×
Ad

Kolom Hikmah

Faktor Yang Menahan Beban dan Bersabar dari Setiap Kesulitan (3)

Aunur Rofiq - detikHikmah
Jumat, 29 Mei 2026 08:00 WIB
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Artikel ini merupakan lanjutan ( tetakhir ) sebelumnya :

7. Dengan mengetahui buah kesabaran adalah keridhaan, mereka sabar atas ketetapan-Nya. Barang siapa bersabar atas ketetapan-Nya, dia akan mewarisi keridhaan dari Allah SWT. mereka mampu menahan pahitnya ujian karena mencari keridhaan-Nya, sebagaimana obat yang pahit akan tetap diminum karena ada harapan untuk sembuh sesudah meminumnya.

8. Penyibakan tabir makrifat menjadikan meteka bersabar menghadapi ketetapan-Nya. Maksud dari penyingkapan tabir dan penutup adalah dengan mengetahui apa yang akan terjadi padanya nanti dan mengetahui hakikat ujian yang telah terjadi. Batinnya adalah anugerah dari Allah SWT. Yang dengannya dia akan mendekati Tuhan yang memberikan cobaan kepadanya, menapaki tangga-tangga derajat mulia dan kesalahan-kesalahannya akan terhapuskan. Menjadikan kesabarannya bertambah dan mampu bersabar atas cobaan.

Jika Allah SWT. Membebani hamba-Nya. Dia akan menyingkapkan tabir yang menutupi mata hatinya sehingga dia bisa melihat betapa Allah SWT. dengan dengannya. Kedekatan ini yang membuatnya tidak merasakan penderitaan ujian.

9. Kesadaran atas rahasia ketentuan yang dikehendaki-Nya membuat mereka kuat dalam memikul beban kewajiban.

Jika engkau menyadari buah kesabaran kembali kepadamu dan berkahnya berbalik kepadamu, niscaya engkau akan bergegas untuk mengrjarnya dan bergantung padanya.

Jika kamu mengerti bahwa syukur menjamin bertambahnya nikmat dari Allah SWT. niscaya bersemangat dan gigih untuk bersyukur. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surah Ibrahim ayat 7 yang terjemahannya,"Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras."

Adapun maknanya adalah : Dalam ayat ini Allah SWT, kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Bila mereka melaksanakannya, maka nikmat itu akan ditambah lagi oleh-Nya. Sebaliknya, Allah SWT. juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya, dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.

Mensyukuri rahmat Allah SWT. bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan umum dan menolong orang, pada umumnya tak pernah jatuh miskin ataupun sengsara. Bahkan, rezekinya senantiasa bertambah, kekayaannya makin meningkat, dan hidupnya bahagia, dicintai serta dihormati dalam pergaulan. Sebaliknya, orang-orang kaya yang kikir, atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak bertambah, bahkan lekas menyusut. Di samping itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuk orang banyak, dan di akhirat memperoleh hukuman yang berat.

10. Merasakan kelembutan dan kebaikan-Nya dalam setiap ketetapan-Nya, membuat mereka bersabar atas setiap ketetapan-Nya.

Allah SWT. menyimpan wujud kelembutan-Nya di dalam hal-hal yang tidak disukai ( oleh hamba-hamba-Nya ). Sebagaimana firman-Nya dalam surah al-Baqarah ayat 216 yang terjemahannya," Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Adapun maknanya adalah : Selain diuji dengan kemiskinan dan kemelaratan, orang-orang beriman juga akan diuji dengan diminta mengorbankan jiwa mereka melalui kewajiban perang. Diwajibkan atas kamu berperang melawan orang-orang kafir yang memerangi kamu, padahal berperang itu tidak menyenangkan bagimu, sebab ia mengor-bankan harta benda dan jiwa. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, yakni boleh jadi kamu tidak menyukai peperangan, padahal itu baik bagimu karena kamu mendapat kemenangan atas orang-orang kafir atau masuk surga jika terbunuh atau kalah dalam peperangan, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui apa yang baik bagimu, sedang kamu tidak mengetahui. Karena itu, tunaikanlah perintah Allah yang pasti akan membawa kebaikan bagimu.

Hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. Rasulullah SAW. Bersabda,"Surga diliputi hal-hal yang tidak menyenangkan dan neraka diliputi syahwat.

Di setiap cobaan, penyakit, dan kemiskinan terdapat rahadia kelembutan yang tidak dapat di pahami kecuali oleh orang-orang yang mempunyai cahaya hati nurani.
Ingatlah setiap cobaan selalu ada pertolongan Allah SWT.

Semoga Allah SWT. menjadikan kita tergolong orang-orang yang mempunyai hati nurani sehingga ridha atas ketentuan-Nya.

Aunur Rofiq

Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).



Simak Video "Video: Presiden Trump Mengampuni 2 Kalkun, Kenapa?"

(lus/lus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork