UGM Hadirkan Skrining Tuberkulosis Keliling yang Didukung AI, Sudah Mulai Beroperasi

ADVERTISEMENT

UGM Hadirkan Skrining Tuberkulosis Keliling yang Didukung AI, Sudah Mulai Beroperasi

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 01 Sep 2026 06:30 WIB
UGM Hadirkan Skrining Tuberkulosis Keliling dengan Dukungan AI
UGM Hadirkan Skrining Tuberkulosis Keliling dengan Dukungan AI. Foto: UGM
Jakarta -

Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan skrining Tuberkulosis (TB) keliling sejak 27 Agustus 2026 dan dimulai di lingkungan CV Prestige Furniture, Yogyakarta. Inovasi skrining ini merupakan hasil riset tim UGM dalam pengembangan alat radiografi sinar-X digital.

Melalui riset bertajuk "Alat Radiografi Sinar-X Digital Keliling untuk Layanan Skrining Tuberculosis dan Medical Check Up" tersebut, tim UGM berhasil mengembangkan Rumah Skrining yang mengintegrasikan teknologi radiografi digital dengan sistem pengelolaan layanan kesehatan. Riset tersebut dinakhodai Prof Drs Gede Bayu Suparta, dari FMIPA UGM dan dikembangkan dengan kolaborasi bersama PT Madeena Karya Indonesia, CV Prestige Furniture, serta RSKIA Permata Bunda Yogyakarta.

"Rumah Skrining adalah start-up yang bertujuan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan radiologi berbasis masyarakat," ujar Bayu dalam laman UGM, dikutip Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknologi radiografi yang digunakan memiliki fitur pemeriksaan badan dan dada dengan dosis radiasi rendah. Citra yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan dukungan perangkat lunak AI dalam waktu sekitar 15 menit untuk setiap pasien. Informasi status kesehatan pasien juga bisa disimpan ke dalam platform SatuSehat yang dikelola pemerintah.

Rumah Skrining dipandu oleh fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit dan memanfaatkan perangkat radiologi yang dikelola melalui Madeena Health Care System (MHCS). Pengembangan layanan selanjutnya diarahkan agar Rumah Skrining dapat hadir di berbagai lingkungan. Bayu berharap perluasan titik layanan diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam pengembangan fasilitas skrining kesehatan.

ADVERTISEMENT

"Kehadiran Rumah Skrining diharapkan dapat membantu pemerintah mempercepat capaian program eliminasi TB 2030 dan memperluas keterjangkauan masyarakat pada layanan cek kesehatan plus radiografi sinar-x," harapnya.

Layanan perdana Rumah Skrining berlangsung selama dua hari pada 27-28 Agustus 2026. Pelaksanaan tersebut menjadi tahap awal penerapan model layanan radiologi berbasis masyarakat melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengembangan Rumah Skrining akan diarahkan pada penggunaan radiografi keliling yang ditempatkan di atas truk niaga ringan. Kendaraan tersebut diharapkan dapat menjangkau lingkungan yang masih sulit dijangkau.

Bayu berharap pengembangan teknologi tersebut dapat didukung dengan melibatkan pemerintah, fasilitas kesehatan, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia juga mendorong adanya regulasi bagi pemanfaatan teknologi radiografi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads