- Lama Screentime yang Baik untuk Anak Berdasarkan Umur 1. Umur 0-2 tahun 2. Umur 2-3 tahun 3. Umur 3-5 tahun 4. Umur 5-17 tahun 5. Dewasa
- Tips Menggunakan Internet yang Aman 1. Jaga Akunmu 2. Hormat dan Sopan dalam Berkomunikasi 3. Jaga Privasi, Data Pribadi, dan Keamanan Diri 4. Lapor Konten atau Perilaku yang Tidak Pantas 5. Atur Waktu Secara Seimbang 6. Fokus pada Konten Positif dan Edukatif 7. Hati-hati Berkenalan dengan Orang Baru
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi melakukan pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini diterapkan terutama pada platform yang dinilai berisiko tinggi, seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, X, hingga Roblox.
Tak bisa dipungkiri, internet menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat masa kini. Bahkan lama penggunaannya telah mencapai pada titik mengkhawatirkan.
Berdasarkan laporan firma riset data.ai bertajuk "Satate of Mobile 2023", disebutkan masyarakat Indonesia memecahkan rekor dunia pada 2022. Rekor yang dimaksud adalah penggunaan internet terlama dengan durasi 5,7 jam per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hal itu, Komdigi telah mengklasifikasikan waktu dalam mengakses gadget (screentime) yang baik untuk anak. Dikutip dari Buku Keluarga Cerdas Digital (Tunaspedia) ketahui daftarnya di sini yuk!
Lama Screentime yang Baik untuk Anak Berdasarkan Umur
1. Umur 0-2 tahun
Anak di usia ini sama sekali tidak direkomendasikan untuk diberi gawai. Orang tua diminta untuk melakukan interaksi secara langsung pada anak.
2. Umur 2-3 tahun
HP boleh diberikan pada anak dengan batasan 30 menit per hari. Konten yang diberikan harus edukatif dan prosesnya didampingi oleh orang tua.
3. Umur 3-5 tahun
Anak diperbolehkan mengakses gadget tidak lebih dari satu jam per hari. Selama menggunakan HP, orang tua harus mendampingi dan mengajak anak berdiskusi.
4. Umur 5-17 tahun
Sudah masuk dalam tingkatan umur yang mengerti risiko gadget, anak dalam rentang usia ini diperbolehkan mengakses HP 2 jam per hari. Jangan lupa untuk menyeimbangkan penggunaan gawai dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial.
5. Dewasa
Orang dewasa disarankan menggunakan gadget maksimal 4 jam per hari. Selain untuk komunikasi, konten yang disarankan berfokus pada hal-hal positif dan pembelajaran.
Tips Menggunakan Internet yang Aman
Internet dan bergulir di medsos memang menyenangkan, tetapi anak perlu tahu cara menggunakan internet yang aman. Adapun tipsnya yakni:
1. Jaga Akunmu
Kata sandi adalah hal paling rahasia yang harus kamu dan orang tua ketahui. Jangan bagikan kata sandi ke siapa pun, ya! Untuk menambah keamanan akun, detikers bisa mengganti kata sandi sesekali biar akun tetap aman.
2. Hormat dan Sopan dalam Berkomunikasi
Berhadapan dengan layar, kita sering kali tidak tahu, lawan kita berbicara di medsos itu umur berapa. Untuk itu, gunakan bahasa yang baik, santun, dan tidak menyinggung orang.
"Jangan pernah mengejek, menghina, atau menulis komentar yang bisa bikin orang lain sedih, karena di balik layar juga ada perasaan seseorang," kata Komdigi.
3. Jaga Privasi, Data Pribadi, dan Keamanan Diri
Jangan pernah membagikan informasi pribadi, seperti alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, atau foto identitas ke sembarangan orang.
4. Lapor Konten atau Perilaku yang Tidak Pantas
Kalau ada seseorang yang buat detikers tak nyaman, seperti berbicara kasar, mengancam, dan hal lainnya, jangan takut untuk bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang detikers percaya ya!
5. Atur Waktu Secara Seimbang
Main gadget boleh, tapi jangan lupa waktu! Tetap sisihkan waktu untuk belajar, bantu orang tua, istirahat, dan bermain di dunia nyata dengan teman-temanmu ya!
6. Fokus pada Konten Positif dan Edukatif
Gunakan internet untuk hal-hal yang bisa membuat detikers tambah pintar, kreatif, dapat inspirasi, dan bahagia. Banyak tontonan, game, atau kegiatan daring yang bisa memberi manfaat, jadi pilihlah yang positif.
7. Hati-hati Berkenalan dengan Orang Baru
Tak semua orang di dunia digital itu baik dan jujur tentang dirinya. Ada yang berpura-pura jadi teman supaya bisa mengambil keuntungan.
"Makanya, kalau ada orang baru yang ngajak ngobrol atau minta hal aneh, jangan langusng percaya," tegas Komdigi.
(det/nah)











































