Alam Kubur

Kolom Hikmah

Alam Kubur

Aunur Rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 10 Jul 2026 08:00 WIB
Poster
Aunur Rofiq. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Tujuan manusia dilahirkan adalah agar taat dan patuh kepada-Nya. Dalam pandangan Islam, tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjadi khalifah di bumi.

Ayat yang sering dikutip adalah QS. Adz-Dzariyat: 56 yang menyatakan, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku". Selain itu, manusia juga diciptakan sebagai khalifah, yang berarti wakil Allah SWT di bumi, bertugas untuk memakmurkan dan mengelola alam serta menjalankan syariat-Nya.

Diriwayatkan Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda," Ketika seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya, maka dia mendengar detak suara alas kaki mereka. Lalu datanglah dua malaikat kepadanya. Setelah menyuruhnya duduk, mereka lalu bertanya," Apa yang dapat kamu katakan tentang seorang laki-laki bernama Muhammad itu? Bagi yang beriman, dia akan menjawab,"Aku bersaksi bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah." Lalu dikatakan kepadanya,"Lihat, itu adalah tempatmu di neraka yang telah Allah gantikan dengan sebuah tempat di surga." Dia lalu melihat kedua tempat itu (surga dan neraka) semuanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW. Bersabda kepada kami," Lalu kuburnya diluaskan sepanjang 40 hasta." Menurut riwayat Muslim, "Seluas 70 hasta yang dipenuhi dengan kenikmatan hingga hari berbangkit."

Dalam firman-Nya surah as-Sajdah ayat 21 yang terjemahannya,"Kami pasti akan menimpakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

ADVERTISEMENT

Maknanya adalah: Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa sebenarnya orang-orang kafir itu sewaktu masih hidup di dunia telah diazab oleh Allah SWT dengan berbagai macam azab, baik yang tampak maupun yang hanya dapat dirasakan oleh mereka. Siksaan bagi mereka di dunia disebut dengan al-'ażāb al-adnā (azab yang dekat), sedangkan siksaan di akhirat disebut al-'ażāb al-akbar (azab yang lebih besar). Banyak cobaan-cobaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia selama hidup di dunia, sejak dari cobaan yang kecil sampai kepada cobaan yang paling besar. Bisa juga dalam bentuk kemewahan lahiriah sampai kepada kemiskinan dan kesengsaraan.

Seorang yang kaya tetapi tidak dilandasi dengan iman kepada Allah SWT hatinya selalu was-was dan khawatir, mungkin ada orang yang akan merampas kekayaannya itu, atau ada ahli waris yang hendak membunuhnya agar memperoleh kekayaan itu.

Seorang penguasa yang tidak beriman selalu khawatir kekuasaannya akan pindah kepada orang lain. Kalau perlu, kekuasaan itu dipertahankan dengan tangan besi dan kekerasan. Kekhawatiran seperti ini pernah terjadi pada Fir'aun di kala tukang-tukang sihirnya dikalahkan oleh Nabi Musa. Allah berfirman, "Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya." (Ṭāhā ayat 71)

Banyak penguasa-penguasa yang bersikap seperti Fir'aun ini. Mereka mengira bahwa merekalah yang memiliki semuanya dan merekalah yang paling berkuasa. Sebenarnya Allah SWT memberikan cobaan-cobaan dari azab duniawi itu agar semuanya menjadi pelajaran bagi orang-orang kafir itu. Hal ini bertujuan agar mereka mau beriman, beramal saleh, dan mudah-mudahan kembali ke jalan yang benar. Biarlah mereka menanggung siksa yang ringan di dunia ini asal di akhirat nanti mereka terhindar dari siksa yang amat berat.

Saat Malaikat Munkar dan Nakir Bertanya Kepadanya

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda," Sesungguhnya mayat akan masuk ke dalam kubur. Jika dia orang saleh, maka dia akan duduk di kuburnya tanpa rasa takut dan gelisah. Lalu dia ditanya, "Apa yang kamu anut dahulu?" Dia menjawab," Aku beragama Islam." Lalu ditanya lagi, "Siapa orang itu?" Dia menjawab, "Ia adalah Muhammad, utusan Allah. Beliau datang kepada kami dengan membawa penjelasan-penjelasan dari Allah dan kami pun membenarkannya." Lalu ditanya lagi, "Apakah kamu pernah melihat Allah?" Dia menjawab, "Tidak. Tidak ada seorang pun yang mampu melihat-Nya."

Lalu dia diperlihatkan ke arah neraka. Dia pun melihat sebagian penghuninya sedang membakar sebagian lainnya. Kemudian dikatakan, "Sekarang lihatlah, Allah telah melindungimu darinya." Selanjutnya dia diperlihatkan surga. Dia melihat keindahan surga dan segala kenikmatannya. Lalu dikatakan kepadanya, "Itulah tempatmu, di atas suatu keyakinanlah kamu hidup, kamu mati, dan In-Syaa'Allah kamu alan dibangkitkan kembali di atasnya."

Sementara bagi orang jahat, dia duduk di dalam kuburnya dengan sangat ketakutan, kemudian ditanya, "Apa yang kamu anut dahulu?. Dia menjawab," Aku tidak tahu." Lalu ditanya lagi, "Apa yang kamu ketahui tentang orang itu?" Dia menjawab, "Aku hanya mendengar orang-orang berkata suatu ucapan, maka aku pun ikut-ikutan mengatakannya." Dia lalu diperlihatkan surga, dia pun melihat surga yang penuh dengan keindahan dan segala kenikmatannya. Kemudian diperlihatkan neraka, dia melihat hal-hal yang sangat mengerikan. Lalu dikatakan kepadanya, "Itulah tempatmu, karena kamu hidup dan mati dalam kebimbangan, maka In-Syaa'Allah akan dihidupkan kembali dalam kebimbangan."

Bagi orang munafik meninggal dan jika ditanya malaikat, dia akan menjawab, "Aku tidak tahu. Aku hanya mengenal seperti yang dikatakan orang-orang." Malaikat Munkar dan Nakir akan berkata, "Kami sudah tahu bahwa kamu akan menjawab seperti itu." Lalu mereka menyuruh bumi untuk menghimpitnya sehingga tulang-tulang rusuk remuk. Kemudian dia disiksa sampai membangkitkannya dari tempat itu. Ini bagian hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan hadis ini menurutnya masuk hadis hasan gharib.

Demikianlah agar hal ini menjadi peringatkan agar kita semua taat dan patuh kepada-Nya. Semoga kita termasuk orang beriman dan dapat terhindar dari siksa kubur.

--

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads