Gelombang pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs/sederajat sudah rampung dilakukan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan TKA ini diikuti oleh 98,3 persen murid.
Meskipun tingkat partisipasinya tinggi, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemendikdasmen) beberkan masih ada daerah yang terkendala teknis pada gelombang pertama. Kendala yang ditemukan adalah pemadaman listrik, jaringan internet yang lambat, hingga bencana banjir.
Kendala teknis ini dijadikan refleksi agar pelaksanaan TKA gelombang selanjutnya bisa berjalan lancar. Untuk kendala pemadaman listrik, Toni menyebut pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PT PLN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk daerah yang mengalami bencana banjir, ia telah melakukan tindakan sesuai prosedur operasional standar yang ditetapkan. Toni memastikan sekolah-sekolah ini bisa mengikuti ujian susulan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"Terkait pemadaman listrik, kemudian juga berkaitan dengan jaringan internet, itu sudah bisa atasi. Terutama untuk yang bencana banjir, kita sudah alihkan sesuai dengan prosedur operasional standar kita, ada jadwal susulan yang sudah kita tentukan," katanya.
Hal itu disampaikan Toni dalam acara Taklimat TKA jenjang SMP di Hotel Four Points, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026), ditulis Rabu (8/4/2026).
Kendala Terjadi di Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik Kemendikdasmen) Rahmawati, menambahkan pada dasarnya kendala mati listrik ini bersifat kasus. Artinya, kendala tidak terjadi di satu titik besar, contohnya satu kabupaten secara bersamaan.
Ia menyebut daerah yang melaporkan adanya kendala, di antaranya Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
"Sulbar itu cuma ada dua sekolah (yang terkendala) karena memang cuacanya sedang hujan deras," bebernya.
Secara umum, tingkat kehadiran dan murid yang menyelesaikan TKA pada gelombang pertama mencapai 98,3 persen. Dengan begitu, masih ada 1,7 persen murid yang mengalami kendala, termasuk absen lantaran sakit dan sebagainya.
"Akhirnya yang terkendala yang 1,7 (persen) itu, angka itu tidak hanya yang terkendala, bisa jadi ada siswa yang sakit, yang berhalangan ada izin sangat penting. Itu juga termasuk bagian dari 1,7 persen," jelas Rahmawati lebih lanjut.
Pelaksanaan TKA SMP berlangsung pada 6-16 April 2026. Murid atau sekolah yang mengalami kendala bisa mengikuti ujian susulan yang berlangsung pada 11-17 Mei 2026.
Pelaksanaan TKA di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Rahmawati juga membeberkan, terkait pelaksanaan TKA di wilayah terdampak bencana Sumatera. Melalui video conference, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan tim Provinsi Aceh.
Dilaporkan bila Aceh Tamiang menjadi daerah yang terdampak paling parah. Kendati demikian, ada 90 SMP yang ada di Aceh Tamiang, sebanyak 83 sekolah mengikuti TKA dengan persentase 99,14 persen.
Informasi keikutsertaan daerah di TKA bisa diakses oleh publik melalui laman https://tka.kemendikdasmen.go.id/.
