Setelah menunaikan sholat, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan dzikir. Amalan ini menjadi penutup ibadah yang menyempurnakan sholat sekaligus sarana untuk mengingat Allah SWT. Amalan ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 103,
ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ ŲŲØļŲŲŲØĒŲŲ Ų Ø§ŲØĩŲŲŲŲ°ŲØŠŲ ŲŲØ§Ø°ŲŲŲØąŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØ§Ų ŲØ§ ŲŲŲŲŲØšŲŲŲØ¯Ųا ŲŲŲØšŲŲŲ°Ų ØŦŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲ Ų Û ŲŲØ§ŲØ°ŲØ§ Ø§ØˇŲŲ ŲØŖŲŲŲŲŲØĒŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ Ø§ŲØĩŲŲŲŲ°ŲØŠŲ Û Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲØĩŲŲŲŲ°ŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØĒŲ°Ø¨ŲØ§ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲØĒŲØ§
Fa iÅŧÄ qaá¸aitumuášŖ-ášŖalÄta faÅŧkurullÄha qiyÄmaw wa qu'ÅĢdaw wa 'alÄ junÅĢbikum, fa iÅŧaášma'nantum fa aqÄĢmuášŖ-ášŖalÄh(ta), innaášŖ-ášŖalÄta kÄnat 'alal-mu'minÄĢna kitÄbam mauqÅĢtÄ(n).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."
Urutan Dzikir Setelah Sholat
Penting untuk umat Islam memahami urutan dzikir setelah sholat yang benar sesuai sunnah. Berikut urutan dzikir yang dapat diamalkan setelah menunaikan sholat wajib mengacu buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustadz Arif Rahman.
1. Membaca Istighfar 3 kali dan Doa Allahumma Antas Salam
ØŖŲØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲ (3) اŲŲŲŲŲŲŲ
ŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų
ŲØ ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų
Ų ØĒŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ŲŲØ§ Ø°ŲØ§ اŲŲØŦŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ŲŲØĨŲŲŲØąŲاŲ
Ų
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah. Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.
Artinya: "Aku minta ampun kepada Allah," (3x). "Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Rabb Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."
2. Membaca Kalimat Tahlil
ŲØ§Ų ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲØąŲØ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲØ§ Ų ŲØ§ŲŲØšŲ ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲØšŲØˇŲŲŲØĒŲØ ŲŲŲŲØ§ Ų ŲØšŲØˇŲŲŲ ŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲŲŲØšŲØĒŲØ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØšŲ Ø°ŲØ§ اŲŲØŦŲØ¯ŲŲ Ų ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲØ¯ŲŲ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thoyta wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: "Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal salihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan)."
3. Membaca Laa Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lahu
ŲØ§Ų ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲØąŲ. ŲŲØ§ ØŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲØŠŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲ Ø ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØšŲØ¨ŲØ¯Ų ØĨŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲØ§ŲŲØ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØšŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØļŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ§ØĄŲ اŲŲØŲØŗŲŲŲØ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ Ų ŲØŽŲŲŲØĩŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ŲŲØąŲŲŲŲŲ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na'budu illa iyyaah. Lahun ni'mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
Artinya: Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.
4. Membaca "Allahumma a'inni 'ala dzikrika..."
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØŖŲØšŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø°ŲŲŲØąŲŲŲ ŲŲØ´ŲŲŲØąŲŲŲ ŲŲØŲØŗŲŲŲ ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯ŲØĒŲŲŲ
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika
Artinya: Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.
5. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil
ØŗŲØ¨ŲØŲاŲŲ Ø§ŲŲŲ (33)
اŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲ (33 )
اŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ (33 )
ŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ
ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲ
ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ŲŲØ¯ŲŲØąŲ
Subhanallah (33x)
Alhamdulillah (33x)
Allahu akbar (33 x)
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir.
Artinya: Maha Suci Allah (33x)
segala puji bagi Allah (33x)
Allah Maha Besar (33x)
Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.
6. Membaca Ayat Kursi
ØŖØšŲŲØ°Ų Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲØˇŲاŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲØ ŲŲØ§ ØĒŲØŖŲØŽŲØ°ŲŲŲ ØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲ Ų Ø ŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ§ØĒŲ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲŲØŖŲØąŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø°ŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲ ŲŲØ´ŲŲŲØšŲ ØšŲŲŲØ¯ŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲŲØ ŲŲØšŲŲŲŲ Ų Ų ŲØ§ بŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲØ§ ØŽŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲØ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØŲŲØˇŲŲŲŲ Ø¨ŲØ´ŲŲŲØĄŲ Ų ŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ بŲŲ ŲØ§ Ø´ŲØ§ØĄŲØ ŲŲØŗŲØšŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲØ§ŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲŲØŖŲØąŲØļŲØ ŲŲŲŲØ§ ŲŲØĻŲŲØ¯ŲŲŲ ØŲŲŲØ¸ŲŲŲŲ ŲØ§Ø ŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲظŲŲŲ Ų
Allahu laa ilaaha illaa huwai hayyul qayyuum, laa ta'khudzuhu sinatuw wa laa nauum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi'idznihi ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai'im min 'ilmihi illa bi maa syaa', wa si'a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar." (QS. Al-Baqarah: 255) (dibaca 1 kali).
7. Membaca Surah Al-Ikhlas 3 Kali
Setelah membaca Ayat Kursi, dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali. Adapun bunyi surah Al Ikhlas adalah sebagai berikut,
Ayat 1
ŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲØŲØ¯ŲÛ
Qul huwallÄhu aá¸Ĩad(un).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa."
Ayat 2
اŲŲŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲØĩŲŲŲ ŲØ¯ŲÛ
AllÄhuášŖ-ášŖamad(u).
Artinya: "Allah tempat meminta segala sesuatu."
Ayat 3
ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲØ¯ŲÛ
Lam yalid wa lam yÅĢlad.
Artinya: "Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
Ayat 4
ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØŲØ¯Ų
Wa lam yakul lahÅĢ kufuwan aá¸Ĩad(un).
Artinya: "Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
8. Membaca Surah Al-Falaq 3 Kali
Kemudian, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Falaq dari ayat 1-5. Berikut adalah bunyi surah Al-Falaq,
Ayat 1
ŲŲŲŲ Ø§ŲØšŲŲŲØ°Ų Ø¨ŲØąŲبŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲŲÛ
Qul a'ÅĢÅŧu birabbil-falaq(i).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh).'"
Ayat 2
Ų ŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲ Ų ŲØ§ ØŽŲŲŲŲŲÛ
Min syarri mÄ khalaq(a).
Artinya: "Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,"
Ayat 3
ŲŲŲ ŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲ ØēŲØ§ØŗŲŲŲ Ø§ŲØ°Ųا ŲŲŲŲØ¨ŲÛ
Wa min syarri gÄsiqin iÅŧÄ waqab(a).
Artinya: "Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,"
Ayat 4
ŲŲŲ ŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ°ØĢŲ°ØĒŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲŲŲØ¯ŲÛ
Wa min syarrin-naffÄᚥÄti fil-'uqad(i).
Artinya: "Dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),"
Ayat 5
ŲŲŲ ŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲ ØŲØ§ØŗŲØ¯Ų Ø§ŲØ°Ųا ØŲØŗŲØ¯Ų
Wa min syarri á¸ĨÄsidin iÅŧÄ á¸Ĩasad(a).
Artinya: "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
9. Membaca Surah An-Nas 3 Kali
Umat Islam dianjurkan juga membaca surah An-Nas sebanyak 3 kali sebagai dzikir setelah sholat sesuai sunnah Rasulullah SAW. Berikut bacaannya,
Ayat 1
ŲŲŲŲ Ø§ŲØšŲŲŲØ°Ų Ø¨ŲØąŲبŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲÛ
Qul a'ÅĢÅŧu birabbin-nÄs(i).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia,'"
Ayat 2
Ų ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲÛ
Malikin-nÄs(i).
Artinya: "Raja manusia,"
Ayat 3
اŲŲŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲÛ
IlÄhin-nÄs(i).
Artinya: "Sembahan manusia."
Ayat 4
Ų ŲŲŲ Ø´ŲØąŲŲ Ø§ŲŲŲŲØŗŲŲŲØ§ØŗŲ ÛÛ Ø§ŲŲØŽŲŲŲŲØ§ØŗŲÛ
Min syarril-waswÄsil-khannÄs(i).
Artinya: "Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi."
Ayat 5
اŲŲŲØ°ŲŲŲ ŲŲŲŲØŗŲŲŲØŗŲ ŲŲŲŲ ØĩŲØ¯ŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲØ§ØŗŲÛ
AllaÅŧÄĢ yuwaswisu fÄĢ ášŖudÅĢrin-nÄs(i).
Artinya: "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"
Ayat 6
Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ØŗŲ
Minal jinnati wan-nÄs(i).
Artinya: "Dari (golongan) jin dan manusia."
10. Membaca Doa Meminta Ilmu yang Bermanfaat
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĨŲŲŲŲŲ ØŖŲØŗŲØŖŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØ§ŲŲØšŲØ§Ø ŲŲØąŲØ˛ŲŲŲØ§ ØˇŲŲŲŲØ¨ŲØ§Ø ŲŲØšŲŲ ŲŲØ§Ų Ų ŲØĒŲŲŲØ¨ŲŲŲØ§Ų
Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqon thoyyiba, wa 'amalan mutaqobbala.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik). (Dibaca setelah salam dari sholat Subuh)."
11. Membaca "Rabbighfirliwa Tub 'alayya Innataka.." 100 Kali
â Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲØ ŲŲØĒŲØ¨Ų ØšŲŲŲŲŲŲØ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĒŲŲŲŲŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų
Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan maafkan lah aku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun."
Itulah urutan dzikir setelah sholat yang benar sesuai sunnah. Jangan lupa untuk diamalkan ya!
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya
Hasil Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2026 Diumumkan Jam Berapa?