Doa Sesudah Belajar Lengkap dengan Adab dan Hukum Menuntut Ilmu

Doa Sesudah Belajar Lengkap dengan Adab dan Hukum Menuntut Ilmu

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 26 Jan 2026 11:45 WIB
Doa Sesudah Belajar Lengkap dengan Adab dan Hukum Menuntut Ilmu
Ilustrasi belajar (Foto: Getty Images/iStockphoto/KanchitDon)
Jakarta -

Doa sesudah belajar bisa dibaca muslim memohon petunjuk agar ilmu yang diberikan bisa bermanfaat. Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu.

Kewajiban menuntut ilmu diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda,

"Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan." (HR Ibnu Majah)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian diterangkan dalam buku Hadits Tarbawi susunan Hermawati dkk, kata ilmu adalah isim masdar dari kata 'alima yang artinya mengetahui, mengena, merasakan dan meyakini. Dari segi istilah, ilmu dimaknai sebagai hasil dari pembentukan atau gambaran sesuatu dalam akal.

Orang yang berilmu dianggap lebih mulia daripada seorang ahli ibadah atau abid. Keutamaan seorang yang berilmu tidak hanya memberi manfaat bagi dirinya sendiri melainkan juga orang lain, sedangkan keutamaan seorang abid hanya menguntungkan dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

Doa Sesudah Belajar: Arab, Latin dan Arti

Dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat karya Nurdin Hasan dan buku Praktis & Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah karya Asrifin An-Nakhrawie, berikut beberapa doa sesudah belajar yang bisa diamalkan muslim.

1. Doa Sesudah Belajar Versi Pertama

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ø§Ų‹ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų

Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tiba'ah wa arinal batila batila warzuqnaj tinabah.

Artinya: "Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya."

2. Doa Sesudah Belajar Versi Kedua

Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų†Ų’ŲŲŽØšŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ˛ŲØ¯Ų’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø­ŲŽØ§Ų„Ų

Allaahumman fa'naa bimaa 'allamtanaa wa 'allimnaal ladzii yanfa'unaa wa zidnaa 'ilmaan walhamdulillaahi 'alaa kulli haalin.

Artinya: "Ya Allah, berilah kami kemanfaatan bagi apa yang telah Engkau ajarkan pada kami. Ya Allah ajarkanlah pada kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tambahkanlah ilmu pada kami segala puji hanya milik Allah pada setiap saat."

3. Doa Sesudah Belajar Versi Ketiga

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽŲˆŲ’Ø¯ŲŽØšŲ’ØĒŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŲ‡Ų ŲŲŽØąŲ’Ø¯ŲØ¯ŲŲ‡Ų Ų„ŲŲŠ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø­ŲŽØ§ØŦŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Allaahumma innii istauda'tuka maa 'allamtuhuu faardud-hu lii 'indaa haajatii ilaihi yaa rabbal 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam."

4. Doa Sesudah Belajar Versi Keempat

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§Ų‹ Ų…ŲØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ø§Ų‹

Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan tayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang tidak tertolak."

5. Doa Sesudah Belajar Versi Kelima

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽŲ†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲØ­ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆØ¨Ų Ø§Ų„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ

Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Artinya: "Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

6. Doa Sesudah Belajar Versi Keenam

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§ØŽŲ’ØąŲØŦŲ’Ų†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø¸ŲŲ„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲ‡Ų’Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽŲƒŲ’ØąŲŲ…Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ†ŲŲˆŲ’ØąŲØ§Ų„Ų’ŲŲŽŲ‡Ų’Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØšŲ’ØąŲŲŲŽØĒŲŲƒŲŽŲˆŲŽØŗŲŽŲ‡ŲŲ‘Ų„Ų’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØĸ Ø§ŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲŲŽØļŲ’Ų„ŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØĸ Ø§ŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Allahummakhrijnaa min zulumaatil wahmi, wa akrimnaa binuuril fahmi, waftah 'alainaa bima'rifatikawa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamarraahimin

Artinya: "Ya Allah, keluarkanlah kami dari gelapnya keraguan, dan muliakanlah kami dengan cahaya kepahaman. Bukakanlah untuk kami dengan kemakrifatan ilmu dan mudahkanlah pintu karunia-Mu bagi kami, wahat Dzat yang Maha Pengasih,"

Adab Menuntut Ilmu bagi Muslim

Berikut beberapa adab menuntut ilmu yang perlu dipahami muslim seperti dikutip dari buku Membangun Adab Bersama Al-Qur'an susunan Neny Liftiyarotun.

  1. Meluruskan niat
  2. Menjaga kebersihan hati dan menjauhi maksiat
  3. Menghormati dan memuliakan guru
  4. Bersungguh-sungguh, konsisten serta tidak tergesa-gesa
  5. Mengamalkan ilmu dan berdoa agar dimudahkan

Apakah Muslim Wajib Menuntut Ilmu?

Menurut hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, Rasulullah SAW mengatakan muslim wajib menuntut ilmu. Kategori wajib ini terbagi ke dalam dua macam yaitu fardhu 'ain dan fardhu kifayah.

Diterangkan dalam buku Agar Menuntut Ilmu Jadi Mudah tulisan Abdul Hamid M Djamil, maksud fardhu 'ain ditujukan kepada setiap individu. Artinya, kewajiban ini tidak akan gugur bagi tiap individu bila tidak dilaksanakan.

Ilmu yang hukumnya fardhu 'ain adalah tauhid, fikih, dan tasawuf. Dosa jika muslim tidak mempelajari dan meninggalkannya.

Adapun, hukum fardhu kifayah berlaku pada perintah wajib yang ditujukan suatu kelompok bukan individu. Jadi, kewajiban sebuah kelompok dianggap gugur jika salah satu dari mereka mengerjakannya.

Ilmu yang hukumnya fardhu kifayah adalah ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu usul fikih, ilmu hitung, dan sebagainya.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads