Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina untuk mendukung kelancaran pergerakan jemaah haji Indonesia selama hari ketiga Tasyrik atau 13 Zulhijjah 1447 H.
Hal itu disampaikan juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, dalam konferensi pers Media Center Haji yang ditayangkan melalui YouTube Channel Kemenhaj, Sabtu (30/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keberadaan Satgas Mina menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan, pengaturan arus jemaah, serta memberikan respons cepat terhadap berbagai kebutuhan jemaah di lapangan.
"Secara keseluruhan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina disiagakan untuk mendukung layanan pengawasan, pengaturan arus jemaah serta respons cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan," kata Ichsan.
Ditempatkan di Titik-titik Strategis
Untuk memaksimalkan layanan, pos pantau Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan jemaah menuju Jamarat maupun saat kembali ke tenda.
Beberapa lokasi yang menjadi titik pemantauan antara lain Jalan 616, Jalan 533 di depan Mina Al Wadid Hospital, Jalan 627 di bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, Gerbang Tol Muazim di depan Syarikah, serta sejumlah titik pengarah pergerakan menuju Jamarat.
Selain itu, petugas juga ditempatkan pada pos pemantauan arus kepulangan jemaah setelah menyelesaikan lontar jumrah.
Antisipasi Kepadatan dan Risiko Perjalanan
Ichsan menjelaskan, petugas Satgas Mina memiliki sejumlah tugas penting selama fase puncak haji berlangsung.
Mereka bertugas mengarahkan jemaah Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah tetap berada pada jalur yang aman.
Petugas juga berupaya mencegah jemaah mengambil jalan pintas yang berisiko membahayakan keselamatan.
"Pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lempar jumrah dan mengantisipasi kepadatan serta memastikan jemaah yang kembali tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko," ujarnya.
Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan, mematuhi arahan petugas, dan menjaga ketertiban selama proses perpindahan berlangsung.
Dengan dukungan ribuan petugas Satgas Mina yang tersebar di berbagai titik strategis, diharapkan proses pelaksanaan lontar jumrah hingga pergerakan jemaah menuju Makkah dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
