Daun Pala Ternyata Manjur Jadi Obat Rematik dan Nyeri

Daun Pala Ternyata Manjur Jadi Obat Rematik dan Nyeri

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 26 Jun 2026 13:44 WIB
Daun pala yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Dokumen Istimewa
Foto: Istimewa
Makassar -

Daun pala yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan. Penelitian terbaru dari dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muammar Fawwaz, membuktikan daun pala bisa menjadi obat herbal mujarab.

Dalam risetnya yang berhasil menembus jurnal internasional bereputasi, Muammar mengungkap bahwa ekstrak daun pala (Myristica fragrans Houtt) berpotensi dikembangkan sebagai obat untuk membantu mengatasi rematik (rheumatoid arthritis), peradangan, hingga nyeri.

Menurutnya, rematik merupakan penyakit peradangan kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu, pencarian bahan alami yang efektif dan memiliki efek samping lebih rendah menjadi salah satu tantangan penting dalam dunia farmasi saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan buah pala, padahal daunnya juga mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki potensi besar sebagai kandidat obat herbal. Melalui penelitian ini kami ingin membuktikan potensi tersebut secara ilmiah," ujar Muammar Fawwaz saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).

Penelitian ini menggunakan pendekatan yang cukup komprehensif, yakni menggabungkan pengujian langsung pada hewan coba (in vivo) serta simulasi komputer (in silico/molecular docking). Langkah ini dilakukan untuk melihat kemampuan senyawa dalam daun pala berinteraksi dengan protein penyebab peradangan, TLR-4 dan HTRA-1.

ADVERTISEMENT

Melalui analisis menggunakan teknologi canggih Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), tim peneliti berhasil mengidentifikasi 81 senyawa aktif yang terkandung dalam daun pala. Beberapa di antaranya adalah myristicin, betulin, methoxyeugenol, thunbergol, serta berbagai senyawa fenolik yang dikenal kaya aktivitas biologis.

Hasil penelitian pun menunjukkan temuan yang sangat menjanjikan bagi dunia medis. Pada dosis 600 mg/kg berat badan, ekstrak daun pala terbukti mampu memberikan efek anti-rematik, anti-inflamasi, dan pereda nyeri yang mumpuni.

Hebatnya, efek tersebut secara statistik tidak berbeda signifikan jika dibandingkan dengan beberapa obat sintetis yang umum dijual di pasaran. Obat pembanding tersebut di antaranya adalah Methyl Prednisolone, Natrium Diklofenak, dan Ibuprofen.

Sementara itu, hasil simulasi molekuler juga menunjukkan bahwa salah satu senyawa dalam daun pala, yaitu methoxyphenol, memiliki kemampuan ikatan yang sangat baik terhadap reseptor penyebab peradangan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa senyawa tersebut berperan penting dalam aktivitas antiinflamasi daun pala.

Bagi Muammar, penelitian ini bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah di atas kertas. Riset ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber bahan baku obat herbal yang lebih aman dan berkelanjutan di masa depan.

"Harapan kami, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan obat herbal berbasis bahan alam Indonesia yang tidak hanya efektif, tetapi juga memiliki efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat sintetis," ungkapnya.


Simak selengkapnya hasil risetnya di sini



(hmw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads