7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu

7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu

Tia Kamilla - detikHikmah
Selasa, 27 Jan 2026 11:50 WIB
7 Doa Menuntut Ilmu, Lengkap dengan Dalil Perintah Mencari Ilmu
Ilustrasi berdoa. Foto: iStock
Jakarta -

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim. Salah satu cara memperkuat niat dan memohon kemudahan dalam belajar adalah dengan membaca doa menuntut ilmu secara rutin.

Perintah berdoa sendiri terdapat di dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 186. Allah SWT berfirman,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wa iżā sa'alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb(un), ujību da'watad-dā'i iżā da'ān(i), falyastajībū lī walyu'minū bī la'allahum yarsyudūn(a).

Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

ADVERTISEMENT

Berikut ini adalah doa menuntut ilmu beserta perintah mencari ilmu dalam Islam yang bisa dijadikan amalan sehari-hari.

Kumpulan Doa Menuntut Ilmu dalam Islam

Berikut beberapa doa yang bisa dibaca saat menuntut ilmu. Doa-doa ini dirangkum dari buku Quantum Quran Memorizing Technique karya Ipnu R. Nugroho dan Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri.

1. Doa Menuntut Ilmu yang Bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan ṭayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni)

2. Doa Diberi Kemudahan dalam Mencari Ilmu

اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا حِكْمَتَكَ، وَانْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahummaftah 'alainaa hikmataka, wansyur 'alainaa min khazaaini rahmatika, yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, bukakanlah hikmah-Mu kepada kami, dan limpahkanlah rahmat-Mu dari khazanah-Mu. Wahai Dzat yang Maha Pengasih di antara yang pengasih."

3. Doa Memohon Diberi Ilmu yang Bermanfaat

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

Latin: Allahumma anfa'nii bimaa 'allamtanii wa 'allimnii maa yanfa'uunii wa zidnii 'ilmaa.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dari apa yang telah Engkau ajarkan, ajarkanlah aku hal yang bermanfaat, dan tambahkanlah aku ilmu." (HR Ibnu Majah)

4. Doa agar Menjadi Orang yang Berilmu dan Bermanfaat

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Latin: Allahumma aj'alnii mina alladziina yastami'uuna al-qawla fayattabi'uuna ahsanahu.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya."

5. Doa Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ، وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ

Latin: Allahumma inni a'udzubika min 'ilmin laa yanfa'u, wa qalbin laa yakhsya'u, wa du'aain laa yasma'u, wa nafsin latasyba'u

Artinya: "Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak diterima, dan nafsu yang tidak kenyang (puas)."

6. Doa Agar Terhindar dari Rasa Malas

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzubika minal hammi walhazani, wa'auudzubika minal 'ajzi walkasali, wa 'auudzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabati ddiini waqahrir rijaali

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kedukaan, susah, lemah, dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu daripada ketakutan dan kebakhilan, dari kesulitan-kesulitan dan penindasan orang."

7. Doa Memohon Ditambahkan Ilmu dan Dijauhkan dari Kesesatan

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا، وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إذْ هَدَيْتَنِي، وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْووَهَّابُ

Latin: La ilaha illa anta subhanaka alluhamma zidni ilman wa la tuzigh qalbi ba'da idzhadaitani wa habli min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untukku dari-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Memberi."

Apa yang Dimaksud dengan Menuntut Ilmu dalam Islam?

Menuntut ilmu adalah bagian penting dalam kehidupan karena membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam Al-Qur'an dan hadits, menuntut ilmu juga dipandang sebagai kewajiban sekaligus ibadah bagi umat Islam.

Dalam buku Hadits Tarbawi karya Hermawati, Syahrul Kholid, dan Samsul Rizal dijelaskan bahwa ilmu berarti mengetahui dan memahami sesuatu dengan yakin. Secara sederhana, ilmu adalah hasil dari apa yang dipelajari dan dipahami oleh akal kita.

Lebih lanjut, menurut buku Hadis Tarbawi: Hadis-hadis Pendidikan karya H. Abdul Majid Khon, ilmu termasuk salah satu amal yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Selain ilmu yang bermanfaat, dua amal lainnya adalah sedekah jariyah dan anak yang saleh.

Orang yang berilmu dipandang lebih mulia karena ilmunya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Berbeda dengan orang yang hanya fokus beribadah secara pribadi, manfaatnya lebih terbatas pada dirinya sendiri. Karena itulah, Islam sangat memuliakan orang yang menuntut dan mengamalkan ilmu.

Dalil Perintah Mencari Ilmu dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Islam, mencari ilmu merupakan perintah yang sangat penting. Hal ini dijelaskan melalui Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW.

Salah satu dalil dari hadits disampaikan oleh Anas RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu."

Ada juga hadits yang diriwayatkan Imam Muslim tentang pentingnya menuntut ilmu, Rasulullah SAW bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Tholabul 'ilmi faridhotun ala kulli muslim

Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Muslim)

Selain melalui hadits, perintah untuk menuntut ilmu juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Beberapa surah berikut menjadi dalil penting tentang kewajiban dan keutamaan mencari ilmu, antara lain:

1. Surah Al-Alaq Ayat 1-5

- Ayat 1:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq(a).

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

- Ayat 2:

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

Khalaqal-insāna min 'alaq(in).

Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

- Ayat 3:

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

Iqra' wa rabbukal-akram(u).

Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

- Ayat 4:

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

Allażī 'allama bil-qalam(i).

Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

- Ayat 5:

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

'Allamal-insāna mā lam ya'lam.

Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

2. Surah At-Taubah Ayat 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Wa mā kānal-mu'minūna liyanfirū kāffah(tan), falau lā nafara min kulli firqatim minhum ṭā'ifatul liyatafaqqahū fid-dīni wa liyunżirū qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarūn(a).

Artinya: "Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?"

3. Surah Al-Anbiya Ayat 7

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Wa mā arsalnā qablaka illā rijālan nūḥī ilaihim fas'alū ahlaż-żikri in kuntum lā ta'lamūn(a).

Artinya: "Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui."

4. Surah Al-Mujadalah Ayat 11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥū fil-majālisi fafsaḥū yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzū fansyuzū yarfa'illāhul-lażīna āmanū minkum, wal-lażīna ūtul-'ilma darajāt(in), wallāhu bimā ta'malūna khabīr(un).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, 'Berdirilah,' (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

5. Surah Ali Imran Ayat 18

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Syahidallāhu annahū lā ilāha illā huw(a), wal-malā'ikatu wa ulul-'ilmi qā'imam bil-qisṭ(i), lā ilāha illā huwal-'azīzul-ḥakīm(u).

Artinya: "Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (Allah) yang menegakkan keadilan. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Apa Saja Manfaat Menuntut Ilmu Menurut Islam?

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Muhammad Khoirul Niam dan Machnunah Ani Zulfah, menuntut ilmu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Membuat Seseorang Lebih Takut dan Taat kepada Allah SWT

Dengan ilmu, seseorang lebih memahami ajaran agama sehingga tumbuh rasa takut dan patuh hanya kepada Allah SWT.

2. Membuka Jalan Menuju Surga Allah SWT

Ilmu yang baik dan bermanfaat, ketika dipelajari dan diamalkan, dapat membawa keberkahan serta memudahkan jalan menuju surga-Nya.

3. Pahalanya Terus Mengalir Meski Sudah Meninggal Dunia

Orang yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain akan tetap mendapat pahala walaupun telah wafat.

4. Derajatnya Diangkat oleh Allah SWT

Allah SWT meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu dibandingkan mereka yang tidak menuntut ilmu.

5. Membentuk Pribadi yang Lebih Baik dan Berkualitas

Orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena Allah SWT akan memiliki sikap dan kualitas diri yang lebih baik dibandingkan orang yang malas belajar.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads