Tanggal 23 Februari 2026 menjadi waktu yang tidak bisa terlupakan oleh Marlyn Ivana Trigita, karena saat itu namanya diumumkan sebagai wisudawan S1 tercepat di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Perempuan dengan sapaan Marlyn ini baru saja lulus dari jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi UGM. Ia lulus dalam waktu 3 tahun 2 bulan 1 hari.
Padahal rata-rata lulusan S1 di UGM meraih S1 dalam waktu 4 tahun 2 bulan. Tidak instan, tentunya hal tersebut Marlyn dapat karena perjuangan yang panjang.
Bagaimana kisah Marlyn dalam meraih predikat ini? Dan apa tips menjadi lulusan tercepat?
Sistem Kuliah Dukung Lulus Cepat
Menurut Marlyn, sistem perkuliahan prodi Psikologi sangat terstruktur. Hal itu mempermudah ia menyelesaikan tugas dan kuliahnya.
"Kalau di psikologi, kita dipaketin per semester itu berapa SKS, jadi per orang rata-rata akan punya rundown yang sama. Mungkin, dinamikanya itu bakalan terlihat ketika masuk di semester 6 atau 7," katanya dikutip dari laman UGM, Rabu (11/3/2026).
Dengan sistem yang terstruktur, Marlyn mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan semester 6 dan 7. Terutama saat ia menyelesaikan skripsi.
Komitmen untuk Lulus dengan Baik
Marlyn tidak menargetkan lulus cepat, yang ia yakini bahwa ia harus menyelesaikan kuliah. Menurutnya, kelulusan memiliki makna personal yang mendalam.
"Aku memulai studi di UGM, jadi aku harus menyelesaikannya, ya wisuda ini," ujarnya.
Fokus pada Skripsi
Tips lain untuk mempercepat kelulusan yang dilakukan Marlyn adalah fokus pada akhir skripsi. Selama menyusun skripsi, ia menggunakan data sekunder yang telah dipublikasikan dan divalidasi.
"Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Di skripsi ini, data yang digunakan adalah sekunder atau data yang dipublikasikan dan sudah divalidasi juga karena diambil dari perusahaan yang sudah meriset itu," saran Marlyn.
Dengan memilih data tersebut, maka menghemat waktu pengumpulan data tanpa mengurangi kualitas penelitian.
"Pelajari topik dan metode yang akan kamu pakai itu sebaik mungkin. Tapi nggak perlu jadi yang tercepat. Just do it as good as possible," pesannya.
Dukungan Dosen Sangat Membantu
Selain tekad yang kuat, Marlyn beruntung dapat dukungan dari dosen pembimbing. Dosennya kritis tetapi tetap fleksibel sehingga Marlyn lebih mudah menyelesaikan skripsi.
"Akademik psikologi juga sangat membantu dalam penjelasan alur skripsi sampai kelulusan dengan rinci. Lalu, terima kasih juga kepada teman-teman karena selalu mendukung dan menjadi tempat aman di masa pembuatan skripsi," katanya.
Tantangan Selesaikan Skripsi
Walaupun dinobatkan sebagai lulusan S1 tercepat UGM, Marlyn sama seperti mahasiswa lainnya. Ia mengaku bertemu dengan tantangan yang tidak sederhana.
Mulai dari data cleaning yang rumit. Ia harus memilah ribuan data dan harus menentukan variabel yang relevan.
"Data cleaning adalah salah satu proses paling rumit yang ada di masa pembuatan skripsi. Itu karena data yang diambil juga jumlahnya ribuan dan variabelnya banyak, jadi untuk milah yang mau dipakai itu cukup memakan waktu," jelasnya.
Adapun skripsinya memiliki judul "Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia".
Lewat skripsi tersebut, Marlyn ingin mengetahui pola dan korelasi rendahnya otonomi perempuan terhadap meningkatnya risiko depresi. Khususnya yang terjadi di Indonesia.
"Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya," ungkapnya.
Dalam hasil skripsinya ia melihat ada fenomena shadowes autonomy. Kondisi tersebut di mana perempuan seperti terlibat dalam pengambilan keputusan padahal bukan sepenuhnya kehendak pribadi.
Simak Video "KuTips: Bimbingan Lancar, Skripsian Tenang"
(cyu/nwk)