Ketentuan Allah SWT bagi hamba ada yang kuat dan ada yang kurang mampu menahannya. Adapun faktor yang menjadikan ia mampu dan kuat menahan kesulitan atas ketentuan-Nya:
1. Pancaran Cahaya ilahi membantunya menjadi kuat untuk menghadapi segala ketentuan-Nya. Jika cahaya ilahi telah menhampiri seorang hamba, maka terbukalah kesempatan untuk dekat dengan-Nya, karena sesungguhnya ketetapan-Nya berasal dari-Nya. Jika hamba mengerti hal itu akan terhibur dan bersabar.
Nabi Ya'qub a.s. Ketika dicela putera-puteranya," Dem Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau tetmasuk orang-orang yang binasa ( QS. Yusuf ayat 85 ). Beliau menjawab," Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahanku dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya."( QS. Yusuf ayat 86). Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ya'qub mendapatkan pengetahuan dari Allah yang menjadikan dia bersabar terpisah dengan Yusuf dan menanti perjumpaan dengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pintu pemahaman membantu dalam menerima ketentuan-Nya. Ketika Allah SWT. Memberikan keputusan pada hamba-Nya kemudian Allah SWT. membukakan pintu pemshsman baginya tentang ketetapan itu.
Ingatlah bahwa Allah SWT.menghendaki untuk menghadapi ketetapan itu. Artinya, pemahaman tentang ketetapan-Nya membuatmu hanya kembali kepada-Nya. Itu menjadikanmu bertawakal kepada-Nya, sesuai dengan firman-Nya surah ath-Thalaq ayat 3 yang terjemahannya," dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu."
Adapun maknanya adalah : Dan Dia pun akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya dengan memberikan kebutuhan fisik maupun kebutuhan ruhani. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah dalam segala urusan, niscaya Allah cukup sebagai tempat mengadu bagi diri-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya dengan penuh hikmah bagi manusia. Sungguh, Allah telah menjadikan segala sesuatu dengan kadarnya sehingga setiap orang tidak akan menghadapi masalah di luar batas kemampuannya.
Maksud ayat diatas bahwa Allah SWT. akan mencukupi, melindungi, menolong, dan menjaga seseorang hamba dari segala sesuatu selain-Nya. Pemahamanmu tentang Allah SWT. akan membuka rahasia penghambaan ( sirrul ubudiyyah ) yang ada pada dirimu. Lihatlah surah az-Zumar ayat 3.
3. Anugerah-Nya menguatkan mereka menghadapi ujian. Anugerah yang Allah SWT. berikan kepadamu bisa membantumu dalam menerima semua ketentuan-Nya.
Dalam firman-Nya surah ali-Imran ayat 165 yang terjemahannya," Apakah ketika kamu ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah memperoleh (kenikmatan) dua kali lipatnya (pada Perang Badar), kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Adapun maknanya adalah : Setelah dijelaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad adalah karunia Allah yang sangat besar bagi umat manusia, lalu dijelaskan tentang adanya kemenangan dan kekalahan dalam peperangan sesuai dengan ketaatan terhadap hukum kemasyarakatan. Dan mengapa kamu heran ketika ditimpa musibah kegagalan pada Perang Uhud dengan gugurnya 70 orang dari pasukan mukmin, padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar, kini kamu berkata, "Dari mana datangnya kekalahan ini?" Katakanlah, "Itu dari kesalahan dirimu sendiri karena kamu meninggalkan tuntunan Rasulullah SAW. agar pasukan pemanah tidak meninggalkan tempat hingga peperangan selesai." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Ketika ujian dibandingkan dengan anugerah, yang telah datang lebih dahulu, maka begitu ujian itu menimpa mereka akan terasa ringan, terutama bagi hamba-hamba yang dekat dengan-Nya. Nanti akan dilanjutkan lagi faktor berikutnya.
Semoga Allah SWT. Menjadikan kita sadar dan mengerti atas ketentuan-Nya, sehingga kita bisa tahan atas ujiannya.
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).
(aeb/aeb)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026