Ramadan dan Etika Bermedia Digital

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Ramadan dan Etika Bermedia Digital

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 23 Feb 2026 17:45 WIB
Jakarta -

Di era digital saat ini, kehidupan bermasyarakat hampir tidak bisa dipisahkan dari ruang maya. Setiap hari kita berinteraksi melalui berbagai platform, berbagi pesan, gambar, video, dan opini.

Arus informasi begitu deras, dan sering kali kita terlibat di dalamnya tanpa berpikir panjang. Padahal, di balik kemudahan itu, ada risiko besar yang mengintai, baik secara moral maupun hukum.

Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan mengingatkan pengaruh media sosial sangat kuat dalam kehidupan kita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam bermedia sosial, kita bisa berhadapan dengan berbagai risiko. Apalagi saat ini ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang ancaman hukumannya bisa di atas lima tahun penjara," kata Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut Prof Nasaruddin Umar menjelaskan, kadang-kadang, secara sengaja ataupun tidak, seseorang menerima foto atau konten yang mengandung aib orang lain, misalnya foto yang membuka aurat. Lalu tanpa berpikir panjang, konten itu diteruskan kepada orang lain. Padahal tindakan tersebut bisa berimplikasi pidana.

ADVERTISEMENT

Banyak orang berdalih, "Saya tidak sengaja." Namun dalam bahasa hukum, tidak ada istilah tidak sengaja dalam konteks seperti ini. Di depan hukum, setiap orang dianggap normal dan melek hukum, kecuali memang mengalami gangguan jiwa.

Karena itu, Ramadan menjadi momentum yang sangat tepat untuk melatih kedewasaan dan tanggung jawab kita dalam bermedia sosial. Prof Nasaruddin Umar menyebut Ramadan sesungguhnya adalah bulan pendidikan karakter.

"Dalam bulan Ramadan, kita tidak boleh membicarakan aib orang, Ramadan kita tidak boleh membuka aurat, Ramadan kita tidak boleh mempertontonkan makan di depan publik. Kita dilarang untuk melakukan hubungan suami istri. Semua itu adalah bentuk pengendalian diri," lanjut Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri bukan hanya dari yang haram, tetapi juga dari yang sia-sia.

Semoga Ramadan tahun ini benar-benar menjadi bulan pembakaran dosa bagi kita semua, bukan hanya di ruang nyata, tetapi juga di ruang digital.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Ramadan dan Etika Bermedia Digital tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(dvs/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads