Menyampaikan atau membaca ceramah tentang bulan Ramadan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengisi iman dan bekal sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ceramah dapat menjadi pemantik semangat agar ibadah puasa tahun ini tidak sekedar menahan lapar dan haus saja.
Bagi umat Islam yang sedang mencari referensi khutbah Jumat, materi kultum, atau sekedar bahan renungan pribadi, berikut detikHikmah rangkum naskah ceramah tentang bulan Ramadan penuh berkah.
Naskah Ceramah tentang Bulan Ramadan
Dinukil dari buku Intisari Kultum oleh Umar Jahid Nasoha, berikut naskah ceramah tentang bulan Ramadan, mulai dari keutamaan hingga amalan yang dapat umat Islam lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ceramah: Keutamaan Ramadan dan Orang yang Berpuasa
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهَ ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih rahimakumullah.
Sungguh, segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam. Yang menciptakan manusia. Yang mengatur kehidupan ini, sehingga penuh dengan keteraturan. Yang memberikan nikmat dan karunia kepada seluruh makhluk-Nya.
Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan orang-orang yang berjalan di atas tuntunan-Nya.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih rahimakumullah.
Dalam kesempatan ini, kita akan mengkaji beberapa wasiat Nabi kepada para sahabatnya tentang keutamaan bulan Ramadan. Puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan merupakan salah satu ibadah yang paling banyak manfaat serta paling berpengaruh dalam membersihkan jiwa dan mengukir akhlak.
Rasulullah SAW bersabda, "Abu Hurairah RA mengucapkan sumpah yang pernah diucapkan Rasulullah, 'Tidak ada bulan yang dilalui kaum muslimin yang lebih baik dari bulan Ramadan dan tidak ada bulan yang dilalui orang-orang munafik yang lebih buruk dari bulan Ramadan. Hal itu karena apa yang disiapkan orang-orang beriman pada bulan tersebut adalah kekuatan untuk beribadah, sedangkan apa yang disiapkan oleh orang-orang munafik di bulan tersebut adalah kelalaian manusia dan aurat-aurat mereka. Bulan tersebut merupakan harta rampasan bagi seorang mukmin dan akan dijarah orang fajir (yang biasa berbuat maksiat)'." (HR Ahmad)
Begitu banyak keutamaan yang dapat kita ambil dari bulan ini, diantaranya sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْةٌ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرُّ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: "Bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain."
Dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan dua keistimewaan Ramadan, yaitu:
- Bulan diturunkannya Al-Qur'an
- Bulan disyariatkannya berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ الله عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ. وَتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ, لِلَّهِ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya: "Telah tiba kepada kalian bulan penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di bulan ini. Dan pada bulan itu pula, pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan-setan akan dibelenggu. Pada bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa terhalangi untuk mendapatkannya, maka sungguh ia telah di-halangi (benar-benar tidak akan mendapatkannya)." (HR An-Nasa'i)
Dari hadits ini dapat kita ambil beberapa keistimewaan bulan Ramadan, yaitu:
- Pertama, pada bulan ini pintu surga dibuka.
- Kedua, pada bulan ini pula pintu neraka ditutup.
- Ketiga, pada bulan ini setan-setan dibelenggu.
- Keempat, pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang dinamakan malam lailatul qadar.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih rahimakumullah.
Tentang keutamaan orang yang berpuasa, diantaranya sabda Rasulullah SAW:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ, قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِلَّا الصِيَامَ فَإِنَّهُ لي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ. فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ عِنْدَ اللَّهِ أَطْيَبُ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya: "Setiap amal anak Adam adalah untuknya satu kebaikan semisal 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berfirman, 'Kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. (orang-orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya, makannya, minumnya karena Aku.' Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada misk". (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan beberapa keutamaan orang yang berpuasa, yaitu:
- Pertama, pahala orang yang berpuasa dilipatgandakan dengan kelipatan yang tidak bisa dihitung kecuali oleh Allah SWT.
- Kedua, keikhlasan orang yang berpuasa melebihi keikhlasan ketika menjalankan amalan yang lain.
- Ketiga, Allah sendiri yang akan memberikan balasan bagi orang yang berpuasa.
- Keempat, orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan berjumpa dengan Allah swt.
- kelima, bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih harum daripada misk.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُوْمُوْنَ فَيَدْخُلُوْنَ, فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ عَلَيْهِمْ فَلَمْ يُدْخَلْ مِنْهُ أَحَدٌ.
Artinya: "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang bernama Ar-Royan. Orang-orang yang berpuasa akan memasukinya. Pada hari kiamat dan orang lain tidak akan bisa memasukinya. Dikatakan, dimana orang-orang berpuasa? Lalu mereka berdiri dan masuk (lewat pintu itu). Apabila mereka telah masuk semua, pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang bisa memasukinya." (HR Bukhari dan Muslim)
Jemaah sholat Isya dan Tarawih rahimakumullah.
Orang yang berpuasa maka doanya akan senantiasa diterima oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِلصَّائِمٌ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لَا تُرَدُّ
Artinya: "Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika dia berbuka tidak tertolak." (HR Ibnu Majah dan Hakim)
مُمْتُ الصَّائِمِ تَسْبِيحٌ وَنَوْمُهُ عِبَادَةٌ وَدَعَاوُهُ مُسْتَجَابٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ.
Artinya: "Diamnya orang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya mustajab, dan amalnya dilipatgandakan." (HR Abu Dawud dan Baihaqi, hadits marfu' dari Ibnu Umar)
Jemaah sholat Isya dan Tarawih rahimakumullah.
Apa yang telah kami sebutkan hanyalah sebagian kecil dari keutamaan yang didapat dari bulan Ramadan. Oleh karena itu, marilah kita melakukan perintah Allah dengan berpuasa dan lakukanlah banyak kebaikan di bulan yang suci ini.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرحيم
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah: Amalan-Amalan Istimewa di Bulan Ramadan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُّسْلِمُونَ. وَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهَ ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. الله أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ وَاللهِ الحَمْدُ
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Bulan Ramadan mempunyai makna tersendiri bagi umat Islam. Bulan Ramadan biasa digunakan untuk berwisata rohani, yakni melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia rohaniah.
Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) dan riyadhah ruhiyah (olah rohani). Sebulan penuh umat Islam bagaikan sebuah kepompong yang diharapkan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu ketika bulan Ramadan telah usai.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan apa sajakah yang dapat kita lakukan di bulan Ramadan agar memperoleh derajat takwa?
Amal utama di bulan Ramadan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183-187. Puasa yang dilakukan tentunya tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Akan tetapi, terdapat beberapa rambu-rambu yang harus ditaati.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya." (HR Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)
Jauhi segala hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti berpuasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar.
Rasulullah SAW bersabda, "Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong." (HR Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)
Rasulullah SAW juga berkata, "Barangsiapa yang selama berpuasa tidak mampu meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum." (HR Bukhari dan Muslim)
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan kedua adalah membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an diturunkan pertama kali di bulan Ramadan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al- Qur'an di bulan Ramadan dibandingkan di bulan-bulan lain.
Imam Az-Zuhri berkata, "Apabila datang Ramadan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur'an." Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. InsyaAllah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Buatlah target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur'an dalam sebulan, maka di bulan Ramadan kita bisa memasang target dua kali khatam. Akan lebih baik jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surah tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan ketiga adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. "Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut." (HR Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Memberi makan untuk orang berbuka puasa hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang dapat dilakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sikap menolong orang lain adalah sifat yang perlu dilatih dari orang yang berpuasa.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan keempat di bulan Ramadan adalah sholat Tarawih (qiyamul Ramadan). Ada beberapa riwayat yang menyebutkan tentang waktu dan jumlah pelaksanaan sholat Tarawih. Umar bin Khattab menyebutkan jumlah rakaat sholat Tarawih adalah 21 atau 23 rakaat. (HR Abdur Razzaq dan Baihaqi)
Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi'i berkata, "Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat sholat Tarawih menyiratkan ragam sholat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan sholat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasme masing-masing. Dahulu mereka sholat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka sholat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma'ninah sehingga tidak membuat mereka sulit."
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan kelima di bulan Ramadan adalah i'tikaf. I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Abu Sa'id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah beri'tikaf pada awal Ramadan, pertengahan Ramadan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya.
Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, "Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i'tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat." Mudah-mudahan kita bukan dari golongan yang kebanyakan itu.
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan keenam yakni lailatul qadar atau malam yang penuh berkah. Malam ini nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah SAW amat menjaga-jaga untuk bisa meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Kenapa? Karena, "Barangsiapa yang sholat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtisab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Begitu sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa, "Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii." Artinya, "Ya Allah, Engkaulah Pemilik ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi ampun. Ampunilah aku."
Jemaah sholat Isya dan Tarawih yang berbahagia.
Amalan terakhir adalah zakat fitrah. Amalan ini wajib dibayarkan sebelum hari Ramadan berakhir bagi orang Islam, baik lelaki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan harta dan ibadah bagi orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.
Demikianlah amalan-amalan istimewa yang dapat kita lakukan pada bulan Ramadan. Semoga kita diberikan kemampuan Allah SWT untuk melaksanakannya, dan ditakdirkan dapat menyelesaikan Ramadan dengan predikat taqwa.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda