Dalam salah satu pesan Ramadan, Prof Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, yang hidup di era percepatan teknologi dan informasi.
Generasi Z, kata Prof Nasaruddin Umar, adalah generasi yang patut diberi jempol. Mereka tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika orang tua dahulu membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun untuk meraih suatu prestasi, maka generasi hari ini mampu melipat waktu berkat kecanggihan teknologi informasi (IT) dan kecerdasan yang mereka miliki.
"Orang tua kita dulu membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun untuk sampai kepada prestasi-prestasi tersendiri. Tapi Alhamdulillah, berkat IT dan kecerdasan Generasi Z, sekarang ini bisa melipat waktu. Bisa dilakukan hanya dalam tempo singkat, satu tahun bahkan mungkin hanya satu bulan," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ramadan dan Etika Bermedia Digital |
Prof Nasaruddin Umar mengakui kehebatan yang dikuasai Generasi Z. Dia tidak menafikan semangat produktivitas dan kreativitas anak muda hari ini. Namun, di balik kekaguman itu, terselip sebuah pengingat yang sangat penting: jangan sampai seluruh energi hanya dihabiskan untuk mengejar income semata.
"Saya tahu itu hobinya anak-anak muda Gen Z. Pintar sekali me-manage waktu, pintar sekali me-manage IT untuk memanfaatkan waktu mencari income," ujarnya.
Namun, Ramadan datang sebagai pengingat bahwa hidup tidak hanya soal dunia. Ada dimensi lain yang jauh lebih panjang dan abadi: kehidupan akhirat.
Ramadan adalah lahan yang paling subur untuk menanam bibit surga. Di bulan inilah pahala dilipatgandakan, pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya, dan kesempatan memperbaiki diri diberikan tanpa batas.
"Mari kita coba gunakan Ramadan untuk berkontemplasi," pesan Imam Besar Masjid Istiqlal itu.
Kontemplasi bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi memberi ruang bagi diri untuk merenung.
Orang tua yang mendekatkan diri kepada Tuhan mungkin dianggap hal yang biasa. Namun ketika Generasi Z secara sadar melibatkan agama dalam setiap langkahnya, itu menjadi sesuatu yang luar biasa.
"Orang tua yang berkontemplasi dekat dengan Tuhan itu biasa. Tetapi kalau Generasi Z yang melibatkan agama untuk menembus batas-batas akhirat, itu luar biasa," tambah Prof Nasaruddin Umar.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Ramadan dan Tantangan Generasi Z/Milenial tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
(dvs/kri)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda