Puasa sebagai Latihan Self-Control di Era Algoritma

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Puasa sebagai Latihan Self-Control di Era Algoritma

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 28 Feb 2026 17:45 WIB
Jakarta -

Dalam detikKultum Ramadan, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan sebuah penjelasan yang relevan dengan kehidupan modern saat ini. Ia menyoroti bulan Ramadan sebagai momentum untuk latihan self control di era algoritma.

"Algoritma itu sebetulnya bahasa fisika ya, tapi sekarang menjadi bahasa media, bahasa komputer," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, 28 Februari 2026.

Secara sederhana, algoritma dalam konteks media adalah sistem yang membaca kebiasaan kita, lalu menyajikan kembali apa yang sering kita lihat, cari, atau sukai. Prof. Nasaruddin memberi contoh yang sangat konkret,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bapak ibu mungkin sukanya buka film-film dakwah, begitu kita buka YouTube, besoknya dakwah hebat-hebat itu bermunculan," jelasnya.

Artinya, apa yang kita klik hari ini akan menentukan apa yang ditawarkan kepada kita esok hari. Jika kita gemar menonton ceramah, maka ceramah yang lain akan terus bermunculan. Sebaliknya, jika seseorang terbiasa membuka konten yang kurang baik, maka konten serupa akan terus memenuhi layar gawainya.

ADVERTISEMENT

"Jadi apa yang menjadi kecenderungan kita itu nanti akan disuplai kita oleh media itu. Nah, itu yang disebut dengan algoritma dalam bahasa media kita sekarang ini."

Prof. Nasaruddin mengingatkan dengan sangat tegas bahwa algoritma bisa menjadi pintu kebaikan sekaligus pintu keburukan. Ia mengatakan bahwa sekarang ini jika seseorang gemar mendengarkan azan atau qari, maka berbagai jenis azan dan bacaan Al-Qur'an dari seluruh dunia akan bermunculan.

"Tinggal pilih 1.000 jenis adzan di dunia ini sekarang bisa kita tunjukkan, begitu buka kalau hobinya azan muncul lagi adzan baru, itu algoritmanya."

Namun, jika yang dibuka adalah konten yang tidak pantas, maka sistem akan terus menyajikan hal yang sama.

"Tentu saja ada bahayanya ya kan, makanya itu puasa ini sebagai latihan self control. Bagaimana mengaktifkan self kontrol kita untuk mencegah kita itu tidak jatuh pada gelapnya algoritma ini."

Sebaliknya, puasa membantu kita mengarahkan diri kepada "putihnya algoritma".

"Bulan suci Ramadan ini adalah energi yang sangat bagus untuk kita pelihara, kita tampung dalam diri kita untuk memproteksi kita agar kita tidak jatuh pada algoritma negatif itu," tutup Nasaruddin Umar.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Puasa sebagai Latihan Self-Control di Era Algoritma tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads