Masuki Musim Dingin, Puasa Ramadan 2026 di Saudi Lebih Singkat

Masuki Musim Dingin, Puasa Ramadan 2026 di Saudi Lebih Singkat

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 10 Feb 2026 14:41 WIB
Masuki Musim Dingin, Puasa Ramadan 2026 di Saudi Lebih Singkat
ilustrasi bulan Ramadan Foto: Getty Images/Malik Nalik
Jakarta -

Umat muslim di sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, diperkirakan akan menjalani puasa Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi dengan durasi yang lebih singkat. Selain itu, puasa juga akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang relatif sejuk karena bertepatan dengan musim dingin.

Pada Ramadan 2026, durasi puasa di negara-negara Timur Tengah diperkirakan hanya berkisar 12 hingga 13 jam, lebih pendek dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang mencapai 14 jam.

Dilansir dari CNN, durasi puasa di Arab Saudi terus mengalami pemendekan seiring pergeseran kalender Hijriah. Ramadan bergerak mundur sekitar 10-11 hari setiap tahun dalam kalender Masehi, sehingga secara bertahap memasuki musim dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan profesor iklim Universitas Qassim, Dr Abdullah Al Misnad, menjelaskan tren ini akan terus berlangsung hingga tahun 1454 Hijriah atau sekitar 2032 Masehi. Pada tahun tersebut, Ramadan diperkirakan jatuh pada bulan Desember, yang memiliki durasi siang hari paling pendek.

ADVERTISEMENT

"Seiring berjalannya Ramadan melalui berbagai musim, jam puasa di Arab Saudi semakin pendek setiap tahunnya," ujar Al Misnad seperti dikutip dari GulfNews.

Pengaruh Letak Geografis

Perbedaan lama puasa antarnegara ditentukan oleh letak geografis. Negara-negara yang berada dekat garis khatulistiwa cenderung memiliki durasi puasa yang relatif stabil sepanjang tahun.

Sementara itu, negara yang berada lebih jauh dari khatulistiwa, baik di belahan utara maupun selatan, mengalami variasi durasi puasa yang lebih signifikan. Namun karena Ramadan 2026 jatuh di musim dingin, negara-negara Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara akan menikmati durasi puasa yang lebih singkat.

Di Mesir, misalnya, durasi puasa diperkirakan sekitar 12 jam 40 menit. Sementara di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman, waktu puasa akan berada di rentang 12-13 jam, dengan sedikit perbedaan antarwilayah dan kota.

Perkiraan Awal Puasa di Arab Saudi

Arab Saudi biasanya mengumumkan awal Ramadan sehari sebelum pelaksanaan puasa. Namun, berdasarkan perhitungan astronomi, puasa Ramadan 2026 diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa Universitas King Abdulaziz memperkirakan awal puasa jatuh pada tanggal tersebut berdasarkan pengamatan fase bulan.

Meski demikian, tanggal pasti awal Ramadan tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal dan keputusan resmi otoritas setempat.

Hilal Diprediksi Sulit Terlihat 17 Februari

Sebagian besar negara Muslim diperkirakan akan melakukan pengamatan hilal pada Selasa, 17 Februari 2026. Namun para astronom menilai, secara ilmiah, hilal pada hari tersebut hampir tidak mungkin terlihat.

Pusat Astronomi Internasional (International Astronomy Center/IAC) menyebutkan, posisi bulan pada hari itu belum cukup jauh dari konjungsi untuk membentuk hilal yang dapat diamati, baik dengan mata telanjang, teleskop, maupun teknik pencitraan canggih.

Kesimpulan ini konsisten dengan berbagai kriteria visibilitas hilal yang diakui secara internasional, termasuk metode Ibn Tariq, Yallop, Odeh, hingga Observatorium Astronomi Afrika Selatan (SAAO).

Para astronom menjelaskan, di wilayah timur dunia Islam, bulan akan terbenam sebelum matahari. Di wilayah tengah, bulan terbenam hampir bersamaan dengan matahari. Sementara di wilayah barat, bulan hanya terbenam beberapa menit setelah matahari, waktu yang dinilai terlalu singkat untuk memungkinkan terbentuknya hilal.

Perhitungan ini juga didasarkan pada tepi bawah cakram bulan, yakni bagian tempat hilal pertama kali muncul, bukan tepi atas bulan seperti dalam perhitungan umum waktu terbenam. Metode ini dinilai lebih akurat dalam menentukan peluang visibilitas hilal.

Dengan kondisi tersebut, negara-negara yang mensyaratkan rukyat hilal terverifikasi diperkirakan akan menyempurnakan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga Ramadan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Meski demikian, sejumlah negara dengan kriteria berbeda berpeluang memulai puasa sehari lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026, meski jumlahnya diperkirakan terbatas.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads