Israel Bebaskan 35 Tahanan Palestina dalam Kondisi Kesehatan yang Buruk

Israel Bebaskan 35 Tahanan Palestina dalam Kondisi Kesehatan yang Buruk

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 26 Jul 2026 16:00 WIB
Momen tahanan Palestina dibebaskan.
Momen haru setelah tahanan Palestina dibebaskan. (Foto: Tangkapan layar video Al Jazeera)
Jakarta -

Sebanyak 35 warga Palestina yang ditahan Israel dibebaskan pada Rabu (22/7/2026). Mereka dipulangkan melalui Komite Internasional Palang Merah dan tiba di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, setelah dibebaskan dari Penjara Ofer oleh otoritas Israel.

Dilansir dari kantor berita Yaman SABA, kedatangan 35 tahanan tersebut membuat jumlah total tahanan yang telah tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa sejak berakhirnya seluruh fase kesepakatan Wafa al-Ahrar mencapai 553 orang. Data ini didokumentasikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok tahanan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Jalur Gaza, termasuk individu lanjut usia yang berasal dari kota-kota dan kamp-kamp di Gaza, Khan Younis, Jabalia, Beit Lahia, Deir al-Balah, Al-Nuseirat, Al-Bureji, dan Al-Zawaida.

Sebagai catatan, para tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel berada dalam kondisi kesehatan yang buruk. Menurut laporan tersebut, mereka mengalami penyiksaan selama berada dalam tahanan Israel.

ADVERTISEMENT

Menurut situs Al Jazeera, Israel membebaskan 35 tahanan dari Gaza yang bekerja di Israel 7 Oktober. Organisasi hak asasi manusia menyebut saat ini terdapat lebih dari 9.000 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Salah satu tahanan yang dibebaskan bernama Ali Qandil. Dia mengaku sangat bahagia karena akhirnya dibebaskan bersama tahanan lainnya.

"Saya merasa sangat bahagia, perasaan saya tak bisa digambarkan. Alhamdulillah setelah bertahun-tahun dipenjara. Saya berharap tahanan lain juga akan dibebaskan," ujarnya kepada media.

Tahanan lainnya yang bernama Mohammed Al Mazraawi menuturkan bahwa mereka mendapat penghinaan selama menjadi tahanan di Israel tanpa menyebutkan secara spesifik seperti apa penghinaan itu.

"Kami mengalami penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sesuatu yang tidak normal. Penghinaan dalam setiap arti kata," katanya.



(aeb/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads