Mendikdasmen: Siswa Sakit-Terdampak Bencana Bisa Ikut TKA Susulan

ADVERTISEMENT

Mendikdasmen: Siswa Sakit-Terdampak Bencana Bisa Ikut TKA Susulan

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 11:22 WIB
TKA di SMPN 2 Curug Tangerang, Ditinjau Langsung Mendikdasmen pada Senin (6/4/2026)
TKA di SMPN 2 Curug Tangerang, Ditinjau Langsung Mendikdasmen pada Senin (6/4/2026). Foto: Cicin Yulianti/detikcom
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) memberikan kelonggaran bagi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP yang terkendala bencana. Mereka bisa mengikuti TKA susulan.

"Yang sekarang sedang kita atur adalah yang terdampak bencana. Ini kan baru saja ada musibah kemarin ada sekolah yang kebakaran, kemudian juga baru saja tadi pagi saya terima kabar ada sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu. Nah seperti ini nanti kita siapkan ujian susulan," kata Mu'ti kepada wartawan saat ditemui di SMPN Curug, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ujian Susulan Bukan Ujian Ulang

Meski demikian, Mu'ti menegaskan bahwa ujian susulan bukan berarti ujian ulang. Ia dan pihaknya akan membuat waktu ujian susulan dalam rentang yang cukup panjang.

"Dan itu sudah kita siapkan itulah kenapa kemudian jadwal itu kita buat rentang yang panjang," tambah Mu'ti.

ADVERTISEMENT

Selain terdampak bencana, jika siswa jatuh sakit dengan bukti jelas sehingga tidak bisa mengikuti pada hari yang telah ditentukan, maka bisa mengikuti TKA susulan.

"Ini termasuk ketika misalnya ada anak-anak yang sakit misalnya, sudah menyiapkan tapi pas hari H dia sakit. Dan berbagai faktor lain yang kita sebut dengan force majeure itu sudah kita antisipasi dengan ujian susulan. Jadi insyaAllah semuanya akan bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya.

TKA untuk Daerah 3T Dapat Diakses Offline

Fleksibilitas TKA juga disampaikan Mu'ti terlihat dari bentuk soal yang disediakan untuk sekolah dari daerah 3T. Soal TKA untuk wilayah-wilayah tertentu bisa diakses secara offline.

"Ya sudah kita antisipasi semuanya dan ini kan semua soal tidak harus berbasis online. Jadi ada soal-soal yang berbasis komputer, tapi tidak harus download. Karena memang di daerah yang belum ada jaringan internetnya kita siapkan soal yang dia sudah diinstal di masing-masing komputer, jadi tidak ada masalah," ujar Mu'ti.

Begitu juga untuk sekolah yang benar-benar tidak punya laboratorium komputer. Sekolah dapat saling berbagi fasilitas untuk memfasilitasi kebutuhan TKA.

"Dan sharing itu tidak harus di jenjang yang sama. Karena tidak bersamaan bisa jadi karena SMA sudah, bisa jadi sebagian itu sharing dengan SMA. Bisa jadi juga sharing dengan, bisa jadi kan sekarang SMP mungkin bisa sharing juga di SD dan seterusnya yang itu sudah kita siapkan jauh sebelum pelaksanaan. Jadi insyaallah tidak ada masalah," harap Mu'ti.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads