×
Ad

Batas Usia Pakai AI dari SKB 7 Menteri, Anak TK Boleh?

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 30 Mar 2026 10:30 WIB
SKB 7 Menteri mengatur batas usia anak jenjang PAUD untuk akses AI dan teknologi digital dengan pengawasan orang tua beserta durasi maksimalnya. Foto: Getty Images/charnsitr
Jakarta -

Batas usia anak memakai AI diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri terbaru. Apakah anak TK boleh mengakses AI dan teknologi digital sambil belajar?

SKB 7 Menteri berisi tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pada pedoman ini, batasan usia minimum ditujukan untuk anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang berada di bawah usia 6 tahun.

Batas Usia Pakai AI dan Teknologi Digital

Berdasarkan SKB 7 Menteri, batasan minimum usia anak untuk memanfaatkan teknologi digital dan AI minimal 3 tahun. Jika belum 3 tahun, anak tidak boleh mengakses atau memakainya.

Saat anak usia PAUD tersebut memakai AI dan teknologi digital, ia wajib selalu dalam pengawasan penuh dan pendampingan oleh pendidik dan orang tua/wali. Sang anak tidak boleh dibiarkan menggunakan perangkat sendirian.

Berapa Lama Anak Boleh Pakai AI & Teknologi Digital?

Bagi anak jenjang PAUD tersebut, berlaku ketentuan:

  • Durasi maksimal pakai AI dan teknologi digital: 30 menit per sesi
  • Total durasi maksimal pakai AI dan teknologi digital: 60 menit per hari atau total waktu pembelajaran.

Batasan ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif pada perkembangan fisik anak dan kesehatan matanya.

Anak Pakai AI? Harus Terintegrasi dengan Aktivitas Lain

Pedoman ini juga mengatur Pemanfaatan teknologi digital dan AI harus diintegrasikan dengan kegiatan yang menstimulasi aspek tumbuh kembang anak. Termasuk di antaranya yaitu perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik (kasar dan halus), dan kemandirian.

Berikut aktivitas yang harus diintegrasikan saat anak memakai AI dan teknologi digital:

  • Kegiatan fisik
  • Aktivitas bermain dengan alat permainan edukatif
  • Eksplorasi sensorik
  • Kegiatan seru
  • Olahraga dan kreativitas
  • Aktivitas tindak lanjut lainnya.

Contoh Aturan Pakai AI-Gawai di Rumah

Lebih lanjut, satuan pendidikan juga wajib berkomunikasi aktif dengan orang tua/wali murid mengenai kebijakan pemanfaatan teknologi digital dan AI oleh anak ini. Pihak satuan pendidikan dalam hal ini juga perlu memberikan edukasi kepada orang tua/wali tentang bagaimana mendampingi anak dan membatasi penggunaannya di rumah.

Berikut contoh aturan yang sehat di rumah:

1. Waktu layar (screen time) maksimal 60 menit per hari, dan tidak harus diberikan setiap hari. Aktivitas luring (offline) diutamakan)

2. AI dan teknologi digital hanya dipakai untuk mengakses konten edukatif berkualitas yang sudah dipilihkan orang tua/wali (dapat dibantu fitur parental control), misalnya:

  • Pengenalan warna
  • Pengenalan huruf
  • Pengenalan suara-suara

3. Anak tidak diberi gawai agar tenang (pasif). AI dan gawai dipakai untuk mendukung aktivitas interaktif, yang diawasi orang tua/wali.

4. Anak tidak boleh memakai gawai sendirian. Orang tua/wali wajib duduk di samping anak, ikut melihat, dan berdiskusi tentang apa yang ada di layar.

5. Anak tidak boleh berinteraksi langsung dengan platform AI. Orang tua dapat memakai AI sebagai alat bantu mencari ide aktivitas kreatif atau materi pembelajaran untuk anak, tapi tidak di hadapan anak.

6. Foto, video, data pribadi anak tidak diunggah (upload) ke platform daring yang tidak aman; kendalikan fitur kamera dan mikrofon tiap aplikasi.

7. Waktu penggunaan gawai tidak mengurangi porsi waktu:

  • Waktu bermain fisik
  • Eksplorasi lingkungan dan alam
  • Membaca buku
  • Interaksi sosial tatap muka.

8. Orang tua/wali menjadi contoh utama bagi anak, batasi pengunaan gawai pribadi saat bersama anak, berikan perhatian penuh selama berinteraksi.

Kenapa Anak Boleh Pakai AI dan Teknologi Digital?

Dalam SKB 7 Menteri dijelaskan, PAUD merupakan fondasi penting dalam perkembangan holistik anak, yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa, dan moral.

Pada tahap PAUD, anak belajar melalui interaksi langsung dengan lingkungan, bermain, dan hubungan interpersonal yang hangat dengan pendidik dan teman sebaya.

Pengalaman sensorik, eksplorasi fisik, dan interaksi sosial merupakan elemen krusial yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Sementara itu, perkembangan teknologi digital dan AI juga memicu munculnya inovasi dalam dunia pendidikan.

Namun, pemanfaatan AI-teknologi digital pada jenjang PAUD butuh pendekatan yang sangat selektif dan hati-hati.Murid jenjang PAUD berada pada masa kritis perkembangan otak, pembentukan karakter, dan keterampilan sosial yang memerlukan interaksi manusia yang autentik.



Simak Video "Israel Kembangkan Drone Pembunuh Berbasis AI"

(twu/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork