3 Ekskul Hits ini Sudah Eksis dari Zaman Kemerdekaan, Apa Saja?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 02 Des 2021 10:00 WIB
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal DKI Jakarta Febitri Nur Tsabitah memegang bendera Merah Putih saat mengikuti Upacara Pengukuhan Paskibraka yang dipimpin Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 orang anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus mendatang. ANTARA FOTO/Biro Pers Media Setpres/Lukas/Handout/wsj.
Paskibra merupakan salah satu ekskul yang lahir dari zaman kemerdekaan. Foto: Biro Pers Setpres/Lukas
Jakarta - Ekskul atau kegiatan ekstrakulikuler di sekolah merupakan wadah pengembangan diri, karakter, dan kepribadian siswa yang baik sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ekskul olahraga, pengibar bendera, pecinta alam, karya ilmiah remaja, olimpiade, hingga mading bisa jadi media belajar dan menumbuhkan semangat rela berkorban, kerjasama, tanggung jawab, dan lain-lain.

Di antara ekskul canggih seperti klub robot dan e-sports, ada beberapa ekskul hits yang sudah eksis sejak zaman kemerdekaan. Apa saja?

Ekskul Hits dan Sejarahnya

Ekskul Basket

Permainan asal Amerika Serikat ini dibawa gelombang perantau asal China ke nusantara sekitar tahun 1920-an. Saat datang, orang-orang China di nusantara mulai mendirikan banyak sekolah Tionghoa. Dikutip dari laman Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), sejak itu, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa, bahkan jadi salah satu olahraga wajib dan memiliki lapangan khusus di sekolah.

Mulai tahun 1930, perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk di kota-kota besar. Di Semarang contohnya, berdiri ekskul dan perkumpulan basket Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Sahabat). Sahabat adalah klub asal Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion), salah satu legenda basket Indonesia.

Nah, sejak kemerdekaan Indonesia, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Di Pekan Olahraga Nasional atau PON I tahun 1948 di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.

Paskibra

Ekskul paskibra bermula dari lahirnya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Saat itu, setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia, bendera pusaka yang dijahit Fatmawati dikibarkan pemuda yang dipimpin Latief Hendraningrat, seperti dikutip dari Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 14 Tahun 2017.

Sejak proklamasi, paskibra lalu dirumuskan agar dapat menjadi program pembinaan pemuda dalam kepemimpinan, kedisiplinan, memiliki nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan. Pada 1946, 3 remaja perempuan dan 2 remaja laki-laki ditunjuk sebagai paskibraka.

Kelak, anggota Paskibraka pada tahun 1967-1972 adalah pasangan remaja SMA utusan dari 26 provinsi di Indonesia, lalu berkembang hingga kini ada perwakilan tiap provinsi di Indonesia yang dijaring dari ekskul Paskibra di sekolah.

Paduan Suara

Ekskul menyanyi di Indonesia sudah ada sebelum kemerdekaan juga, lho.

Dikutip dari Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6 oleh Marwati Djoened, Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto, para siswa tahun 1943 di Seinen Dojo (Panti Pelatihan Pemuda) di jam sekolah belajar kuliah umum tentang semangat, situasi dunia, sejarah perang, pelajaran khusus seperti spionase, pelajaran praktik senam, gulat, sumo, dan berenang, pengetahuan teknik seperti menembak. Di luar kelas, mereka berkesempatan wisata ke kebun dan pabrik dan ikut ekskul menyanyikan lagu-lagu perang.

Nah, itu dia ekskul hits sejak zaman kemerdekaan. Gimana detikers, ekskul apa nih yang mau kamu ikuti?



Simak Video "Seruan Bersatu di Hari Kemerdekaan Lebanon"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia