5 Potensi Bajakah yang Menggiurkan Berdasarkan Penelitian

5 Potensi Bajakah yang Menggiurkan Berdasarkan Penelitian

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 03 Jul 2026 21:30 WIB
Bajakah yang telah dipotong dan akan dimanfaatkan
Foto: Istimewa (dok Media Center Kota Palangka Raya)
Palangka Raya -

Sejak 2019, penelitian terkait bajakah mulai banyak dilakukan. Sampai saat ini, potensi tanaman merambat dari hutan Kalimantan itu masih menjadi perhatian dalam dunia riset tanaman obat.

Berbagai publikasi mengemukakan keterbaruan berbagai senyawa bioaktif dalam bajakah yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat. Meski begitu, hingga saat ini riset bajakah masih dalam tahap uji fitokimia, uji in vitro di laboratorium, uji in vivo pada hewan coba, dan uji in silico dengan pemodelan komputer. Uji klinis pemanfaatan bajakah sebagai obat belum pernah dilakukan pada manusia karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Akan tetapi, masyarakat Dayak telah lama memanfaatkan bajakah sebagai ramuan obat tradisional. Mereka menggunakannya untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari sebagai obat luka, meredakan nyeri, hingga untuk meningkatkan stamina ketika bekerja di dalam hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beragam manfaat tradisional tersebut diduga karena bajakah mengandung metabolit sekunder. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bajakah mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas farmakologis, meskipun besarnya kandungan dapat berbeda pada setiap spesies, bagian tanaman, lokasi tumbuh, dan metode ekstraksi yang digunakan.

Kandungan Senyawa Aktif Bajakah

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bajakah, khususnya Spatholobus littoralis Hassk., mengandung metabolit sekunder dalam jumlah cukup tinggi. Senyawa-senyawa tersebut dapat bermanfaat bagi tubuh dalam menangkal radikal bebas dan mempercepat regenerasi sel. Beberapa kandungan yang telah diidentifikasi yaitu:

  • Flavonoid
  • Senyawa fenolik
  • Tanin
  • Saponin
  • Alkaloid
  • Terpenoid
  • Triterpenoid
  • Steroid
  • Quinon
  • Catechin
  • Quercetin
  • Luteolin
  • Asam kafeat
  • Asam ferulat
  • Asam p-kumarat
  • Asam siringat
  • Epikatekin

Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan banyak ditemukan pada tanaman obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit degeneratif. Review terbaru di tahun 2024 menyebutkan kandungan flavonoid dan fenolik merupakan komponen yang paling berkontribusi terhadap aktivitas farmakologis bajakah.

Potensi Farmakologis Bajakah

1. Antioksidan

Potensi yang paling banyak dibuktikan terkandung dalam bajakah adalah sebagai antioksidan alami. Tanpa disadari, reactive oxygen species (ROS) berada di sekitar kita dan bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh, contohnya dari makanan yang mengandung pengawet dan pewarna, asap kendaraan, maupun hasil metabolisme dari sel-sel tubuh itu sendiri.

Nah, radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh melalui proses stres oksidatif. Kerusakan ini jika tidak segera diatasi dan berlangsung lama, maka bisa menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti kanker.

Ekstrak bajakah memiliki kandungan total fenolik dan flavonoid yang tinggi sehingga mampu menangkal radikal bebas. Penelitian yang dipublikasikan di Borneo Journal of Pharmacy tahun 2024 menunjukkan ekstrak Spatholobus littoralis memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan kandungan total fenolik dan flavonoid yang tinggi.

2. Anti-Kanker

Salah satu potensi bajakah yang paling banyak menarik perhatian adalah sebagai anti kanker. Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak bajakah mampu menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, hingga kanker usus besar.

Mekanisme yang diduga berperan antara lain dengan menghambat proliferasi sel kanker, meningkatkan apoptosis (kematian sel terprogram), mengurangi stres oksidatif, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan kanker.

Namun, seluruh temuan tersebut masih terbatas pada penelitian praklinis. Belum ada uji klinis yang membuktikan bajakah dapat menjadi terapi kanker pada manusia. Oleh karena itu, bajakah belum dapat menggantikan pengobatan medis konvensional yang sudah tersedia.

3. Anti-inflamasi

Peradangan kronis menjadi faktor risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, artritis, hingga kanker. Kandungan flavonoid yang terdapat pada bajakah, selain bekerja sebagai penangkal ROS, juga diketahui mampu menghambat pembentukan mediator inflamasi sehingga berpotensi menurunkan peradangan di dalam tubuh.

4. Anti-bakteri dan anti-jamur

Ekstrak bajakah juga menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri patogen. Aktivitas antibakteri tersebut diduga berasal dari kombinasi flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang dapat merusak membran sel bakteri serta menghambat metabolisme mikroorganisme.

Salah satu penelitiannya berjudul Uji Aktivitas Antibakteri Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus oleh Latu dkk. pada tahun 2023. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kayu bajakah mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, yaitu bakteri penyebab berbagai infeksi pada kulit dan luka.

5. Anti-diabetes

Salah satu penelitian berjudul The Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) Stem Plant Extract Effect on the Blood Glucose of Streptozotocin-Induced Wistar Male Rats oleh Wirjatmadi dan Isaura (2024) menguji ekstrak etanol batang bajakah pada tikus Wistar jantan yang dibuat mengalami diabetes menggunakan streptozotocin (STZ). Dalam penelitiannya, Wirjatmadi menggunakan ekstrak etanol bajakah dengan dosis yang berbeda diinjeksikan ke berbagai kelompok tikus.

Hasilnya? Pemberian ekstrak bajakah mampu menurunkan kadar glukosa darah secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol diabetes. Penelitian lain yang menggunakan ekstrak etanol batang bajakah pada tikus diabetes tipe 2 yang diinduksi dengan kombinasi streptozotocin (STZ) dan high-fat diet (HFD) juga menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa setelah pemberian ekstrak.

Senyawa flavonoid dan fenolik diduga berperan meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus menekan pembentukan radikal bebas akibat hiperglikemia. Namun perlu dicatat, penelitian mengenai efek antidiabetes masih terbatas sehingga belum cukup untuk dijadikan terapi utama bagi penderita diabetes.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan detikers!

Referensi:

Abdulrahman, Utami, S. R., Widia, & Roanisca, O. (2021). Kajian metabolit sekunder batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) dalam pengembangan sebagai obat herbal antikanker payudara dan antioksidan. Proceedings of National Colloquium Research and Community Service.

Agustin, J. T., Michael, Kambira, P. F. A., & Prismawan, D. (2025). Effect of extraction methods on phenolic content and antioxidant activity of Bajakah root (Spatholobus littoralis). Indonesian Journal for Health Sciences, 9(2), 111-117.

Az-zahra, S. N. R., Rahmania, T. A., Permana, Y., & Wardani, A. K. (2025). Bajakah plant (Spatholobus littoralis Hassk.) as an anti-inflammatory. Pharmacy Education.

Dara, R. W., Lisyawati, S., & Febrinasari, R. P. (2025). Proximate and phytochemical composition of Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) extract and its effect on fasting blood glucose in STZ-HFD-induced diabetic rats. Journal of Health and Nutrition Research, 4(3), 1262-1273.

Mahfudh, N., Murdi, H. B., Utami, D., Ahda, M., Nashihah, S., & Andika. (2024). Antioxidant activity, total phenolics, and total flavonoids content of Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis): The indigenous herbal medicine from Kalimantan. Borneo Journal of Pharmacy, 7(3).

Nastiti, K., & Nugraha, D. F. (2022). Aktivitas antiinflamasi ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.). Jurnal Surya Medika, 7(2).

Wirjatmadi, B., & Isaura, E. R. (2024). The Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) stem plant extract effect on the blood glucose of streptozotocin-induced Wistar male rats. The Indonesian Journal of Public Health, 19(1), 81-93.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads