan untuk dibaca dengan khusyuk.
Para ulama menganjurkan memanjatkan doa pada saat tasyahud akhir, sebelum salam. Muslim boleh berdoa kepada Allah SWT untuk meminta berbagai kebaikan, baik urusan dunia maupun akhirat.
Dianjurkan pula membaca doa-doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, terutama doa yang beliau panjatkan sebelum salam. Meski demikian, berdoa untuk keperluan hidup sehari-hari juga diperbolehkan.
Dalil Anjuran Doa Sebelum Salam
Anjuran berdoa sebelum salam dijelaskan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud RA. Rasulullah SAW bersabda setelah mengajarkan tasyahud:
ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنْ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ
Artinya: "Kemudian dia memilih permintaan doa yang dia kehendaki." (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa setelah tasyahud akhir, seorang muslim diberi kesempatan untuk memanjatkan doa sesuai kebutuhannya sebelum menutup salat dengan salam.
Selain itu, Rasulullah SAW pernah menjelaskan waktu doa yang paling didengar oleh Allah SWT.
Dari Abu Umamah RA bahwa Rasulullah SAW ditanya, "Doa seperti apa yang paling didengar?" Jawab Nabi SAW, "Doa di pertengahan malam terakhir dan di dubur salat wajib." (HR Tirmidzi)
Hadits di atas menjadi dasar anjuran memperbanyak doa sebelum salam ketika menunaikan salat wajib.
Doa Sebelum Salam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengutip buku Fiqih Bacaan Shalat karya Abu Khaira Sumarna, berikut beberapa doa sebelum salam yang dicontohkan Rasulullah SAW.
1. Doa Sebelum Salam agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan, seperti siksa neraka, siksa kubur, serta fitnah kehidupan dan kematian. Berikut bacaan doanya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ
Latin: Allahumma innī a'ūdzu bika min 'adhābi jahannam, wa min 'adhābil qabri, wa min fitnatil maḥyā wal-mamāt, wa min sharri fitnatil masīhi d-dajjāl.
Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal."
Dasar doa ini berasal dari hadits berikut,
"Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian tasyahud, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dan berdoa 'Allahumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wal mamaat wamin syarri fitnatil masiihid dajjal' (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal)." (HR Muslim)
2. Doa Sebelum Salam agar Terbebas dari Utang
Selain memohon perlindungan dari siksa, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk meminta perlindungan dari dosa dan beban hutang. Berikut lafaz doa yang bisa dibaca,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
Latin: Allahumma innī a'ūdzu bika min 'adhābil qabri, wa a'ūdzu bika min fitnatil masīhi d-dajjāl, wa a'ūdzu bika min fitnatil maḥyā wal-mamāt. Allahumma innī a'ūdzu bika minal ma'tsami wal-maghram.
Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah masih ad dajjal, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, saya berlindung kepada-Mu dari dosa dan pengaruh utang." (HR Muslim)
3. Doa Sebelum Salam Mohon Diampuni Segala Dosa
Doa sebelum salam ini mengajarkan umat Islam untuk memohon ampunan atas seluruh dosa, baik yang disengaja maupun tidak, yang tampak maupun tersembunyi. Bunyi doanya yaitu,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahummaghfir lī mā qaddamtu wa mā akhartu wa mā asrartu wa mā a'lantu wa mā asraftu wa mā anta a'lamu bihi minnī. Antal-muqaddimu wa antal-mu'akhkhiru lā ilāha illā anta.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang lama dan yang baru yang tersembunyi dan nyata, yang aku lakukan keterlaluan dan engkau lebih tahu daripadaku. Engkaulah yang memajukan dan memundurkan. Tidak ada Ilah selain Engkau." (HR Muslim)
4. Doa Sebelum Salam untuk Tobat dan Mohon Rahmat
Melalui doa sebelum salam ini, Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya mengakui kesalahan diri sendiri dan berharap sepenuhnya pada ampunan serta rahmat Allah SWT. Adapun bacaan doanya yaitu,
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Latin: Allahumma innī żalamtu nafsī żulman katsīran wa lā yaghfirudz-dzunūba illā anta faghfir lī maghfiratan min 'indika warḥamnī innaka antal ghaffūrur raḥīm.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi- Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR Bukhari)
Dasar doa ini berasal dari hadits Rasulullah SAW. Hadits ini menjelaskan bahwa doa tersebut diajarkan langsung oleh Nabi kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA untuk dibaca saat salat.
"Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radliyallahu 'anhu, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Ajarkanlah aku suatu doa yang bisa aku panjatkan saat salat!' Maka beliau pun berkata:'Bacalah: Allahumma innii dhalamtu nafsii dhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim (Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)'." (HR Bukhari No 790)
5. Doa Sebelum Salam Memohon Perlindungan di Masa Tua
Doa sebelum salam ini berisi permohonan agar dijauhkan dari sifat lemah, kondisi pikun, serta berbagai cobaan dunia dan akhirat. Berikut bacaan doanya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Latin: Allahumma innī a'ūdzu bika minal jubni, wa a'ūdzu bika an uradda ilā ardhalil 'umuri, wa a'ūdzu bika min fitnatid-dunyā, wa a'ūdzu bika min 'adzābil qabri.
Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia (pikun) dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur." (HR Bukhari)
Bacaan Tahiyat Akhir Sebelum Salam
Umat Islam juga perlu mengamalkan bacaan tahiyat akhir. Bacaan ini dibaca setelah tasyahud akhir dan sebelum salam ke kanan dan kiri.
Berikut bacaan tahiyat akhir sebagaimana dikutip dari kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 2 karya Prof. Wahbah Az-Zuhaili terbitan Gema Insani:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله
اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي مُحَمّدْ وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
Latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alainaa wa'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.
Allahhumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik 'alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya:"Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."

Komentar Terbanyak
Menbud Tetapkan Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME, MUI Pertanyakan Urgensinya
Mesir dan Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ , Jaga Nilai Masyarakat Setempat
Kisah Keajaiban Sedekah 6 Dirham Sayyidina Ali Dibalas 50 Kali Lipat