Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, kegelisahan dan pikiran yang kalut seringkali menjadi tantangan terbesar bagi ketenangan hati dan jiwa. Ketika pikiran terus berputar tanpa henti, doa menjadi kunci bagi umat Islam.
Doa untuk ketenangan hati dan pikiran bukan sekadar ungkapan, namun sebuah ikhtiar spiritual untuk meraih kedamaian batiniah. Allah SWT bahkan memerintahkan hambanya untuk berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam surah Gafir ayat 60:
ÙÙÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØšÙÙÙÙÙ Ù Ø§Ø¯ÙØ¹ÙÙÙÙÙÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙØªÙØ¬ÙØšÙ ÙÙÙÙÙ Ù ÛØ§ÙÙÙ٠اÙÙÙØ°ÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙتÙÙÙØšÙرÙÙÙÙ٠عÙÙÙ Ø¹ÙØšÙØ§Ø¯ÙØªÙÙ٠سÙÙÙØ¯ÙØ®ÙÙÙÙÙÙ٠جÙÙÙÙÙÙÙ Ù Ø¯ÙØ§Ø®ÙرÙÙÙÙÙ ÙŠÙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
Doa Agar Hati Tenang
Dalam buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H. M. Amrin Ra'uf, doa bukan hanya sumber ketenangan saat hati gelisah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis seseorang.
Berikut adalah beberapa doa untuk ketenangan hati dan pikiran yang dapat Anda amalkan, seperti yang terangkum dalam buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati oleh Darul Insan:
1. Doa Ketenangan Hati versi 1
اÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠إÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ¹ÙÙØ°Ù ØšÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙØ¹ÙØ¬ÙØ²Ù ÙÙØ§ÙÙÙÙØ³ÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙØ¬ÙØšÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙÙØ±ÙÙ Ù ÙÙØ§ÙÙØšÙØ®ÙÙÙ ÙÙØ£ÙعÙÙØ°Ù ØšÙÙÙ Ù ÙÙÙ Ø¹ÙØ°Ùاؚ٠اÙÙÙÙØšÙر٠ÙÙÙ ÙÙÙ ÙÙØªÙÙÙØ©Ù اÙÙÙ ÙØÙÙÙØ§ ÙÙØ§ÙÙÙ ÙÙ ÙØ§ØªÙ
Latin: Allahumma inni a'udzubika minal 'ajzi walkasali, waljubni, walharomi, wal bukhl. Wa a'udzu bika min 'adzabil qobri wamin fitnatil mahyaa wal mamaat.
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian."
2. Doa Ketenangan Hati versi 2
ÙØ§Ù Ø¥ÙÙÙÙ٠إÙÙØ§Ù٠اÙÙÙ٠اÙÙØ¹ÙØžÙÙÙ٠٠اÙÙØÙÙÙÙÙÙ ÙØ ÙØ§Ù Ø¥ÙÙÙÙ٠إÙÙØ§Ù٠اÙÙÙÙ Ø±ÙØšÙ٠اÙÙØ¹ÙØ±ÙØŽÙ اÙÙØ¹ÙØžÙÙÙÙ ÙØ ÙØ§Ù Ø¥ÙÙÙÙ٠إÙÙØ§Ù٠اÙÙÙÙ Ø±ÙØšÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙ٠اÙÙÙØ§ØªÙØ ÙÙØ±ÙØšÙ٠اÙÙØ£ÙØ±ÙØ¶ÙØ ÙÙØ±ÙØšÙ٠اÙÙØ¹ÙØ±ÙØŽÙ اÙÙÙÙØ±ÙÙÙÙ Ù
Latin: Laa ilaaha illallahul 'adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati warabbul ardli warabbul arsyil kariim.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) 'Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik 'Arsy yang mulia."
3. Doa Ketenangan Hati versi 3
Ø±ÙØšÙÙ Ø§ØŽÙØ±ÙØÙ ÙÙÙ ØµÙØ¯ÙرÙÙ ÙÙÙÙØ³ÙÙØ±Ù ÙÙ٠أÙÙ ÙØ±ÙÙ ÙÙØ§ØÙÙÙÙ٠عÙÙÙØ¯Ùة٠٠ÙÙÙ ÙÙØ³ÙاÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙÙÙØ§ ÙÙÙÙÙÙÙ
Latin: Robbisrohlii sodrii, wayassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.
Artinya: "Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
4. Doa Ketenangan Hati versi 4
Ø±ÙØšÙÙÙÙØ§ ÙÙØ§ ØªÙØ²Ùغ٠ÙÙÙÙÙØšÙÙÙØ§ ØšÙØ¹ÙØ¯Ù Ø¥ÙØ°Ù ÙÙØ¯ÙÙÙØªÙÙÙØ§ ÙÙÙÙØšÙ ÙÙÙÙØ§ Ù ÙÙ ÙÙÙØ¯ÙÙÙÙ Ø±ÙØÙÙ ÙØ©Ù Û Ø¥ÙÙÙÙÙ٠أÙÙØªÙ اÙÙÙÙÙÙÙØ§ØšÙ
Latin: Rabbana laa tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)."
5. Doa Ketenangan Hati versi 5
ÙÙÙØ¢ Ø¥ÙÙÙÙ°Ù٠إÙÙÙÙØ¢ Ø£ÙÙØªÙ Ø³ÙØšÙØÙÙ°ÙÙÙ٠إÙÙÙÙÙ ÙÙÙØªÙ Ù ÙÙÙ Ù±ÙØžÙÙÙ°ÙÙÙ ÙÙÙÙ
Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntuminadz-zalimin.
Artinya: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
6. Doa Ketenangan Hati versi 6
اÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠إÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ¹ÙÙØ°Ù ØšÙÙÙ Ù ÙÙ٠اÙÙÙÙÙ ÙÙ ÙÙØ§ÙÙØÙØ²ÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙØ¹ÙØ¬ÙØ²Ù ÙÙØ§ÙÙÙÙØ³ÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙØšÙØ®ÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙØ¬ÙØšÙÙÙ ÙÙØ¶ÙÙÙØ¹Ù Ø§ÙØ¯ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØºÙÙÙØšÙØ©Ù Ø§ÙØ±ÙÙØ¬ÙاÙÙ (Ø±ÙØ§Ù Ø§ÙØšØ®Ø§Ø±Ù)
Latin: Allahumma innÄ« a'udzu bika minal hammi wal ឥazan wal 'ajzi wal kasal wal bukhli waljubni wa dhala'id daini wa golabatirrijÄl.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang."
Cara Menenangkan Hati dan Pikiran
Selain berdoa dengan tulus kepada Allah SWT, ada kunci penting lainnya untuk meraih ketenangan hati dan pikiran. Yakni husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah.
Dalam buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah, husnuzan berasal dari kata "husnun" (baik) dan "zhannun" (prasangka). Secara sederhana, husnuzan berarti memiliki prasangka baik, yaitu sikap tidak curiga terhadap hal-hal di luar diri kita, sambil tetap menganggap bahwa segala sesuatu itu baik.
Overthinking terjadi karena kita kurang berbaik sangka kepada Allah. Pikiran kita dipenuhi oleh skenario terburuk, seolah kita tidak percaya bahwa Allah selalu merencanakan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Dengan berbaik sangka kepada Allah dan juga kepada sesama, kita dapat mengurangi kebiasaan overthinking. Ini akan membuat hati dan pikiran kita menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi, membawa kedamaian yang mendalam dalam hidup.
Wallahu a'lam.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
MUI: Nikah Siri Sah tapi Haram
Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Kumpulkan Ulama Malam Ini Tanpa Rais Aam
Gus Yahya Kumpulkan Alim Ulama di PBNU Malam Ini, Rais Aam & Sekjen Tak Diundang