Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD akan segera dimulai pada 20 April 2026. Sebelum ujian, siswa harus tahu dahulu prosedur yang bisa dilakukan jika mengalami kendala.
Kendala teknis bisa saja datang tiba-tiba, meskipun peserta sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Hambatan yang biasanya ditemui pada peserta dapat berupa kendala teknis hingga nonteknis.
Kendala teknis contohnya adalah listrik padam, gangguan internet, kerusakan perangkat atau kendala sistem. Sedangkan kendala nonteknis bisa berupa peserta terlambat, sakit, kartu peserta tertukar, proaktor berhalangan hadir atau adanya kebisingan.
Selain itu, peserta juga tidak bisa menghindari kejadian luar biasa seperti bencana alam, huru-hara, atau sebagainya. Oleh sebab itu, siswa harus tahu cara mengatasi jika hal-hal buruk tersebut terjadi.
Cara Menangani Kendala Saat Ujian TKA
Mengutip unggahan Instagram @litbangdikbud yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berikut beberapa hal yang perlu dilakukan jika bertemu kendala saat ujian:
1. Lapor Internal
Jika siswa merasa ada kendala teknis atau yang lain, maka bisa melaporkan ke pihak internal. Dalam artian, melapor kepada petugas sekolah atau pengawas yang ada di ruang ujian.
Tak usah malu atau sungkan, pengawas atau petugas sekolah akan membantu siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
2. Tim Teknis Daerah
Jika setelah ada kendala, tetapi pihak sekolah juga tak bisa menanganinya, maka laporkan ke tim teknis daerah. Laporkan secara rinci kendala yang terjadi kepada tim teknis baik tingkat kabupaten/kota atau provinsi.
3. Kebijakan Pusat
Adapun jika kendala yang terjadi disebabkan kejadian luar biasa, maka kebijakan terkait pelaksanaan TKA yang terhambat akan diputuskan oleh pemerintah pusat. Kebijakan dapat berupa penundaan atau perubahan jadwal.
Kemendikdasmen Pastikan Ada Ujian Susulan
Menteri Pendidikan Dasa dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan langsung jika ada siswa yang gagal TKA karena beberapa kendala. Khususnya karena sakit atau bencana alam.
"Yang sekarang sedang kita atur adalah yang terdampak bencana. Ini kan baru saja ada musibah kemarin ada sekolah yang kebakaran, kemudian juga baru saja tadi pagi saya terima kabar ada sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu. Nah seperti ini nanti kita siapkan ujian susulan," kata Mu'ti saat melakukan kunjungan ke SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (6/4/2026) lalu.
Selain itu, Kemendikdasmen juga telah menyediakan soal TKA yang bisa diakses offline untuk daerah tidak terjangkau listrik atau internet.
"Ya sudah kita antisipasi semuanya dan ini kan semua soal tidak harus berbasis online. Jadi ada soal-soal yang berbasis komputer, tapi tidak harus download. Karena memang di daerah yang belum ada jaringan internetnya kita siapkan soal yang dia sudah diinstal di masing-masing komputer, jadi tidak ada masalah," ujar Mu'ti.
Simak Video "Video Siswa Curhat TKA ke Wamendikdasmen: Waktu Kurang-Matematika Tersulit"
(cyu/nah)