7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu

7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 27 Jan 2026 11:50 WIB
7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu
Ilustrasi berdoa. Foto: iStock
Jakarta -

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim. Salah satu cara memperkuat niat dan memohon kemudahan dalam belajar adalah dengan membaca doa menuntut ilmu secara rutin.

Perintah berdoa sendiri terdapat di dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 186. Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ ØŗŲŽØ§ŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ ŲŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’ Ų‚ŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¨ŲŒ ۗ Ø§ŲØŦŲŲŠŲ’Ø¨Ų Ø¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØ§ØšŲ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØšŲŽØ§Ų†ŲÛ™ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¨ŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„Ų’ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØąŲ’Ø´ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wa iÅŧā sa'alaka 'ibādÄĢ 'annÄĢ fa innÄĢ qarÄĢb(un), ujÄĢbu da'watad-dā'i iÅŧā da'ān(i), falyastajÄĢbÅĢ lÄĢ walyu'minÅĢ bÄĢ la'allahum yarsyudÅĢn(a).

Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

ADVERTISEMENT

Berikut ini adalah doa menuntut ilmu beserta perintah mencari ilmu dalam Islam yang bisa dijadikan amalan sehari-hari.

Kumpulan Doa Menuntut Ilmu dalam Islam

Berikut beberapa doa yang bisa dibaca saat menuntut ilmu. Doa-doa ini dirangkum dari buku Quantum Quran Memorizing Technique karya Ipnu R. Nugroho dan Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri.

1. Doa Menuntut Ilmu yang Bermanfaat

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų‹Ø§ Ų…ŲØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ų‹Ø§

Latin: Allahumma innÄĢ as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan áš­ayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni)

2. Doa Diberi Kemudahan dalam Mencari Ilmu

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø­ŲŲƒŲ’Ų…ŲŽØĒŲŽŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’Ø´ŲØąŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽØ˛ŲŽØ§ØĻؐ؆ؐ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽØŒ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Latin: Allahummaftah 'alainaa hikmataka, wansyur 'alainaa min khazaaini rahmatika, yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah hikmah-Mu kepada kami, dan limpahkanlah rahmat-Mu dari khazanah-Mu. Wahai Dzat yang Maha Pengasih di antara yang pengasih."

3. Doa Memohon Diberi Ilmu yang Bermanfaat

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų†Ų’ŲŲŽØšŲ’Ų†ŲŲŠ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…Ų’Ų†ŲŲŠ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØ˛ŲØ¯Ų’Ų†ŲŲŠ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§

Latin: Allahumma anfa'nii bimaa 'allamtanii wa 'allimnii maa yanfa'uunii wa zidnii 'ilmaa.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dari apa yang telah Engkau ajarkan, ajarkanlah aku hal yang bermanfaat, dan tambahkanlah aku ilmu." (HR Ibnu Majah)

4. Doa agar Menjadi Orang yang Berilmu dan Bermanfaat

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŲŠ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽŲ…ŲØšŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽ ŲŲŽŲŠŲŽØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲØšŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŽØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŽŲ‡Ų

Latin: Allahumma aj'alnii mina alladziina yastami'uuna al-qawla fayattabi'uuna ahsanahu.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya."

5. Doa Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲØŒ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨Ų Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŽŲ’Ø´ŲŽØšŲØŒ ŲˆŲŽØ¯ŲØšŲŽØ§ØĄŲ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ´Ų’Ø¨ŲŽØšŲ

Latin: Allahumma inni a'udzubika min 'ilmin laa yanfa'u, wa qalbin laa yakhsya'u, wa du'aain laa yasma'u, wa nafsin latasyba'u

Artinya: "Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak diterima, dan nafsu yang tidak kenyang (puas)."

6. Doa Agar Terhindar dari Rasa Malas

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‡ŲŽŲ…Ų‘Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ˛ŲŽŲ†ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØŦŲ’Ø˛Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲƒŲŽØŗŲŽŲ„ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲØ¨Ų’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲØŽŲ’Ų„ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØēŲŽŲ„ŲŽØ¨ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲØŦŲŽØ§Ų„Ų

Latin: Allaahumma innii a'uudzubika minal hammi walhazani, wa'auudzubika minal 'ajzi walkasali, wa 'auudzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabati ddiini waqahrir rijaali

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kedukaan, susah, lemah, dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu daripada ketakutan dan kebakhilan, dari kesulitan-kesulitan dan penindasan orang."

7. Doa Memohon Ditambahkan Ilmu dan Dijauhkan dari Kesesatan

Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽØŒ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø˛ŲØ¯Ų’Ų†ŲŲŠ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ˛ŲØēŲ’ Ų‚ŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØĨØ°Ų’ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠØŒ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ¨Ų’ Ų„ŲŲŠ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲˆŲŽŲ‡ŲŽŲ‘Ø§Ø¨Ų

Latin: La ilaha illa anta subhanaka alluhamma zidni ilman wa la tuzigh qalbi ba'da idzhadaitani wa habli min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untukku dari-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Memberi."

Apa yang Dimaksud dengan Menuntut Ilmu dalam Islam?

Menuntut ilmu adalah bagian penting dalam kehidupan karena membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam Al-Qur'an dan hadits, menuntut ilmu juga dipandang sebagai kewajiban sekaligus ibadah bagi umat Islam.

Dalam buku Hadits Tarbawi karya Hermawati, Syahrul Kholid, dan Samsul Rizal dijelaskan bahwa ilmu berarti mengetahui dan memahami sesuatu dengan yakin. Secara sederhana, ilmu adalah hasil dari apa yang dipelajari dan dipahami oleh akal kita.

Lebih lanjut, menurut buku Hadis Tarbawi: Hadis-hadis Pendidikan karya H. Abdul Majid Khon, ilmu termasuk salah satu amal yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Selain ilmu yang bermanfaat, dua amal lainnya adalah sedekah jariyah dan anak yang saleh.

Orang yang berilmu dipandang lebih mulia karena ilmunya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Berbeda dengan orang yang hanya fokus beribadah secara pribadi, manfaatnya lebih terbatas pada dirinya sendiri. Karena itulah, Islam sangat memuliakan orang yang menuntut dan mengamalkan ilmu.

Dalil Perintah Mencari Ilmu dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Islam, mencari ilmu merupakan perintah yang sangat penting. Hal ini dijelaskan melalui Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW.

Salah satu dalil dari hadits disampaikan oleh Anas RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu."

Ada juga hadits yang diriwayatkan Imam Muslim tentang pentingnya menuntut ilmu, Rasulullah SAW bersabda,

ØˇŲŽŲ„ŲŽØ¨Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų ŲŲŽØąŲŲŠŲ’ØļŲŽØŠŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…Ų

Tholabul 'ilmi faridhotun ala kulli muslim

Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Muslim)

Selain melalui hadits, perintah untuk menuntut ilmu juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Beberapa surah berikut menjadi dalil penting tentang kewajiban dan keutamaan mencari ilmu, antara lain:

1. Surah Al-Alaq Ayat 1-5

- Ayat 1:

Ø§ŲŲ‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ Ø¨ŲØ§ØŗŲ’Ų…Ų ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛš

Iqra' bismi rabbikal-laÅŧÄĢ khalaq(a).

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

- Ayat 2:

ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛš

Khalaqal-insāna min 'alaq(in).

Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

- Ayat 3:

Ø§ŲŲ‚Ų’ØąŲŽØŖŲ’ ŲˆŲŽØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲÛ™

Iqra' wa rabbukal-akram(u).

Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

- Ayat 4:

Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲÛ™

AllaÅŧÄĢ 'allama bil-qalam(i).

Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

- Ayat 5:

ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’Û—

'Allamal-insāna mā lam ya'lam.

Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

2. Surah At-Taubah Ayat 122

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ų„ŲŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ø§ ŲƒŲŽØ§Û¤ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹Û— ŲŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲŲŽØąŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ŲŲØąŲ’Ų‚ŲŽØŠŲ Ų…Ų‘ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØˇŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲŲŽØŠŲŒ Ų„Ų‘ŲŲŠŲŽØĒŲŽŲŲŽŲ‚Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲˆŲ’Ø§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ†Ų’Ø°ŲØąŲŲˆŲ’Ø§ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ØąŲŽØŦŲŽØšŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ­Ų’Ø°ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa mā kānal-mu'minÅĢna liyanfirÅĢ kāffah(tan), falau lā nafara min kulli firqatim minhum ᚭā'ifatul liyatafaqqahÅĢ fid-dÄĢni wa liyunÅŧirÅĢ qaumahum iÅŧā raja'ÅĢ ilaihim la'allahum yaá¸ĨÅŧarÅĢn(a).

Artinya: "Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?"

3. Surah Al-Anbiya Ayat 7

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲØŦŲŽØ§Ų„Ų‹Ø§ Ų†Ų‘ŲŲˆŲ’Ø­ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŽØŗŲ’Ų€Ų”ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§ŲŲ†Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Wa mā arsalnā qablaka illā rijālan nÅĢá¸ĨÄĢ ilaihim fas'alÅĢ ahlaÅŧ-Åŧikri in kuntum lā ta'lamÅĢn(a).

Artinya: "Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui."

4. Surah Al-Mujadalah Ayat 11

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽŲŲŽØŗŲ‘ŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŦŲ°Ų„ŲØŗŲ ŲŲŽØ§ŲŲ’ØŗŲŽØ­ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŠŲŽŲŲ’ØŗŲŽØ­Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’Ûš ŲˆŲŽØ§ŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ Ø§Ų†Ų’Ø´ŲØ˛ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŽØ§Ų†Ų’Ø´ŲØ˛ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŠŲŽØąŲ’ŲŲŽØšŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’Û™ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲˆŲ’ØĒŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„Ų’Ų…ŲŽ Ø¯ŲŽØąŲŽØŦŲ°ØĒŲÛ— ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØŽŲŽØ¨ŲŲŠŲ’ØąŲŒ

Yā ayyuhal-laÅŧÄĢna āmanÅĢ iÅŧā qÄĢla lakum tafassaá¸ĨÅĢ fil-majālisi fafsaá¸ĨÅĢ yafsaá¸Ĩillāhu lakum, wa iÅŧā qÄĢlansyuzÅĢ fansyuzÅĢ yarfa'illāhul-laÅŧÄĢna āmanÅĢ minkum, wal-laÅŧÄĢna ÅĢtul-'ilma darajāt(in), wallāhu bimā ta'malÅĢna khabÄĢr(un).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, 'Berdirilah,' (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

5. Surah Ali Imran Ayat 18

Ø´ŲŽŲ‡ŲØ¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų— Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽÛ™ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§ŲŲˆŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų Ų‚ŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲ…Ų‹Ø§Ûĸ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲØŗŲ’ØˇŲÛ— Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø˛Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų

Syahidallāhu annahÅĢ lā ilāha illā huw(a), wal-malā'ikatu wa ulul-'ilmi qā'imam bil-qisáš­(i), lā ilāha illā huwal-'azÄĢzul-á¸ĨakÄĢm(u).

Artinya: "Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (Allah) yang menegakkan keadilan. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Apa Saja Manfaat Menuntut Ilmu Menurut Islam?

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Muhammad Khoirul Niam dan Machnunah Ani Zulfah, menuntut ilmu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Membuat Seseorang Lebih Takut dan Taat kepada Allah SWT

Dengan ilmu, seseorang lebih memahami ajaran agama sehingga tumbuh rasa takut dan patuh hanya kepada Allah SWT.

2. Membuka Jalan Menuju Surga Allah SWT

Ilmu yang baik dan bermanfaat, ketika dipelajari dan diamalkan, dapat membawa keberkahan serta memudahkan jalan menuju surga-Nya.

3. Pahalanya Terus Mengalir Meski Sudah Meninggal Dunia

Orang yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain akan tetap mendapat pahala walaupun telah wafat.

4. Derajatnya Diangkat oleh Allah SWT

Allah SWT meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu dibandingkan mereka yang tidak menuntut ilmu.

5. Membentuk Pribadi yang Lebih Baik dan Berkualitas

Orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena Allah SWT akan memiliki sikap dan kualitas diri yang lebih baik dibandingkan orang yang malas belajar.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads