Materi Khutbah Idul Adha 2025 Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Materi Khutbah Idul Adha 2025 Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Kristina - detikHikmah
Rabu, 04 Jun 2025 17:45 WIB
Materi Khutbah Idul Adha 2025 Kemenag, NU dan Muhammadiyah
Salat Id Masjid Al-Akbar Surabaya. Foto: Rifki Afifan Pridiasto
Jakarta -

Khutbah Idul Adha 2025 termasuk rangkaian sholat Idul Adha 1446 H. Khatib akan menyampaikan materi khutbah selepas sholat.

Materi khutbah Idul Adha umumnya seputar pelaksanaan kurban, mulai dari sejarah hingga keutamaannya. Selain itu, hikmah dan pelaksanaan ibadah haji juga kerap menjadi materi khutbah Idul Adha.

Berikut sejumlah naskah khutbah Idul Adha 2025 dari Kemenag RI, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah seperti dikutip dari situs resmi masing-masing, Rabu (4/6/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Idul Adha 2025 Resmi Kemenag

Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲŽØąŲŽŲƒŲŽØ§ØĒŲŲ‡Ų
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ.
Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų„Ø§Ų‹ ، Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲŲƒŲ’ØąŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲØŗŲ’Ų„Ø§Ų…Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŽŲ…ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ´ŲŽØąŲŲŠØšŲŽØŠŲ Ų†ŲØŗŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŦŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒؐ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…ŲØŒ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ‚Ų’ØąŲŽØ§ØąŲ‹Ø§ Ø¨ŲØąŲØ¨ŲŲˆŲ’ Ø¨ŲŲŠŲ‘ŲŽØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ ؅ؐ؆ؒ ØŗŲŽØ§Ø¨ŲØąŲ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡ŲØŒ ØŖŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ŲˆŲŽŲƒŲŽØąŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒؐ؇ؐ
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØĨؐØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØšŲŽŲ„ŲŲˆŲ’ Ų…ŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ’ ØąŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽØ§ØĒŲ’ØąŲŲƒŲŲˆØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ØŖŲØąŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽØĒؐ؇ؐ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ. Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų.

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah,

ADVERTISEMENT

Tiada ungkapan lain yang harus kita ucapkan selain kalimat Alhamdulillahirabbil alamin atas anugerah nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita semua. Di antara nikmat yang tak bisa kita hitung satu persatu ini adalah kasih sayang Allah pada kita berupa umur panjang dan kesehatan sehingga kita masih bisa bertemu dengan Hari Raya Idul Adha. Banyak saudara-saudara kita yang telah mendahului kita menghadap Allah SWT dan juga mereka yang saat ini terbaring dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa bersama-sama dengan kita beribadah di tempat yang mulia ini.

Selain bersyukur, mari kita maksimalkan nikmat-nikmat ini untuk menjalankan misi utama kita diciptakan di dunia ini yakni beribadah, menyembah Allah SWT. Langkah ini juga merupakan wujud syukur dalam tindakan yang akan menjadikan nikmat-nikmat ini akan tetap kita nikmati dan lebih dari itu, akan ditambah oleh Allah SWT. semoga kita bisa menjadi jiwa-jiwa yang pandai bersyukur berupa syukur dalam ucapan, hati, dan tindakan kita atas semua nikmat ini.

Selain rasa syukur, wasiat takwa juga menjadi kewajiban untuk senantiasa khatib sampaikan kepada jamaah, wabil khusus kepada diri khatib pribadi, agar kehidupan kita di dunia ini menjadi semakin terarah. Mari kita tingkatkan dan kuatkan takwa kita dalam wujud menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kehidupan kita akan terarah karena takwa merupakan bekal yang paling penting dalam mengarungi kehidupan di dunia sehingga
akan menjadikan kita sukses dalam kehidupan akhirat yang kekal dan abadi nanti.

Allah berfirman:

ŲˆŲŽØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ¯ŲŲˆØ§ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽØ§Ø¯Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ§ØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†Ų ŲŠŲŽØŖŲŲˆŲ„ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŽØ§Ø¨Ų

Artinya: "Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat." (QS Al-Baqarah: 197).

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah,

Pada setiap Hari Raya Idul Adha, kita tidak akan bisa terlepas dari tiga ibadah yang mampu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. ibadah tersebut adalah sholat Id, Kurban, dan Ibadah Haji. Selain memupuk ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT, tiga ibadah ini mengandung banyak nilai-nilai dan hikmah yang mampu menjadikan kita pribadi yang baik dan semakin dicintai oleh Allah. di antara nilai tersebut adalah kepasrahan diri atau tawakal secara totalitas kepada Allah SWT.

Tawakal adalah memasrahkan setiap perkara kepada Allah. Pasrah kepada Allah bermakna memilih menjadikan Allah sebagai Dzat yang memutuskan hasil dari setiap perkara yang dihadapi seorang hamba. Kepasrahan ini menjadi sebab dicintainya kita oleh Allah sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Al Imran, ayat 159:

ŲŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ ØšŲŽØ˛ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ŲŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

Pada kesempatan ini, mari kita resapi nilai-nilai kepasrahan diri atau tawakal kepada Allah dari tiga ibadah yang identik dengan Hari Raya Idul Adha.

Pertama adalah sholat Id. Ibadah sunnah ini serasa harus dan wajib dilakukan oleh umat Islam pada momentum Idul Adha. Jamaah, mulai dari tua, muda, anak-anak, berbondong-bondong menuju masjid dan tanah lapang untuk melaksanakan sholat dua rakaat ini. Sejak awal melaksanakannya, kita sudah memasang komitmen kepasrahan diri serta menegaskan bahwa sholat yang kita lakukan semuanya hanya karena dan untuk Allah SWT. Dalam sholat kita fokus dan menyerahkan sholat, hidup, dan mati kita hanya kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an disebutkan:

Ų‚ŲŲ„Ų’ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØĒؐ؊ ŲˆŲŽŲ†ŲØŗŲŲƒŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ŲŠŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ…ŲŽØ§ØĒؐ؊ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 162).

Nilai-nilai kepasrahan ini juga yang harus kita teruskan di luar sholat dan dalam setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Tentunya kepasrahan ini juga harus tetap diiringi dengan ikhtiar atau usaha. Bukan hanya pasrah begitu saja. Jika kita sudah berusaha dan pasrah pada Allah SWT maka yakinlah Allah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ath-Thlaaq ayat 3:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø­ŲŽØŗŲ’Ø¨ŲŲ‡Ų

Artinya: "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya."

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah, Kedua, adalah ibadah kurban. Kurban merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah sebagai pengingat bahwa kita sudah diberikan nikmat yang banyak dalam kehidupan ini. Hal ini tertuang dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽØšŲ’ØˇŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲˆŲ’ØĢŲŽØąŲŽ

1. Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘Ų Ų„ŲØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’Ø­ŲŽØąŲ

2. Maka, laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

Selain memiliki dimensi vertikal yakni semakin mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga memiliki dimensi sosial yakni berbagi rezeki dengan orang lain. Dalam ibadah ini, kita harus mengeluarkan uang untuk membeli hewan kurban dan dibagi-bagikan kepada orang lain. Tentu tidak semua orang mau mengeluarkan hartanya untuk melakukan hal ini. Masih banyak orang yang tidak rela dan perhitungan dengan hartanya sehingga tidak mau berkurban di Hari Raya Idul Adha.

Padahal perhitungan seperti ini yang seharusnya kita kikis. Kita harus yakin bahwa dengan kepasrahan harta yang kita gunakan untuk berkurban di jalan Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih banyak lagi. Allah berfirman:

Ų…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŲ†Ų’ŲŲŲ‚ŲŲˆŲ†ŲŽ ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØĢŲŽŲ„Ų Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ اØĢŲ’Ø¨ŲŽØĒŲŽØĒŲ’ ØŗŲŽØ¨Ų’ØšŲŽ ØŗŲŽŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŲ„ŲŽ ؁ؐ؊ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ØŗŲŲ†Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽØŠŲ Ų…ŲØ§ØĻŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØļŲ’ØšŲŲŲ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØ´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØŗŲØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah: 261)

Terlebih infak untuk ibadah kurban yang memiliki banyak keutamaan sebagaimana telah ditegaskan oleh Rasulullah dalam haditsnya:

Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŽ ØĸØ¯ŲŽŲ…ŲŲŠŲ‘ŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ­Ų’ØąŲ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĨŲŲ‡Ų’ØąŲŽØ§Ų‚Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲ…Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų„ŲŽØĒŲŽØŖŲ’ØĒؐ؊ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ Ø¨ŲŲ‚ŲØąŲŲˆŲ†ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’ØšŲŽØ§ØąŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŽŲ’Ų„ŲŽØ§ŲŲŽŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ų„ŲŽŲŠŲŽŲ‚ŲŽØšŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽŲƒŲŽØ§Ų†Ų Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ‚ŲŽØšŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲŲŽØˇŲŲŠØ¨ŲŲˆØ§ Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲ‹Ø§
Artinya: "Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya." (HR Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah,

Ketiga, adalah Ibadah Haji. Dalam ibadah yang menjadi rukun Islam kelima ini, kita juga diajarkan nilai-nilai kepasrahan kepada Allah. Bagaimana tidak? Saat menjalankan ibadah haji, kita harus jauh-jauh pergi ke tanah Suci Makkah meninggalkan orang-orang yang kita cintai dan memasrahkan semuanya kepada Allah. Selain itu, kita juga harus merelakan diri untuk mengeluarkan banyak harta agar bisa pergi ke Baitullah menyempurnakan keislaman kita dengan berhaji.

Bukan hanya dari sisi materi, saat ini kita juga mengetahui bersama, betapa panjangnya waktu antrean sampai dengan puluhan tahun agar kita bisa berangkat haji. Ini mengandung hikmah bahwa kita harus tetap berusaha untuk bisa berangkat ke tanah suci dengan upaya mendaftarkan diri lalu setelah itu kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

Senada dengan kepasrahan untuk mengeluarkan harta dan lamanya waktu tunggu ini, Allah mengawali perintah haji dengan kata-kata "Lillah" (untuk Allah). hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 97:

ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø­ŲØŦŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒؐ Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØēŲŽŲ†ŲŲŠŲ‘ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu) mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."
Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah, Demikianlah nilai-nilai kepasrahan diri kepada Allah yang terkandung dalam tiga ibadah di hari Raya Idul Adha. Semoga kita senantiasa bisa mempraktikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.

ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽØšŲ’ØˇŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲˆŲ’ØĢŲŽØąŲŽ . ŲŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘Ų Ų„ŲØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų†Ų’Ø­ŲŽØąŲ’. ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø´ŲŽØ§Ų†ŲØĻŲŽŲƒŲŽ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽØąŲ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…Ų ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲ„ŲŽØ§ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲØŗŲŽØ§Ø¨ŲØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ…Ų.

Khutbah II

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ.
Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų„Ø§Ų‹ . Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų.
Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØĸŲ…ŲŽØąŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„ØĨؐØĒŲ‘ŲØ­ŲŽØ§Ø¯Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲØšŲ’ØĒؐØĩŲŽØ§Ų…Ų Ø¨ŲØ­ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲŠŲ’Ų†Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų‡Ų Ų†ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų ØąŲŽ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų‡Ų Ų†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†Ø§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ¨Ų’ØšŲŲˆŲ’ØĢŲ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ. ØŖŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ŲˆŲŽŲƒŲŽØąŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ.
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆØ§ ŲŠŲŽØ§ ØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†ŲŲŠ ØąŲŽØ­ŲŲ…ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲØŒ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŒØŒ ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„Ų ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų„Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŽŲŽØ§Ų„ŲØĩŲ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŲ…ŲŲˆŲ’ØąŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲØ¤Ų’Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’ŲŲØŦŲŲˆŲ’ØąŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲØ¯ŲŽØąŲ‘ŲØŗŲ Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§ØŗŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŦŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ¨Ų’ØąŲŲˆŲ’ØąŲ.
ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų : ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ø§Ų‹.
Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ŲˆŲŽŲƒŲŽØąŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØąŲŽØ§Ø¨ŲŽØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦؐ؇ؐ ŲˆŲŽØ°ŲØąŲ‘ŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ. ŲˆŲŽØ§ØąŲ’ØļŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŲ„ŲŽŲŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø´ŲØ¯ŲŲŠŲ†ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØŖŲŽØ¨ŲŲŠ Ø¨ŲŽŲƒŲ’ØąŲ ŲˆŲŽØšŲŲ…ŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØšŲØĢŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø¨ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ­ŲŽØ§Ø¨ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĒŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ
Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų†Ų’ØĩŲØąŲ’ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ų†ŲŽØĩŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽØ§ØŽŲ’Ø°ŲŲ„Ų’ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŽŲŽØ°ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’Ų„Ų ŲƒŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽØĒŲŽŲƒŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†Ų.
Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØŗŲŽŲ…ŲŲŠØšŲŒ Ų‚ŲŽØąŲŲŠØ¨ŲŒ Ų…ŲØŦŲŲŠŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØšŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲŠŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§ØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØŦŲŽØ§ØĒؐ
ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ØĒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„ŲŲŽØ§ØĒŲØ­ŲŲŠŲ†ŲŽ. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ، ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨؐ؊ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲˆŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ ŲŲŽØļؒ؄ؐ؇ؐ ŲŠŲØšŲ’ØˇŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØĩŲ’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ.
ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲŽØąŲŽŲƒŲŽØ§ØĒŲŲ‡Ų

Naskah khutbah Idul Adha 2025 tersebut disusun oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel Syafitri Irwan.

Khutbah Idul Adha 2025 NU

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ØŒ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽ ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØĩŲŽØąŲŽ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ˛ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’Ø˛ŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų. Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯Ų ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų‡Ų Ų…ŲØŽŲ’Ų„ŲØĩŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ’ ŲƒŲŽØąŲŲ‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØ§ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØļŲ’Ø­ŲŽŲ‰ ØšŲŲŠØ¯Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲˆŲ’ØŗŲŲ…Ų‹Ø§ Ų„ŲŲ„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„ØˇŲ‘ŲŽØ§ØšŲŽØ§ØĒŲØŒ ŲˆŲŽØĒŲŽŲƒŲ’ŲŲŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ø°Ų‘ŲŲ†ŲŲˆŲ’Ø¨Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØąŲ‘ŲŽŲŲ’ØšŲŽØ§ØĒؐ. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø´ŲŽŲ‡ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲ‹ Ų†ŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆ Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲˆŲ’Ø˛ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽØ§ØĒؐ. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲØŒ ØŽŲŽØ§ØĒŲŽŲ…Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘ŲŠŲ†Ų. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲŠŲŽ ØŖŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„Ų‹Ø§ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų: ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØ¨ŲŽØĒؐ Ø§ŲŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŽØ§ ØĒŲØ¤Ų’Ų…ŲŽØąŲ ØŗŲŽØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲ†ŲŲŠ ØĨؐ؆ؒ Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

Ma'asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimakumulah

Di awal khutbah Hari Raya Idul Adha ini, marilah kita tundukkan hati dan lafalkan syukur kepada Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya, masih memberikan kita kesehatan dan umur panjang untuk bisa hadir kembali melaksanakan sholat sunah Idul Adha, di hari yang penuh sejarah, penuh teladan, dan penuh pengorbanan ini. Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat, dan umatnya. Semoga kita dikumpulkan bersamanya di akhirat, dalam surga yang penuh rahmat dan nikmat. Amin ya rabbal alamin.

Selanjutnya, di hari yang mulia ini, saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa yang tumbuh dari hati, jiwa, dan amal saleh yang ikhlas. Takwa sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim, yang siap meninggalkan apa pun demi menjalankan perintah Tuhannya. Hingga apa yang ia lakukan tidak hanya menjadi sekadar cerita saat ini, tetapi menjadi panggilan untuk ditanamkan dalam laku hidup kita semua.

Ma'asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimakumullah

Hari Raya Idul Adha tidak sekadar hari raya biasa. Ia merupakan peringatan tentang kesabaran paling tinggi, ketika taat pada perintah Allah harus rela mengorbankan anak sendiri. Dalam kisahnya, tepat pada hari ini, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail. Disembelih oleh tangannya sendiri, di hadapan matanya, dan dengan kesadaran penuh sebagai bentuk patuh pada perintah-Nya.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu kisah kesabaran yang sangat luar biasa untuk kita teladani bersama. Allah SWT berfirman:

ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØēŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØšŲ’ŲŠŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ø¨ŲŲ†ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØąŲŽŲ‰ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų…Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲŽØ°Ų’Ø¨ŲŽØ­ŲŲƒŲŽ ŲŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲ’ Ų…ŲŽØ§Ø°ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲŽŲ‰ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØ¨ŲŽØĒؐ Ø§ŲŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŽØ§ ØĒŲØ¤Ų’Ų…ŲŽØąŲ ØŗŲŽØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲ†ŲŲŠ ØĨؐ؆ؒ Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?' Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.'" (QS Ash-Shaffat, [37]: 102).

Dalam potongan kisah tersebut, kita menyaksikan dua sosok luar biasa, (1) ayah yang berserah penuh kepada Allah dengan mengorbankan putranya, dan (2) anak yang menerima takdir dengan sabar dan ikhlas. Nabi Ibrahim tidak hanya menunjukkan ketaatan sebagai seorang hamba, tapi juga keberanian sebagai seorang ayah yang sanggup menundukkan rasa cintanya kepada sang anak demi patuh kepada Tuhannya. Begitu juga Ismail, keteguhan hatinya memperlihatkan bahwa jiwanya tidak goyah sekalipun diperintah untuk menyerahkan nyawanya.

Namun juga perlu kita ketahui, bahwa apa yang dilakukan keduanya tidak sekadar hubungan antara ayah dan anak biasa. Keduanya adalah manusia pilihan yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Maka keteladanan ini bukanlah ajakan agar orang tua bisa meminta apa pun pada anaknya, atau agar anak selalu menuruti tanpa berpikir. Karena pelajaran besarnya adalah tentang kesungguhan iman ketika perintah dari Allah datang dengan jelas, dan pengorbanan terhadap ego pribadi ketika kebenaran sudah nyata.

Ma'asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah

Ketika Nabi Ibrahim telah membaringkan putranya, dan pisau telah siap di tangannya, serta Nabi Ismail telah ridha dan pasrah pada perintah Allah. Pada saat itulah, datang seruan dari Allah SWT, bahwa semua itu hanyalah ujian keimanan, dan tidak benar-benar akan mengambil nyawa sang anak. Kemudian Allah menggantikan Ismail dengan seekor hewan sembelihan yang agung. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØĩŲŽØ¯Ų‘ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲØ¤Ų’ŲŠØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ų†ŲŽØŦŲ’Ø˛ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­Ų’ØŗŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ (105) ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„Ø§ØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ†Ų (106) ŲˆŲŽŲŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§Ų‡Ų Ø¨ŲØ°ŲØ¨Ų’Ø­Ų ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų (107)

Artinya: "Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar." (QS Ash-Shaffat, [37]: 105-107).

Inilah ruh dari Idul Adha, yaitu tunduk patuh dan menerima pada apa yang Allah tetapkan sebagaimana yang tercermin dalam diri Nabi Ibrahim, serta ikhlas dan sabar sebagaimana dalam diri Nabi Ismail. Ibrahim tidak hanya semata menyembelih, tapi melepas rasa kepemilikan yang berlebihan, menyembelih ego, menyembelih rasa takut yang menghalanginya dari total patuh kepada Allah.

Lantas, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini? Pelajarannya adalah menerima terhadap semua takdir dan ketentuan Allah dengan ikhlas dan percaya, bahwa semua itu benar-benar yang terbaik bagi kita semua, tanpa mengeluh, tanpa marah, dan tanpa memberontak. Karena ketika Ibrahim dan Ismail pasrah dan menerima semuanya, apa yang terjadi? Allah memberikan ganti dari ujian tersebut dan tidak menjadikan Ismail sebagai kurban.

Pelajaran dan penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Muhammad Mutawalli asy-Syarawi, dalam kitab Tafsir wa Khawathirul Umam, jilid IV, halaman 417, ia mengatakan:

ŲˆŲŽØĒŲØšŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ§Ų‚ŲØšŲŽØŠŲ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØĨŲØ°ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ų‚ŲŽØļŲŽØ§ØĄŲŒ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØŦŲ’Ø˛ŲŽØšŲŽØŒ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØŗŲ’ØŽŲŽØˇŲŽØŒ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØēŲ’ØļŲŽØ¨ŲŽØŒ ØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ…ŲŽØąŲ‘ŲŽØ¯ŲŽØŒ Ų„ŲØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲØ°ŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØĒŲØˇŲŲŠŲ’Ų„Ų ØŖŲŽŲ…ŲŽØ¯ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØļŲŽØ§ØĄŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ†Ų’ ØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ Ų„ŲŲ‚ŲŽØļŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽŲŠŲØąŲ’ŲŲŽØš Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØļŲŽØ§ØĄŲØŒ Ų„ŲØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØļŲŽØ§ØĄŲŽ Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲØąŲ’ŲŲŽØšŲ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲØąŲ’ØļŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ‡Ų

Artiny: "Peristiwa ini mengajarkan kepada kita, bahwa jika datang suatu ketetapan dari Allah kepadamu, maka janganlah engkau gelisah, jangan marah, jangan murka, dan jangan memberontak. Karena jika engkau melakukan itu, itu hanya akan memperpanjang masa ketetapan itu atas dirimu. Akan tetapi, berserah dirilah pada ketetapan Allah, niscaya ketetapan itu akan diangkat. Sebab, suatu ketetapan tidak akan diangkat hingga diridhai oleh yang menerimanya."

Ma'asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah

Dengan demikian, maka Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita arti sejati dari cinta yang tidak melampaui cinta kepada Allah. Nabi Ismail mengajarkan kepada kita makna kesabaran, keikhlasan, dan ridha dalam menerima takdir. Inilah keteladanan yang kita cari dalam diri manusia, yaitu menjadi hamba yang patuh tanpa syarat, dan menjadi manusia yang teguh saat diuji dengan pengorbanan. Mari kita pulang dari sholat Idul Adha ini dengan membawa semangat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ke dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita sembelih ego kita yang sombong, kita tebas rasa tamak dan dengki, dan kita gantikan dengan ketundukan, keikhlasan, dan ketakwaan yang sejati. Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berserah diri kepada-Nya dalam segala keadaan, dan semoga ibadah kita diterima sebagaimana Allah menerima pengorbanan Ibrahim dan Ismail.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲŽØ§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØĸŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°Ų‘ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…ŲØŒ ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØŦŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŽ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų. ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų‡Ų Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Khutbah II

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ØŒ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽØšŲŽØ´ŲŲŠŲ‘Ø§Ų‹ ŲˆŲŽØ­ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĒŲØ¸Ų’Ų‡ŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ø´ŲŽØąŲŽØšŲŽ Ų„ŲØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲ‡Ų ŲąŲ„Ų’ØŖŲØļŲ’Ø­ŲŲŠŲŽØŠŲŽ ØĒŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŽØŠŲ‹ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲŽØ§ØĄŲ ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ„ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų…ŲŽ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ­Ų’ØąŲ Ų…ŲŽŲˆŲŽØ§ØŗŲŲ…ŲŽ Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽØ§ØĒŲ ŲˆŲŽØąŲŽŲŲ’ØšŲŽØ§ØĒŲ ؁ؐ؊ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„ŲŲ‡ŲØŒ Ų†ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØ¯ŲŲ‡Ų ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ†ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØšŲŲˆØ°Ų Ø¨ŲŲ‡Ų ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲØąŲŲˆØąŲ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØĻŲŽØ§ØĒؐ ØŖŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲ†ŲŽØ§. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­ŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„ŲŲ‡Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØ§ØąŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲ‡Ų’ØŦŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ¯ŲŽØšŲŽØ§ Ø¨ŲØ¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØĒŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØĒŲŽØŖŲŽØŗŲ‘ŲŽŲ‰ Ø¨ŲØŗŲŲ†Ų‘ŲŽØĒؐ؇ؐ ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų: ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ اØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽØ°ŲŽØąŲŲˆŲ’Ø§ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲˆŲŽØ§Ø­ŲØ´ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŖŲŽØšŲ’Ø¸ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽØ§ØĒؐ ؁ؐ؊ Ų‡ŲŽØ°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų…Ų Ų…ŲŽØ§ Ų‚ŲØ¯ŲŲ‘Ų…ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø¯ŲŽŲ…Ų ŲŠŲØ¨Ų’ØĒŲŽØēŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØˇŲŽØ§Ø¨ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲ ØĒŲØąŲŲŠØ¯Ų ØąŲØļŲŽØ§Ų‡Ų ŲŲŽØŖŲŽŲƒŲ’ØąŲŲ…ŲŲˆØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲˆŲŽØ§ØŗŲŲ…ŲŽØŒ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŽØ§Ų…Ų ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØ­ŲŽØ§ØĒŲ ŲˆŲŽØĒŲŽØŦŲŽŲ„Ų‘ŲŲŠŲŽØ§ØĒŲ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų. ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ Ø¨ŲŽØ¯ŲŽØŖŲŽ Ø¨ŲŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲ‡Ų. ŲˆŲŽØĢŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‰ Ø¨ŲŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲŽØ¨ŲŲ‘Ø­ŲŽØŠŲ Ø¨ŲŲ‚ŲØ¯Ų’ØŗŲŲ‡Ų. ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ø§Ų‹ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲ’ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽØŒ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽØŒ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ØŽŲŽØ§ØĩŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ‹ØŒ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲØŒ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Khutbah Idul Adha 2025 NU ini disusun oleh Ustaz Sunnatulah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.

Khutbah Idul Adha 2025 Muhammadiyah

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؐ؄؄؇ؐ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲ‰ ØŖŲŽŲ†Ų’Ø˛ŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØĒŲŽØ§Ø¨ŲŽ ØĒŲØ¨Ų’ŲŠŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ Ų„ŲŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲØ¯Ų‹Ų‰ ŲˆŲŽŲ†ŲŲˆŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØ¨ŲØ´Ų’ØąŲŽŲ‰ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲØŒ ØŖŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ.

ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų:

ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ŲŠŲŽ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ.

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؁ؐ؉ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲŽØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŲŠŲ†ŲŽ

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų.

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§.

Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita di pagi yang indah ini bisa berkumpul bersama menikmati hangatnya sinar mentari, dan segarnya udara di pagi sambil mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ekspresi mengagungkan Ilahi Robbi. Dan melaksanakan sholat sunah dua rakaat Idul Adha sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua.

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah

Idul Adha adalah momen penting dimana kita diingatkan kembali atas kisah pengorbanan Nabi Ibrahim 'alaihi salam bersama putranya, Nabi Ismail 'alaihi salam. Sebuah kisah yang begitu luar biasa, yang menyentuh kalbu dan jiwa, peristiwa yang jarang bisa dilaksanakan oleh manusia biasa. Ayah dan anak keduanya kompak menunjukkan ketundukan yang sempurna kepada Allah Rabb al-'Alamin. Nabi Ibrahim menunjukkan keberanian luar biasa untuk melaksanakan perintah Allah, meskipun itu berarti harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai yaitu anak kesayangannya. Dan di sisi lain, kita juga kagum kepada Nabi Ismail as yang juga menunjukkan ketaatan yang luar biasa kepada ayah dan kepada Tuhannya walaupun harus mengorbankan dirinya.

Kisah tersebut diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat as-Shaffat ayat 102:

ŲŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØēŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØšŲ’ŲŠŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲ°Ø¨ŲŲ†ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽØąŲ°Ų‰ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų…Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŽØ°Ų’Ø¨ŲŽØ­ŲŲƒŲŽ ŲŲŽØ§Ų†Ų’Ø¸ŲØąŲ’ Ų…ŲŽØ§Ø°ŲŽØ§ ØĒŲŽØąŲ°Ų‰Û— Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽØ¨ŲŽØĒؐ Ø§ŲŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ Ų…ŲŽØ§ ØĒŲØ¤Ų’Ų…ŲŽØąŲÛ– ØŗŲŽØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų“ Ø§ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘Ų°Ø¨ŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

"Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar."

Nabi Ibrahim adalah figure bapak yang taat kepada Tuhan tetapi menghormati pendapat orang lain. Beliau berjiwa demokratis mengajak bermusyarah dengan putranya untuk minta pendapatnya. Begitu pula sang anak sama sama punya keimanan yang tinggi menyatakan kesediannya, sehingga terjadi harmoni dalam melaksanakan perintah Tuhan. Tidak ada paksaan dalam beragama.

Kisah tersebut di atas sangat menarik untuk diambil pelajaran penting dalam keberagamaan kita di masa kini. Keberagamaan harus bertumpu pada kesadaran penuh akan nilai-nilai spiritual. Nabi Ibrahim adalah teladan keberagamaan yang tidak hanya menitikberatkan ibadah ritual, tetapi juga keberanian moral, keikhlasan, dan kepatuhan yang teguh kepada perintah Tuhan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, khatib akan mengemukakan beberapa poin yang dapat kita ambil sebagai ibrah dari kisah nabi Ibrahim dan Ismail. Dimana keberagamaan keduanya bisa dijadikan sebagai model keberagamaan Islam Berkemajuan.

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Yang pertama adalah keikhlasan dalam beribadah: Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa segala bentuk ibadah kita harus dilandasi oleh keikhlasan. Tidak ada pamrih dalam beribadah, hanya semata-mata mencari ridha Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah surat al-Bayyinah

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŲ…ŲØąŲŲˆŲ“Ø§Ų’ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲŽØšÛĄØ¨ŲØ¯ŲŲˆØ§Ų’ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų…ŲØŽÛĄŲ„ŲØĩŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø­ŲŲ†ŲŽŲŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŲ‚ŲŲŠŲ…ŲŲˆØ§Ų’ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲØ¤ÛĄØĒŲŲˆØ§Ų’ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽÛš ŲˆŲŽØ°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ†Ų ŲąŲ„ÛĄŲ‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ…ŲŽØŠŲ

Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS al-Bayyinah ayat 5)

Ibrah yang kedua adalah keberanian menghadapi tantangan. Islam mengajarkan umatnya untuk terus bergerak maju, menghadapi segala tantangan dengan keberanian dan keteguhan hati. Nabi Ibrahim adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang tidak gentar menjalani ujian Allah.

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†ÛĄ ØŖŲŽØ­ÛĄØŗŲŽŲ†Ų Ø¯ŲŲŠŲ†Ų—Ø§ Ų…Ų‘ŲŲ…Ų‘ŲŽŲ†ÛĄ ØŖŲŽØŗÛĄŲ„ŲŽŲ…ŲŽ ŲˆŲŽØŦÛĄŲ‡ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ų…ŲØ­ÛĄØŗŲŲ†Ųž ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØšŲŽ Ų…ŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲŽ ØĨŲØ¨ÛĄØąŲŽŲ°Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ Ø­ŲŽŲ†ŲŲŠŲŲ—Ø§Û— ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽØŽŲŽØ°ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲØ¨ÛĄØąŲŽŲ°Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ„Ų—Ø§

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (QS an-Nisa' ayat 125)

Dan Ibrah yang ketiga adalah semangat pembaruan (Tajdid). Keberagamaan yang diajarkan Nabi Ibrahim bukanlah yang stagnan. Beliau selalu mencari kebenaran dan berupaya mendekatkan diri pada Allah. Ini adalah semangat yang harus dihidupkan umat Islam untuk terus berkarya dan memberi manfaat kepada lingkungan.

ÛžŲˆŲŽØĨŲØ°Ų ŲąØ¨ÛĄØĒŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų°Ų“ ØĨŲØ¨ÛĄØąŲŽŲ°Ų‡ŲÛ§Ų…ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲÛĨ Ø¨ŲŲƒŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽŲ°ØĒŲ– ŲŲŽØŖŲŽØĒŲŽŲ…Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽÛ– Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŦŲŽØ§ØšŲŲ„ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØĨŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų—Ø§Û– Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ† Ø°ŲØąŲ‘ŲŲŠŲ‘ŲŽØĒŲŲŠÛ– Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†ŲŽØ§Ų„Ų ØšŲŽŲ‡ÛĄØ¯ŲŲŠ ŲąŲ„Ø¸Ų‘ŲŽŲ°Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (QS al-Baqarah ayat 124)

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Jamaah yang dirahmati Allah

Di era modern sekarang ini, semangat keberagamaan Nabi Ibrahim bisa menjadi panduan untuk kita dalam melaksanakan Islam berkemajuan. Dalam menghadapi berbagai tantangan, umat Islam harus tetap memprioritaskan nilai-nilai ketaatan kepada Allah, memperkuat ukhuwah, dan memberi kontribusi positif kepada masyarakat.

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯ÛĄ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…ÛĄ ŲŲŲŠŲ‡ŲŲ…ÛĄ ØŖŲØŗÛĄŲˆŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲž Ų„Ų‘ŲŲ…ŲŽŲ† ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØąÛĄØŦŲŲˆØ§Ų’ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲąŲ„ÛĄŲŠŲŽŲˆÛĄŲ…ŲŽ ŲąŲ„ÛĄØŖŲ“ØŽŲØąŲŽÛš ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų‡ŲŲˆŲŽ ŲąŲ„ÛĄØēŲŽŲ†ŲŲŠŲ‘Ų ŲąŲ„ÛĄØ­ŲŽŲ…ŲŲŠØ¯Ų

Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dialah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji. (QS al-Mumtahanah ayat 6).

Kisah nabi Ibrahim tidak hanya mencerminkan kerelaan pengorbanan beliau tetapi juga menjadikannya sebagai model iman, kesabaran, dan pengabdian. Tindakannya beresonansi dalam praktik dan kepercayaan Islam, menginspirasi orang percaya untuk menegakkan iman mereka dengan ketulusan dan keberanian.

Para sarjana telah mengeksplorasi kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dari berbagai perspektif, menekankan signifikansi teologis, moral, dan spiritualnya. Banyak sarjana menyoroti bahwa kesediaan Ibrahim untuk mengorbankan putranya menunjukkan penyerahan tertinggi kepada Allah. Tindakan ini dipandang sebagai contoh mendalam dari keyakinan dan ketauhidan (keesaan Tuhan) dan kepercayaan penuh dan patuh pada kebijaksanaan ilahi.

Pengorbanan nabi Ibrahim sering ditafsirkan sebagai pelajaran dalam memprioritaskan pengabdian kepada Allah daripada keterikatan duniawi. Para sarjana seperti Ibn al-'Arabi telah membahas narasi sebagai panggilan untuk melepaskan berhala pribadi atau apa pun yang mengalihkan perhatian dari Allah.

Beberapa sarjana merefleksikan tantangan etika yang dihadapi Ibrahim, menekankan perjuangan internal dan keyakinannya yang tak tergoyahkan. Aspek ini dipandang sebagai pengingat bagi orang-orang percaya untuk menghadapi dilema moral mereka sendiri dengan keberanian dan kepercayaan kepada Allah. Dan Tindakan Ibrahim dipandang sebagai landasan ajaran Islam, ritual yang menginspirasi seperti pengorbanan Idul Adha. Tindakan tersebut melambangkan rasa syukur, kerendahan hati, dan kesiapan orang percaya untuk membuat pengorbanan pribadi demi kebaikan yang lebih besar.

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Akhirnya saya mengajak hadirin untuk mencontoh, keimanan, ketakwaan dan ketaatan kepada Allah, sehingga melahirkan jiwa berani berkorban, tidak egois dan mendahulukan musyawarah. Marilah kita memanfaatkan kesempatan yang ada untuk selalu berbuat baik. Mumpung masih diberi kesempatan hidup oleh Allah yang entah sampai kapan sisa umur ini masih ada. Sungguh alangkah indahnya jika umur yang tersisa ini kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat sehingga menjadi umur yang dipenuhi kasih sayang Allah, umur yang dipenuhi barakah Allah. Harta yang kita punyai, mari kita gunakan untuk kepentingan kebaikan, kita gunakan untuk meraih kesenangan di akhirat yang abadi. Jangan sampai kita menyesal berkepanjangan ketika kelak kita berada di alam keabadian.

Untuk menguatkan keimanan kita agar menjadi iman aktif marilah kita memanjatkan doa kehadirat Allah SWT. Dan kita yakin doa ini akan diamini para malaikat juga akan dikabulkan Allah SWT.

Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŠŲŲˆŲŽØ§ŲŲŲŠŲ’ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŲƒŲŽØ§ŲŲØĻŲ Ų…ŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų

ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØēŲŲŠŲ’ ؄ؐØŦŲŽŲ„Ø§ŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŽ

. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ.

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽØ§Ų†ŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŗŲŽØ¨ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„ØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ ŲŲŲŠŲ’ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲ†ŲŽØ§ ØēŲŲ„Ø§Ų‘Ų‹ Ų„Ų‘ŲŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØĄŲŲˆŲ’ŲŲŒ ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų’ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ§ØĒŲØ­ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ų†ŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ ŲˆŲŽØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲ‘ŲØ¨Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§Ų‹ Ų…ŲØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ„Ø§Ų‹. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†Ų.

Khutbah Idul Adha 2025 Muhammadiyah di atas ditulis oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad.




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads