Sering kali istilah moderasi beragama disalahpahami. Ada yang mengira moderasi berarti melemahkan komitmen beragama. Ada pula yang menuduhnya sebagai bentuk liberalisasi atau desentralisasi agama.
Padahal, yang dimaksud moderasi beragama bukanlah demikian. Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar menjelaskan arti dan makna moderasi beragama.
"Yang dimaksud moderasi beragama itu bukan berarti melemahkan kualitas keagamaan, bukan berarti desentralisasi agama, bukan liberalisasi agama. Jadi moderasi itu artinya menempatkan agama berada pada posisi di tengah. Itu yang disebut Islam wasatiyah," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ramadan dan Etika Bermedia Digital |
Dalam Islam, konsep ini dikenal dengan istilah Islam wasatiyah, yakni Islam yang berada di tengah, tidak berlebihan dan tidak pula meremehkan.
Prof Nasaruddin Umar menggambarkan cara beragama itu seperti memiliki tiga kolom. "Kolom pertama, kolom paling kiri disebut liberal. Kolom tengah yang disebut moderat dan kolom kanan yang disebut radikal," lanjutnya.
Apa perbedaannya?
Prof Nasaruddin Umar menjelaskan moderasi beragama adalah membiarkan sesuatu itu berada sebagaimana mestinya. Membiarkan yang sama tetap sama dan membiarkan yang berbeda tetap berbeda.
Sebaliknya, sikap radikal memiliki kecenderungan memaksa yang sama menjadi berbeda. Sementara sikap liberal memiliki kecenderungan memaksa yang berbeda menjadi sama.
"Kalau ada orang yang membiarkan yang sama tetap sama, yang beda tetap beda, itulah moderat," tegas Prof Nasaruddin Umar.
Prof Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya menjaga diri di bulan Ramadan ini.
"Bulan Ramadan ini kita diminta menjadi manusia yang tegas, manusia yang taat dan bertanggung jawab. Ini saya harapkan moderasi beragama itu harus dipelihara, jangan sampai terjebak," lanjutnya.
Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Moderasi Beragama di Tengah Polarisasi Online tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!
Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Baca juga: Zikir sebagai "Mindfulness Islami" |












































Komentar Terbanyak
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan
Lebaran Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Penetapan Resminya
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam