×
Ad

Mahasiswa UB Buat Kapsul Kanker Serviks dari Daun Sirsak, Sabet Medali di Jepang

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 05 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi daun sirsak Foto: Getty Images/(c) by Cristóbal Alvarado Minic
Jakarta -

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menyabet medali emas dan penghargaan spesial dalam ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung di Kansai Airport Conference Halls, Osaka, Juli lalu. Penghargaan ini berkat inovasi mereka berupa kapsul terapi kanker serviks dengan bahan dasar ekstrak daun sirsak liar.

Inovasi bernama SUPER NOVA ini dikembangkan oleh Rossi Imam Prasojo, beranggotakan Fajar Mubarok Al Sya'bani, Adara Hulwa Fania, Aryo Jalu Megan Rahmawan, Quincy Esther Stephanie, dan Alika Maulidya. Para mahasiswa ini memanfaatkan acetogenin dari daun sirsak sebagai kandidat terapi yang menargetkan metabolisme sel kanker, khususnya kanker serviks.

"Kami memanfaatkan daun sirsak liar yang memiliki kandungan acetogenin karena berpotensi mendorong kematian sel kanker," kata Rossi, ketua tim.

Tingginya kasus kanker serviks di dunia menjadi latar belakang Rossi bersama tim memilih penyakit ini sebagai fokus penelitian. Meski demikian, ia mengatakan pendekatan yang digunakan masih berpotensi dikembangkan untuk jenis kanker lainnya.

"Sebenarnya inovasi ini bisa dikembangkan untuk jenis kanker lain juga. Cuma untuk penelitian kami saat ini memang difokuskan pada kanker serviks," ungkapnya.

Bagaimana Pembuatannya?

Proses membuat ekstrak kapsul kanker serviks secara umum dimulai dengan daun sirsak liar yang dikeringkan, lalu dihaluskan jadi serbuk. Kemudian, serbuk ini diekstraksi dengan pelarut untuk menarik senyawa bioaktif dari daun.

Hasil ekstraksi lalu disaring dan dipekatkan sampai diperoleh ekstrak yang kemudian dianalisi untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan potensi biologisnya. Rossi mengatakan, proses penyusunan produk dilakukan selama enam bulan, mulai dari menentukan ide dan masalah yang diangkat, lalu kajian literatur, identifikasi senyawa, dan pengembangan serta analisis awal SUPER NOVA melalui pendekatan in silico.

"Saat ini, penelitian masih terus kami kembangkan melalui penyempurnaan analisis, molecular dynamics, dan penyusunan proposal penelitian. Target kami pada September 2026 adalah mulai menyusun dan mengajukan hasil penelitian ini untuk publikasi jurnal ilmiah," terangnya.

Penelitian Menggunakan Dana Pribadi

Dalam kegiatan ini, dr Bayu Lestari, M Biomed, PhD bertindak sebagai dosen pembimbing. Ia turut mengatakan saat ini kapsul terapi tersebut masih berada pada tahap in silico melalui molecular docking, sehingga masih perlu dilanjutkan dengan pengujian in vitro menggunakan sel kanker serviks dan tahap in vivo menggunakan hewan model sebelum dikembangkan untuk pemanfaatan lebih lanjut kepada masyarakat.

Akan tetapi, dalam proses pengembangannya tim ini menghadapi kendala pendanaan. Oleh sebab itu riset masih menggunakan dana pribadi. Bayu mengatakan pendanaan jadi salah satu hal yang perlu diupayakan untuk melanjutkan penelitian ke tahap berikutnya.

Walau demikian, Bayu tetap bangga atas prestasi para mahasiswa ini karena mereka memiliki ketertarikan terhadap riset sejak tahun pertama perkuliahan.

"Kalau saya sebagai pembimbing, jujur merasa bangga dengan prestasi adik-adik mahasiswa. Apalagi adik-adik ini sebenarnya masih semester 2 waktu penelitian itu, masih tahun pertama di Fakultas Kedokteran," ungkap Bayu.



Simak Video "Video: Pramono dan Wamenkes Tinjau Vaksinasi HPV Massal di Lapangan Banteng"

(nah/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork